Selasa, 16 Maret 2010

Mahakammavibhangasutta

CERAMAH MENGENAI ANALISA BESAR DARI PERBUATAN-PERBUATAN
(Mahakammavibhangasutta)
136


[207] Demikianlah yang saya dengar : Pada suatu waktu Sang Bhaga¬va tinggal dekat Rajagaha dalam Hutan Bambu pada tempat makanan tupai. Pada saat sekarang itu, yang mulia Samiddhi tinggal dalam sebuah pondok kecil dalam hutan rimba. Kemudian anak pengembara Potali yang selalu mengembara; selalu menjelajah dengan kakinya, mendekati yang mulia Samiddhi; setelah sampai, dia bertukar salam dengan yang mulia Samiddhi, dan setelah bercakap-cakap dalam persahabatan dan dengan cara yang sopan dia duduk dalam suatu jarak penghormatan, anak pengembara Potali berkata demikian kepada yang mulia Samiddhi :

"Yang mulia Samiddhi, saya telah mendengar dari mulut perta¬pa Gotama sendiri, saya telah belajar dari mulut Beliau sendiri bahwa perbuatan dari tubuh adalah bodoh, perbuatan dari ucapan adalah bodoh, hanya perbuatan dari pikiran adalah yang benar, dan hal itu, ada bahwa pencapaian terhadap suatu pencapaian yang seseorang alami adalah menjadi tidak ada.

"Sahabat anak Potali, jangan berkata demikian; sahabat anak Potali, jangan berkata demikian. Jangan tidak salah dalam menge-mukakan ajaran Sang Bhagava; baik tidak salah dalam mengemukakan ajaran Sang Bhagava yang baik dan Sang Bhagawa juga tidak akan mengatakan demikian : Perbuatan tubuh adalah bodoh ... hanya perbuatan dari pikiran adalah benar; (atau dikatakam) ada penca¬paian terhadap suatu pencapaian yang seseorang alami adalah menjadi tidak ada."

"Sudah berapa lama anda mengembara, yang mulia Samiddhi ?"

"Tidak lama, sahabat, tiga tahun."

"Sekarang mengapa kita harus berbicara kepada para bhikkhu yang telah mencapai Thera, bila seorang bhikkhu yang baru ditha¬biskan berpikir bahwa Sang Guru seharusnya membelamya ? Yang mulia Samiddhi, ketika seseorang telah sengaja melakukan perbua¬tan dengan tubuh, ucapan atau pikiran, apakah yang harus dialami oleh orang itu ?"

"Sahabat anak Potali, ketika seseorang dengan sengaja mela-kukan perbuatan dengan tubuh, ucapan atau pikiran, seseorang mengalami penderitaan.

Kemudian anak pengembara Potali, dengan tidak bergembira dan juga dengan tidak menyanggah terhadap apa yang dikatakan oleh yang mulia Samiddhi, bangkit dari tempat duduknya dan berangkat tanpa bergembira dan juga tanpa menyanggah. Tidak berapa lama setelah anak pengembara Potali berangkat, yang mulia Samiddhi pergi menuju tempat yang mulia Ananda; [208] setelah sampai, yang mulia Samiddhi bertukar salam dengan yang mulia Ananda, dan setelah bercakap-cakap dalam persahabatan dan dengan cara yang sopan, yang mulia Samiddhi duduk pada suatu jarak penghormatan, yang mulia Samiddhi memberitahu yang mulia Ananda keseluruhan percakapan yang telah diia dapatkan dari anak ppengembara Potali sejauh percakapan itu berlangsung. Ketika hal ini telah dikata¬kan, yang mulia Ananda berkata demikian kepada yang mulia Samid¬dhi :

"Yang mulia Samiddhi, ini adalah tujuan dari percakapan yang seharusnya dicerikan kepada Sang Guru. yang mulia Samiddhi, tunggulah sampai kita dapat menemui Sang Bhagava; ketika kita berangkat ke tempat Sang Bhagava, kita akan menceritakan persoa¬lan ini kepada Beliau; seperti yang telah dijelaskan oleh Sang Bhagava kepada kita, maka kita seharusnya mengingatnya."

