Selasa, 16 Maret 2010

SACCAVIBHANGA SUTTA

SACCAVIBHANGA SUTTA
(141)

Demikian telah saya dengar:

Pada suatu ketika Sang Bhagava berdiam didekat Benares di taman Isipa¬tana. Ketika berada di sana Sang Bhagava menyapa demikian kepada para bhikkhu: "Para bhikkhu." "Ya, bhante," para bhikkhu menjawab Sang Bhagava. Sang Bhagava lalu berkata demikian:

"Roda Dhamma yang tanpa bandingnya telah diputar oleh Sang Tathagata, yang maha sempurna, yang telah sadar atas usaha-Nya sen¬diri di taman rusa Isipatana di dekat Benares yang tidak dapat dihentikan baik oleh seorang samana, brahmana, dewa, Mara, Brahma, atau siapa¬pun juga di dunia. Hal ini merupakan suatu pernyataan tentang empat kesunyataan mulia, suatu ajaran, pembentangan, pembuktian, pembabar¬an, penguraian dan penjelasan darinya. Apakah keempatnya? Itu adalah suatu pernyataan, ajaran, pembentangan, pembuktian, pembabaran, penguraian dan penjelasan dari kesunyataan mulia tentang dukkha ... dari kesunyataan mulia tentang timbulnya dukkha ... dari Kesunyataan Mulia tentang Jalan menuju Terhentinya Dukkha.

Roda Dhamma yang tiada bandingnya, para bhikkhu, telah diputar oleh Sang Tathagata ... di taman rusa Isipatana di dekat Benares yang tidak dapat dihentikan baik oleh seorang Samana ... atau oleh siapapun juga di dunia. Hal ini oleh seorang samana ... atau oleh siapapun juga di dunia. Hal ini merupakan suatu pernyataan tentang empat kesunyataan mulia ... membuatnya jelas. Para bhikkhu, ikutilah Sariputta dan Mogga¬lana; para bhikkhu, bergabunglah dengan Sariputta dan Moggallana; mereka adalah bhikkhu-bhikkhu bijaksana penolong mereka yang mengi¬kuti jalan Brahma. Para bhikkhu, bagaikan seorang ibu, demikian pula Sariputta; bagaikan seorang ibu asuh, demikianlah Moggalana Sariputta, para bhikkhu, melatih seseorang dalam hasil dari pencapaian arus, Moggallana melatih seseorang dalam mencapai tujuan tertinggi. Sariputta, para bhikkhu, mampu menyatakan mengajarkan, membentangkan, membuktikan, membabarkan, menguraikan dan menjelaskan empat kesunyataan mulia secara lengkap. Demikian apa yang dikatakan Sang Bhagava; dan setelah berkata demikian, beliau bangkit dari tempat-Nya dan menuju sebuah tempat tinggal.

[249] Segera setelah Sang Bhagava berlalu bhante Sariputta menyapa para bhikkhu yang berada di sana demikian: "Para bhante." "Ya, bhante," para bhikkhu menjawab bhante Sariputta. Bhante Sariputta berkata demikian:

"Para bhante, Roda Dhamma yang tanpa bandingnya telah diputar oleh Sang Tathagata, yang maha sempurna, yang telah sadar atas usa¬hanya sendiri di taman rusa Isipatana di dekat Benares yang tidak dapat dihentikan ... Hal ini merupakan suatu pernyataan, suatu ajaran, pem¬bentangan, pembuktian, pembabaran, penguraian dan penjelasan dari kesunyataan mulia tentang dukkha ... dari kesunyataan mulia tentang jalan menuju terhentinya dukkha.

Dan apakah, para bhante, kesunyataan mulia tentang Dukkha? Kelahiran adalah dukkha dan usia tua adalah dukkha dan kematian adalah dukkha; dan kesedihan, dukacita, penderitaan, kesengsaraan dan keputus-asaan adalah dukkha. Dan tidak mendapatkan apa yang diingin¬kan, adalah juga dukkha. Secara singkat, lima kelompok kemelekatan adalah dukkha.

Dan apakah, para bhante, kelahiran? Ini adalah pembuahan pembentukan, menjadi janin, kelahiran kembali, pemunculan kembali berbagai macam makhluk dalam berbagai macam golongan makhluk, perwujudan dari kelompok-kelompok kemelekatan, tersusunnya unsur-unsur indera. Hal ini, para bhante, disebut kelahiran.