"Benar, yang mulia," jawab yang mulia Samiddhi kepada yang mulia Ananda dengan sikap menghormati. Kemudian yang mulia Ananda dan yang mulia Samiddhi berangkat menuju tempat Sang Bhagava; setelah sampai dan memberikan penghormatan kepada Sang Bhagava, mereka duduk pada suatu jarak penghormatan, yang mulia Ananda menceritakan keseluruhan percakapan yang telah didapatkan dari yang mulia Samiddhi dengan anak pengembara Potali sejauh percaka¬pan itu berlangsung. Ketika hal ini telah dikatakan, Sang Bhagava berkata demikian kepada yang mulia Ananda :

"Tetapi Ananda, saya bahkan tidak mengakui alasan dari anak pengembara Potali, lalu bagaimana saya dapat mengakui percakapan seperti ini ? Jawaban dari anak pengembara Potali telah diberikan dengan jawaban satu pihak oleh Samiddhi yang bodoh ini, walaupun jawaban ini membutuhkan perbedaan penjelasan."

Ketika hal ini telah dikatakan, yang mulia Udayin berkata demikian kepada Sang Bhagava : "Yang Mulia Bhante, tetapi sean-dainya arti dari apa yang dikatakan oleh yang mulia Samiddhi, lalu apa saja yang orang-orang alami adalah penderitaan."

Kemudian Sang Bhagava memanggil yang mulia Ananda, katanya : "Ananda, apakah kamu melihat Udayin yang bodoh ini dengan pende¬katan yang salah ?" Ananda, saya mengerti bahwa Udayin yang bodoh ini memulai pertanyaan yang salah sekarang, akan memulainya sampai pada tidak bertujuan. Ananda, anak pengembara Potali benar-benar bertanya mengenai tiga perasaan. Ananda, seandainya Samiddhi yang bodoh ini [209] telah menjelaskan demikian ketika dia ditanya demikian oleh anak pengembara Potali : 'Sahabat anak Potali, ketika seseorang dengan senganja melakukan suatu per¬buatan dengan tubuh, ucapan atau pikiran untuk mengalami kese¬nangan ... penderitaan ... bukan kesenangan dan juga bukan pen¬deritaan, dia mengalami kesenangan, penderitaan, bukan penderi¬taan dan juga bukan kesenangan yang tak ada habis-habisnya,' Ananda, Samiddhi yang bodoh menjelaskan demikian, seharusnya menjelaskan dengan tepat kepada anak pengembara Potali. Ananda, dan lebih lanjut ada pengembara-pengembara yang bodoh dan dan kurang berpengalaman, yang menjadi anggota dari sekte-sekte lainnya yang menjelaskan mengenai analisa perbuatan-perbuatan besar dari Tathagata. Ananda, kamulah yang akan mendengarkan ketika Tathagata membagi analisa perbuatan besar.

"Sang Bhagava, sekarang adalah waktunya, Sang Buddha, sekarang adalah waktunya, bahwa Sang Bhagava akan membagi analisa perbuatan-perbuatan yang besar. Ketika para bhikkhu telah men¬dengar Sang Bhagava, mereka akan mengingatnya."

"Ananda, baiklah, dengarkan, perhatikan dengan hati-hati, dan saya akan berbicara."

"Baiklah, Yang Mulia Bhante," yang mulia Ananda menjawab Sang Bhagava dengan sikap menghormat. Sang Bhagava berkata demi¬kian :

"Ananda, ada empat macam manusia, yang nyata di dalam dunia. Apakah keempat itu ? Ananda, beberapa manusia di sini, ada yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan, menikmati kesenangan indera dengan cara yang salah, seorang pembohong, seorang pemfitnah, seorang pencaci maki, seorang penggosip, seorang yang tamak, seorang yang berpikiran dengki, dan seorang dengan pandangan yang salah. Pada saat setelah kematiannya, setelah kehancuran dari tubuhnya, dia dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan, kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh ke bawah, Neraka Niraya.

Ananda, beberapa manusia di sini, ada yang melakukan penyik¬saan terhadap mahluk hidup ... (seperti di atas) ... seorang dengan pandangan yang salah. Pada saat setelah kematiannya, setelah kehancuran dari tubuhnya, dia dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga.

Ananda, tetapi beberapa manusia di sini menahan diri dari menyiksa mahluk hidup, menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan, menahan diri dari menikmati kesenangan indera dengan cara yang salah, menahan diri dari berbohong, menahan diri dari ucapan fitnah, [210] menahan diri dari ucapan caci-maki, menahan diri dari gosip, tidak tamak, tidak berpikiran dengki, dan berpandangan benar. Pada saat setelah kematiaannya, setelah kehancuran dari tubuhnya, dia dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga.

Ananda, beberapa manusia di sini, ada yang menahan diri dari menyiksa mahluk hidup ... (seperti di atas) ... seorang dengan pandangan yang benar. Pada saat setelah kematiannya, setelah kehancuran dari tubuhnya, dia dilahirkan dalam alam yang menye¬dihkan, kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh ke bawah, Neraka Niraya.

Ananda, dalam kasus ini, ketika seorang pertapa atau brahma¬na, sebagai hasil dari semangat, sebagai hasil dari kerja keras, sebagai hasil dari ketekunan, sebagai hasil dari pekerjaan batin yang benar, mencapai konsentrasi pikiran dan ketika pikiran dikonsentrasikan, dia melihat dengan kemurnian pandangan dewa yangg pandangannya melebihi manusia di sini, mereka yang melaku¬kan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan, menikmati kesenangan indera dengan cara yang salah, seorang pembohong, seorang pemfitnah, seorang yang berpikiran dengki, dan seorang dengan pandangan salah - dan dia melihat bahwa setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, manusia yang bersalah itu dilahirkan dalam kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh, Neraka Niraya. Dia berkata demikian : 'Sesung¬guhnya ini adalah perbuatan jahat, akan membawakan hasil yang buruk. Dan saya melihat ia yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... yang sebagai pemfitnah ... seorang dengan pandangan yang salah, sekarang saya melihat setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan ... Neraka Nir¬aya. Orang-orang yang mengerti hal demikian, mengerti secara tepat. Pandangan yang salah bagi orang yang tahu itu adalah sebaliknya.' Dengan cara ini, dia keras kepala mempertahankan dan setia pada aoa yang dia ketahui sendiri, dilihat sendiri, dimen¬gerti sendiri sebagai 'ini adalah yang benar, semua yang lainnya adalah salah.'

Ananda, tetapi dalam kasus ini, ketika seorang pertapa atau brahmana, [211] sebagai hasil dari semangat, kerja keras, kete-kunan, kerajinan dan pekerjaan batin yang benar ... melihat ... beberapa manusia di sini yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup ... seorang dengan pandangan yang salah, dan melihat bahwa setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga. Dia berkata demikian : 'Sesungguhnya ini adalah bukan perbuatan jahat, tidak akan membawakan hasil yang buruk. Dan saya melihat orang-orang di sini yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang salah, sekarang saya melihat bahwa setelah kematian, pada saat kehancuuran dari tubuh, dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga.' Dia berkata demikian : /Sesungguhnya setiap orang yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup ... seorang dengan pandangan yang salah, setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam keelahiran yang baik, suatu alam surga. Orang-orang yang mengerti hal demikian, mengerti secara tepat. Pandangan salah bagi orang yang tahu itu adalah sebaliknya.' Dengan cara ini, dia keras kepala mempertahankan dan setia pada apa yang dia ketahui sen¬diri, dilihat dan dimengerti sendiri sebagai 'ini adalah yang benar, semua yang lainnya adalah salah.'

Ananda, dalam kasus ini, ketika seorang pertapa atau brahma¬na, sebagai hasil dari semangat, sebagai hasil dari kerja keras, sebagai hasil dari ketekunan, sebagi hasil dari kerajinan, seba¬gai hasil dari pekerjaan batin yang benar ... melihat ... bebera-pa manusia di sini yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, menahan diri dari mengambil barang-barangg yang tidak diberikan, dari menikmati kesenangan indera yang salah, dari berbohong, dari ucapan fitnah, ucapan caci maki, gosip, seseorang yang tidak tamak, seseorang yang tidak berpikir-an dengki dan seseorang dengan pandangan yang benar, dan melihat bahwa setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga. Dia berkata demikian : 'Sesungguhnya perbuatan yang baik ini,akan membawakan hasil yang baik. Dan saya melihat orang-orang di sini yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup ... seseorang dengan pandangan yang benar, sekarang saya melihat, setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga. Orang-orang yang mengerti hal demikian, mengerti secara tepat. Pan¬dangan salah bagi orang yang tahu itu adalah sebaliknya. Dengan cara ini, dia keras kepala mempertahankan dan setia pada apa yang dia ketahui sendiri, dilihat dan dimengerti sendiri sebagai 'ini adalah yang benar, semua yang lainnya adalah salah.'