Dan apakah, para bhante, usia tua? Ini adalah usia tua, jompo gigi tanggal, rambut beruban, kulit berkerut, berkurangnya masa hidup, tidak berfungsinya berbagai alat-alat indera dari berbagai macam makh¬luk dalam berbagai macam golongan makhluk. Hal ini, para bhante, disebut usia tua.

Dan apakah, para bhante, kematian? Ini adalah tamatnya, me¬ninggalnya, hancurnya, musnahnya, maut dan kematian, jalannya waktu, terpisahnya kelompok-kelompok (kemelekatan), terbujurnya tubuh. Hal ini, para bhikkhu, disebut kematian.

Dan apakah, para bhante, kesedihan? Ini, para bhante, adalah kesedihan, dukacita, penuh dukacita, kesedihan mendalam, rasa sakit yang mendalam dari seseorang yang tertimpa bencana atau lainnya, terserang penyakit atau lainnya. Ini adalah tangisan, ratapan, [250) menangis, meratap, keadaan menangis, keadaan meratap dari seseorang yang tertimpa bencana atau lainnya, terserang penyakit atau lainnya. Hal ini, para bhante, disebut dukacita.

Dan apakah, para bhante, penderitaan? Ini, para bhante, adalah penderitaan jasmaniah, ketidak-beresan jasmani yang dikarenakan penyimpangan dalam tubuh dan dirasakan sebagai penderitaan, sebagai ketidak-beresan. Hal ini, para bhante, disebut penderitaan.

Dan apakah, para bhante, kesengsaraan? Ini, para bhante, adalah penderitaan bathin, ketidak-beresan bathin yang dikarenakan penyimpan¬gan dalam pikiran dan dirasakan sebagai penderitaan, sebagai ketidak-beresan. Hal ini, para bhante, disebut kesengsaraan.

Dan apakah, para bhante, keputus-asaan? Ini, para bhante, adalah kemurungan, kehilangan semangat, keadaan murung, keadaan hilang semangat dari seseorang yang tertimpa bencana atau lainnya, terserang penyakit atau lainnya. Hal ini, para bhante, disebut keputus-asaan.

Dan apakah, para bhante, yang dimaksud dengan 'tidak menda¬patkan apa yang diinginkan adalah dukkha'? Para bhante, harapan seperti ini timbul pada diri makhluk yang mengalami kelahiran: 'Oh semoga kami tidak mengalami kelahiran dan kelahiran dan kelahiran tidak terjadi pada kami.' Tetapi harapan tidak harus terlaksana. Jadi 'tidak mendapat¬kan apa yang diinginkan adalah dukkha'. Para bhante, harapan seperti ini timbul pada diri makhluk yang mungkin mengalami usia tua ... penyakit ... meninggal ... pada diri makhluk yang mungkin mengalami kesedihan, dukacita, penderitaan, kesengsaraan, putusasa: 'Oh semoga kami tidak mengalami kesedihan, dukacita, penderitaan, kesengsaraan, putus asa tidak terjadi pada kami.' Tetapi harapan tidak harus terlaksana. Jadi 'tidak mendapatkan apa yang diinginkan adalah Dukkha'.

Dan apakah, secara singkat, para bhante, lima kelompok kemele¬katan yang merupakan dukkha? Mereka adalah: kelompok kemelekatan menurut bentuk jasmaniah, kelompok kemelekatan menurut perasaan ... menurut pencerapan ... menurut kecenderungan-kecenderungan dari kebiasaan ... menurut kesadaran. Para bhante, inilah yang secara singkat disebut lima kelompok kemelekatan yang merupakan dukkha.

Para bhante, inilah yang disebut kesunyataan mulia tentang dukkha.

Dan apakah, para bhante, kesunyataan mulia tentang timbulnya dukkha? Nafsu keinginan apapun yang menyebabkan kelahiran-kembali, disertai dengan kesenangan dan kemelekatan, menemukan kesenangan dalam hal ini dan itu, disebut nafsu keinginan terhadap kesenangan indera, nafsu keinginan untuk hidup terus-menerus. [251] nafsu keingi¬nan untuk pemusnahan diri ini, para bhante, disebut kesunyataan mulia tentang timbulnya dukkha.

Dan apakah, para bhante, kesunyataan mulia tentang terhentinya dukkha? Apapun yang merupakan terhentinya, tanpa kemelekatan, dari nafsu keinginan, meninggalkannya, pelepasannya, pembebasan darinya, tidak tergantung darinya, inilah, para bhante, disebut kesunyataan mulia tentang terhentinya dukkha.

Dan apakah, para bhante, kesunyataan mulia tentang jalan menuju terhentinya dukkha? Ini adalah jalan mulia berunsur delapan yang terdiri dari: Pengertian benar, pikiran benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar dan pemusatan pikiran benar.

Dan apakah, para bhante, pengertian benar? Apapun juga, para bhante, yang merupakan pengetahuan tentang dukkha, pengetahuan tentang timbulnya dukkha, pengetahuan tentang terhentinya dukkha, pengetahuan tentang jalan menuju terhentinya dukkha ini, para bhante, disebut pengertian benar.

Dan apakah, para bhante, pikiran benar? Pikiran yang melepas, pikiran yang bebas dari kedengkian, pikiran yang bebas dari kekejaman - ini, para bhante, disebut pikiran benar.

Dan apakah, para bhante, ucapan benar? Menahan diri dari ucapan dusta, menahan diri dari ucapan fitnah, menahan diri dari ucapan kasar, menahan diri dari membicarakan gosip ini, para bhante, disebut ucapan benar.

Dan apakah para bhante, disebut perbuatan benar? Menghindari diri dari pembunuhan makhluk hidup, menahan diri dari mengambil barang yang tidak diberikan, menahan diri dari menikmati kesenangan indera yang keliru, ini, para bhante, disebut perbuatan benar.

Dan apakah, para bhante, disebut usaha benar? Dalam hal ini, para bhante, seorang bhikkhu, mengerahkan keinginan, usaha, menger¬ahkan semangat, menggunakan pikirannya dan berjuang mencegah timbulnya unsur-unsur jahat yang belum timbul ... untuk menghilangkan unsur-unsur jahat yang sudah timbul ... [252] untuk membangkitkan unsur-unsur baik yang belum timbul ... untuk memelihara, mencegah, meningkatkan, mematangkan, mengembangkan dan melengkapi unsur-unsur baik yang sudah ada. Ini, para bhante, disebut usaha benar.

Dan apakah, para bhante, disebut perhatian benar? Dalam hal ini, para bhante, seorang bhikkhu merenungkan tubuh dengan memperhati¬kan tubuh ... perasaan dengan memperhatikan perasaan ... pikiran dengan memperhatikan pikiran ... keadaan bathin dengan memperhatikan keadaan bathin, bersemangat, benar-benar menyadari (hal-hal tersebut), waspada (terhadap hal-hal tersebut) sehingga mampu mengendalikan keserakahan dan keputus-asaan di dunia. Ini, para bhante, disebut perha¬tian benar.

Dan apakah, para bhante, Pemusatan Pikiran Benar? Dalam hal ini, para bhante, seorang bhikkhu, jauh dari kesenangan-kesenangan indera, jauh dari pikiran jahat, masuk dan berdiam dalam jhana pertama dengan disertai pikiran-pikiran awal dan pikiran lanjutan, timbul dari pikiran yang tenang, dan merasa gembira dan bahagia. Dengan menga¬baikan pikiran awal dan pikiran lanjutan, dengan pikiran yang tenang dan terpusat pada satu titik, ia masuk dan berdiam dalam jhana kedua tanpa pikiran awal dan pikiran lanjutan, yang timbul dari pemusatan pikiran, dan merasa gembira dan bahagia. Dengan memudarnya kegembiraan ... ia masuk dan berdiam dalam jhana ketiga ... jhana keempat. Ini, para bhante, disebut Pemusatan Pikiran Benar.

Ini, para bhante, disebut Kesunyataan Mulia tentang Jalan menuju terhentinya Dukkha.

Para bhante, Roda Dhamma yang tanpa bandingnya telah diputar oleh Sang Tathagata, Yang Maha Sempurna, yang telah sadar atas usaha-Nya sendiri di taman rusa Isipatana di dekat Benares yang tidak dapat dihentikan baik oleh seorang samana, brahmana, Dewa, Mara, Brahma dan siapapun juga di dunia. Hal ini merupakan suatu pernyataan, suatu ajaran, pembentangan, pembuktian, pembabaran, penguraian dan penje¬lasan dari Empat Kesunyataan Mulia."

Demikianlah apa yang diucapkan bhante Sariputta. Para bhikkhu semua merasa sangat gembira dengan apa yang telah diucapkan bhante Sariputta.

1 komentar:

  1. Casino Games by Microgaming | DrmCMD
    Microgaming 울산광역 출장마사지 is 김천 출장샵 one of the leaders in video-streaming casino content. They have released games such as Gonzo's 고양 출장샵 Quest, ‎About Us 제천 출장마사지 · ‎About Us · ‎Microgaming 목포 출장샵 · ‎News · ‎About Us

    BalasHapus