Ananda, tetapi dalam kasus ini, ketika seorang pertapa atau brahmana, sebagai hasil dari semangat ... [212] melihat ... beberapa manusia di sini yang menahan diri dari melakukan penyik¬saan terhadap mahluk hidup ... seorang dengan pandangan yang benar, dan melihat setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan, suatu kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh, Niraka Noraya. Dia berkata demikian : 'Sesungguhnya tidak ada perbuatan baik, tidak akan membawa hasil yang baik. Dan saya melihat orang-orang di sini yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup ... seorang dengan pandangan yang benar, sekarang saya melihat setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan, suatu kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh, Neraka Niraya. Dia berkata demikian : 'Sesungguhnya setiap orang yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup ... seorang dengan pandangan yang benar, setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan, suatu kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh, Neraka Niraya. Orang-orang yang mengerti hal demikian, mengerti secara tepat. Pandangan salah bagi orang yang tahu itu adalah sebaliknya.' Dengan cara ini, dia keras kepala mempertahankan dan setia pada apa yang dia ketahui sendiri, dilihat dan dimengerti sendiri sebagai 'ini adalah yang benar, semua yang lainnya adalah salah.'

Ananda, dalam hal ini, apa saja yang pertapa atau brahmana katakan demikian : 'Sesungguhnya ini adalah perbuatan jahat, yang akan membawa hasil yang buruk' - saya mengikutinya. Dan sean¬dainya dia berkata demikian : 'Orang-orang yang saya lihat di sini melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang salah, sekarang saya melihatnya setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan ... Neraka Niraya' - saya juga mengikuti hal ini. Tetapi seandainya dia berkata demikian : 'Setiap orang yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... dan seorang dengan pandangan yang salah, setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dila¬hirkan dalam keadaan yang menyedihkan, kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh, Neraka Niraya' - Saya tidak akan mengikutinya. Dan seandainya dia berkata demikian : 'Orang-orang yang mengerti hal demikian, mengerti secara tepat. Pandangan yang salah bagi orang yang tahu itu adalah sebaliknya.' - saya juga tidak akan mengikutiny.' Dan siapa saja yang dengan keras kepala memperta¬hankan dan setia pada apa yang dia ketahui sendiri, dilihat dan dimengerti sendiri sebagai 'ini adalah yang benar, semua yang lainnya adalah salah.' - saya juga tidak akan mengikutinya. Apakah alasan dari hal ini ? Ananda, pengetahuan Tathagata dalam analisa besar dari perbuatan adalah sebaliknya.

Ananda, dalam hal ini, apa saja yang pertapa atau brahmana katakan demikian : 'Sesungguhnya ini adalah bukan perbuatan jahat, yang tidak akan membawa hasil yang buruk.' - saya tidak akan mengikutinya. Dan seandainya dia berkata demikian : ' Saya melihat orang-orang ini yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang salah, sekarang saya melihat setelah kema¬tian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga' - saya mengikutinya. Tetapi sean¬dainya dia berkata demikian : 'Setiap orang yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang salah, setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh dilahirkan dalam kela¬hiran yang baik, suatu alam surga' [213] saya tidak akan mengi¬kutinya. Dan seandainya dia berkata demikian : 'Orang-orang yang mengerti demikian, mengerti secara tepat. Pandangan yang salah bagi orang yang tahu adalah sebaliknya' - saya juga tidak akan mengikutinya. Dan siapa saja yang dengan keras kepala memperta¬hankan dan setia pada apa yang dia ketahui sendiri, dilihat dan dimengerti sendiri sebagai 'ini adalah yang benar, semua yang lainnya adalah salah' - saya juga tidak akan mengikutinya. Apakah alasan dari hal ini ? Ananda, pengetahuan Tathagata dalam analisa besar dari perbuatan adalah sebaliknya.

Ananda, dalam hal ini, apa saja yang pertapa atau brahmana katakan demikian : 'Sesungguhnya ini adalah perbuatan yang baik, yang akan membawa hasil yang baik' - saya mengikutinya. Dan seandainya dia berkata demikian : 'Saya melihat orang-orang ini yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang benar, sekarang saya melihat setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dila¬hirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga' - saya mengi¬kutinya. Tetapi seandainya dia berkata demikian : 'Setiap orang yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hiduo, menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang benar, setelah kema¬tian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga' - saya tidak akan mengikutinya. Dan seandainya dia berkata demikian : 'Orang-orang yang mengerti demikian, mengerti secara tepat. Pandangan salah bagi orang yang tahu adalah sebaliknya' - saya juga tidak akan mengikutinya. Dan siapa saja yang dengan keras kepala mempertahankan dan setia pada apa yang dia ketahui sendiri, dilihat dan dimengerti sendiri sebagai 'ini adalah yang benar, semua yang lainnya adalah salah' - saya juga tidak akan mengikutinya. Apakah alasan dari hal ini ? Ananda, pengetahuan Tathagata dalam analisa besar dari perbuatan adalah sebaliknya.

Ananda, dalam hal ini, apa saja yang pertapa atau brahmana katakan demikian : 'sesungguhnya ini adalah bukan perbuatan baik, yang tidak akan membawa hasil yang baik' - saya tidak akan mengi¬kutinya. Tetapi seandainya dia berkata demikian : 'Saya melihat orang-orang yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang benar, sekarang saya melihat setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan, suatu kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh, Neraka Niraya' - saya mengikutinya. Tetapi seandainya dia berkata demikian : 'Setiap orang yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang denga pandangan yang benar, setelah kema¬tian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan ... Neraka Niraya' - saya tidak akan mengikutin¬ya. Dan seandainya dia berkata demikian : [214] 'Orang-orang yang mengerti demikian, mengerti secara tepat. Pandangan salah bagi orang yang tahu adalah sebaliknya' - saya juga tidak akan mengi-kutinya. Dan siapa saja yang keras kepala mempertahankan dan setia pada apa yang dia ketahui sendiri, dilihat dan dimengerti sendiri sebagai 'ini adalah yang benar, semua yang lainnya adalah salah' - saya juga tidak akan mengikutinya. Apakah alasan dari hal ini ? Ananda, pengetahuan Tathagata dalam analisa besar dari perbuatan adalah sebaliknya.

Ananda, dalam hal ini, siapa saja orang-orang yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang salah, dan ia setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan ... Neraka Niraya - juga perbuatan jahat ini dialami sebagai penderitaan yang terjadi padanya yang awal, atau perbuatan jahat yang dialami sebagai penderitaan yang terjadi padanya yang belakangan, atau pada saat kematian, pan¬dangan salah diterima dan melekat dengan kuat padanya; karena hal ini, setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan, suatu kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh, Neraka Niraya. Dan dia yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang salah mengalami hasilnya yang muncul di sini dan sekarang atau dengan cara yang lain.

Ananda, dalam hal ini, siapa saja orang-orang yang melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan salah, dan ia sete¬lah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga - juga perbuatan yang baik ini dialami sebagai kegembiraan yang terjadi padanya yang awal, atau perbuatan baik ini dialami sebagai kegembiraan yang terjadi padanya yang belakangan, atau pada saat kematian, pandangan benar diterima dan melekat kuat padanya; karena hal ini, setelah kema¬tian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga. Seandainya dia melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup di sini, mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... dan seorang dengan pandangan yang salah mengalami hasilnya yang muncul di sini dan sekarang atau dengan cara yang lain.

Ananda, dalam hal ini, siapa saja orang-orang yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup, menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang benar, setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirakan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga - juga perbuatan yang baik ini dialami sebagai kegembiraan yang terjadi padanya yang awal, atau perbuatan yang baik ini dialami sebagai kegembiraan yang terjadi padanya yang belakangan, atau pada saat kematian, pandangan benar diterima dan melekat dengan kuat padanya, karena hal ini, setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam kelahiran yang baik, suatu alam surga. Dan dia yang menahan diri dari melakukan pembunuhan terhadap mahluk hidup di sini, [215] menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... dan seorang dengan pandangan yang benar, mengalami hasilnya yang muncul di sini dan sekarang atau dengan cara yang lain.

Ananda, dalam hal ini, siapa saja orang-orang yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluh hidup, menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... seorang dengan pandangan yang benar dan dia yang setelah kema¬tian, pada saat kehancuran dari tubuh, dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan, suatu kelahiran yang buruk, tempat yang jatuh, Neraka Niraya - juga perbuatan jahat yang dialami sebagai pen¬deritaan yang terjadi padanya yang awal, atau perbuatan jahat yang terjadi padanya yang belakangan, atau pada saat kematian, pandangan salah diterima dan melekat dengan kuat padanya, karena hal ini, setelah kematian, pada saat kehancuran dari tubuh, dia dilahirkan dalam keadaan yang menyedihkan ... Neraka Niraya. Dan dia yang menahan diri dari melakukan penyiksaan terhadap mahluk hidup di sini, menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan ... dan seorang dengan pandangan yang benar mengalami hasilnya yang muncul di sini dan sekarang atau dengan cara yang lain.

Ananda, jadi ada perbuatan yang tak berlaku, tak berlaku tampak dengan jelas, ada perbuatan yang tak berlaku, berlaku tampak dengan jelas, ada perbuatan yang berlaku dan berlaku tampak dengan jelas, ada perbuatan yang berlaku, tak berlaku tampak dengan jelas."

Demikianlah yang Sang Bhagava katakan. Dalam kegembiraan, yang mulia Ananda bergembira dengan apa yang dikatakan oleh Sang Bhagava.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar