Selasa, 16 Maret 2010

Acchariyabbhutadhamma Sutta

Acchariyabbhutadhamma Sutta
( 123 )

Demikianlah telah ku dengar :
Pada suatu ketika disaat Sang Buddha sedang menetap dekat Savathi di dalam hutan Jeta di vihara Anathapindika. Maka timbulah pembicaraan ini
dian¬tara sejumlah bhikkhu yang, telah kembali dari pindapata serta sesudah makan, mereka duduk berkumpul bersama di dalam balai sidang : "mentakjubkan, para muliawan, mengagumkan, para muliawan, adalah kekuatan psigis yang besar serta penuh keagungan dari Sang Tathagata sebab Beliau harus mengetahui tentang orang-orang yang telah memperoleh pencerahan mulia yang telah mencapai Nibbana dengan dipotongnya semua kesukaran-kesukaran, berpusingnya gasing di hentikan, akhirnya perputaran serta semua kesukaran telah semua di habiskan, bahwa para Tathagata ini berasal dari keluarga demikian dan bahwasanya para Tathagata ini bernama demikian ... berasal dari suku dan ... memiliki kebiasaan dan .... mempunyai kebiasaan-kebiasaan mental demikian ... memiliki kebijaksanaan intiutip demikian dan ... memiliki kepatu¬han demikian dan bahwasanya para Tathagata ini dalam bebas demikian."
Ketika hal ini telah diucapkan, yang mulia Ananda bicara demikian kepada para bhikkhu itu: "Memang benar, para bhikkhu dan selanjutnya, para Tathagata adalah mentakjubkan dan seterusnya, dan memiliki kwalitas-kwalitas mengagum¬kan; memang benar, para muliawan, para Tathagata adalah mentakjubkan dan memiliki kwalitas-kwalitas mengagumkan."
[119] Dan pada waktu itu pembicaraan di antara para bhikkhu telah ter¬ganggu. Kemudian Sang Bhagava, yang muncul dari meditasi tenang yang menghada¬pi senja hari, Beliau datang mendekati balai sidang itu; setelah mendekati, Beliau duduk pada tempat yang telah di tunjuk. Ketika Beliau sedang duduk di sana, Sang Tathagata menyapa para bhikkhu dengan mengatakan : "Apa, para bhikkhu, yang sedang kamu sekalian bicarakan baru saja ini ? Apa pembicaraan-mu yang terganggu itu ?"
Yang Mulia, ketika kita telah kembali dari berpindata dan setelah makan kita duduk berkumpul bersama-sama di balai sidang ini, timbullah pembicaraan di antara kita : 'Para bhikkhu, mengagumkan, para bhikkhu .... dan bahwasanya para Tathagata ini memiliki kebebasan semacam itu.' Ketika hal ini telah dikatakan, Yang Mulia, yang mulia Ananda bicara demikian kepada kita: 'Memang benar, para bhikkhu, para Tathagata adalah mentakjubkan ... dan seterusnya, dan kwalitas-kwalitas mengagumkan.' Ini adalah pembicaraan kita, Yang Mulia, yang terganggu tadi. Dan kemudian Tathagata tiba."
Kemudian Sang Tathagata menyapa yang mulia Ananda serta mengatakan: "Mengapa, Ananda, menyampaikan dengan panjang lebar tentang kwalitas-kwalitas (nilai-nilai) Sang Tathagata yang mentakjubkan serta mengagumkan itu."
"Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar tentang hal ini, bertemu muka dengan saya telah belajar: 'Bodhisatta bangkit di kelompok Tusita waspada dan sadar penuh, Ananda.' Dan sebabnya, Yang Mulia, karena Sang Bodhisatta bangkit di dalam kelompok Tusita waspada dan sadar sepenuhnya, saya menganggap ini sebagai mentakjubkan, suatu nilai/kwali¬tas mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar ini, bertemu muka dengan muka Saya telah belajar dan seterusnya : 'Bodhisatta tetap tinggal di kelompok Tusita dalam keadaan waspada serta berkesadaran penuh, Ananda.' Dan sebabnya, Yang Mulia, dikarenakan Sang Bodhisatta tetap tinggal di dalam kelompok Tusita dalam keadaan waspada serta tetap berkesada¬ran tinggi, saya menganggap ini adalah juga mentakjubkan, suatu kwalitas mengagumkan dari Sang Tathagata.
Beretmu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar ini, bertemu muka dengan muka saya telah belajar : 'Bodhisatta tetap tinggal di dalam kelompok Tusita sepanjang masa hidupnya, Ananda.' Dan sebabnya, Yang Mulia, karena Sang Bodhisatta tetap tinggal di dalam kelompok Tusita sepanjang masa hidupnya, saya menganggapnya ini juga sebagai mentakjubkan, suatu kwali¬tas yang mengagumkan Sang Tathagata Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar ini, bertemu muka dengan muka saya telah belajar : 'Sang Bodhisatta, wafat dari kelompok Tusita dengan kewaspadaan serta kesadaran penuh, memasuki rahim ibunya, Ananda.' Dan sebabnya, [120] Yang Mulia, dikarenakan Sang Bodhisatta, wafat dari kelompok Tusita dalam keadaan waspada serta berkesadaran penuh, memasuki rahim ibunya, saya menganggap ini adalah juga merupakan suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar ini, bertemu muka dengan muka saya telah belajar: 'Apalagi, Ananda, Sang Bodhisatta, setelah wafat dari kelompok Tusita rahim ibunya, kemudian pancaran cahaya yang terang benderang yang tidak terbatas, yang melampaui bahkan kea¬gungan devata dari para deva, munculah di dalam dunia bersama-sama dengan para deva-nya, para Mara-nya, para Brahmana-nya diantara keturunan-keturunan dengan para pertapa serta brahmana, deva-deva serta manusia. Dan bahkan di dalam ruang-ruang tersebut di antara dunia-dunia, daerah-daerah gelap tercebur dalam kegelapan, dimana rembulan dan matahari, sekalipun mereka itu kuat perkasa serta agung, tidak bisa berlangsung mengeluarkan cahayanya bahkan di sana muncul cahaya cemerlang tanpa batas, melampaui bahkan keagungan deva dari para devata. Dan makhluk-makhluk tersebut yang telah timbul atau bangkit di sana saling mengenali diri masing-masing dengan cara adanya sinar yang gemi¬lau, dan mereka berpikir : "Memang di sana makhluk-makhluk lain yang bangkit di sini." Dan sepuluh ribu sistim dunia ini gempa, bergetar dan bergoyang, dan munculah di sana sinar cemerlang yang tiada batasnya yang melampaui sekalipun keagungan deva dari para devata. Dan sebabnya, Yang Mulia,.... saya menganggap ini juga suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas/nilai yang mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar, bertemu muka dengan muka saya telah belajar : 'Apabila, Ananda, Bodhisatta sedang memasuki rahim ibunya, empat deva datang mendekati sedemikian rupa untuk menjaga empat penjuru, sambil mengatakan : "Jangan membiarkan manusia atau makhluk bukan manusia atau segala sesuatu mengganggu Bodhisatta atau ibu dari Bodhisatta itu."' Dan sebabnya, Yang Mulia, ... saya menganggap ini adalah juga merupakan suatu ketakutan, suatu kwalitas atau nilai mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar, bertemu muka dengan muka saya telah belajar : 'Ketika, Ananda, Bodhisatta masuk ke dalam rahim ibu, ibu Bodhisatta itu berbudi tinggi dan suci sesuai dengan alami sendiri, mengekang diri dari pembunuhan makhluk-makhluk hidup, mengekang diri dari mengambil apa-apa yang tidak diberikan kepadanya, menge¬kang diri dari menikmati kesenangan-kesenangan indera, mengekang diri dari kebohongan, mengekang diri dari keadaan bermalas-malasan yang disebabkan dari (minum) minuman keras Dan sebabnya, Yang Mulia, ... saya menganggap ini juga sebagai suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas mengagumkan dari Sang Tathaga¬ta.
[121] Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah menden¬gar, bertemu muka dengan saya telah belajar : 'Apabila, Ananda, Sang Bodhisat¬ta masuk ke dalam rahim ibu, tiada ada keinginan keras yang dihubungkan dengan kesenangan hawa nafsu timbul di dalam pikiran ibu Bodhisatta berkenaan/terha¬dap laki-laki, dan ibu dari Bodhisatta itu tidak akan dilampaui atau dilanggar oleh seseorang lelaki dengan pikiran-pikiran birahi.' Dan selanjutnya, Yang Mulia .... saya menganggap ini juga sebagai suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah menden¬gar, bertemu muka, ibu dari Bodhisatta itu menikmati lima macam kesenangan-kesenangan nafsu dan ia mengalihkan diri sendiri, diberkahi dengan dan memi¬liki lima macam kesenangan-kesenangan nafsu.' Dan sebabnya, Yang Mulia, .... saya menganggap ini juga sebagai sesuatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan muka Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah menden¬gar, bertemu muka dengan muka saya telah belajar : 'Ketika Bodhisatta masuk ke dalam rahim ibu, tak akan timbul penyakit macam apapun pada ibu Bodhisatta itu; ibu Bodhisatta itu dalam keadaan enak santai, tubuhnya tidak lelah; dan di dalam rahimnya ibu Bodhisatta melihat Sang Bodhisatta, utuh dalam semua anggota badan, organ-organ indera-nya sempurna. Seperti, Ananda, sebuah batu permata/jambrud putih bagaikan air dan dipotong dengan baiknya dalam bentuk segi delapan dan diikatkan pada seuntai benang-benang yang berwarna hijau dalam atau kuning atau merah atau putih atau jingga, dan apabila seseorang dengan penglihatan baik, setelah menaruhnya di tangannya, akan membayangkan : "Ini adalah sebuah batu permata jambrud putih bersih bagaikan air yang indah, ia dipotong atau di bentuknya dengan indah sekali menjadi berbentuk segi delapan dan digantungkan pada seutas benang hijau dalam ... atau jingga"; demikian juga, Ananda, ketika Bodhisatta masuk ke dalam rahim ibunya ... ibu dari Bodhisatta itu melihat Sang Bodhisatta, utuh dalam segala anggota badan¬nya, organ inderanya sempurna.' Dan sebabnya, Yang Mulia .... Saya menganggap ini juga sebagai sesuatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata.
[122] Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah menden¬gar, bertemu muka dengan muka saya telah belajar : 'Ananda, ibu dari Bodhisat¬ta wafat tujuh hari sesudah Bodhisatta lahir dan bangkit di dalam kelompok Tusita." Dan sebabnya, Yang Mulia, .... Saya menganggap ini juga sebagai suatu ketakjuban, suatu kwalitas/nilai mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar, bertemu muka dengan muka saya telah belajar: 'Sementara itu, Ananda, wanita-wanita lain mengandung anak mereka selama sembilan atau sepuluh bulan sebe¬lum mereka melahirkan, ibu dari Bodhisatta melahirkan Bodhisatta bukan secara ini. Ibu Bodhisatta mengandung Bodhisatta di dalam kandungannya selama tepat sepuluh bulan sebelum ia melahirkan.' Dan sebabnya, Yang Mulia, ... Saya menganggap ini juga adalah merupakan suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan muka Sang Tathagata, Yang Mulia, bertemu dengan muka saya belajar: 'Sementara itu, Ananda, wanita-wanita lain melahirkan sambil duduk atau berbaring, ibu Bodhisatta bukan dengan cara demikian: ibu dari Bodhisatta melahirkan Bodhisatta ketika ia sedang berdiri. Dan sebabnya, Yang Mulia, ... Saya menganggap ini juga sebagai sesuatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar, bertemu muka dengan saya telah belajar : 'Apabila, Ananda, Sang Bodhisatta muncul dan keluar dari rahim ibu, para devata menerima Beliau lebih dahulu, orang-orang menerima kemudian.' Dan sebabnya, Yang Mulia, ... Saya menganggap ini juga sebagai suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar, bertemu muka dengan muka saya telah belajar : 'Apabila, Ananda, Sang Bodhisat¬ta keluar dari rahim sang ibu, Sang Bodhisatta tidak seketika itu juga menyen¬tuh tanah; empat deva, setelah menerima Beliau, menaruh di hadapan sang ibu, sambil mengucapkan : "Bergembiralah, nyonya, perkasa adalah putra yang lahir kepadamu." Dan sebab itu, Yang Mulia, .... Saya menganggap ini juga sebagai suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar, bertemu muka dengan muka saya telah belajar : 'Apabila, Ananda, Sang Bodhisat¬ta lahir dari rahim ibunya, Ia keluar tanpa noda, tidak dikotori oleh zat-zat air, tidak dikotori oleh lendir, tidak di kotori oleh darah, tidak di kotori [123] oleh sesuatu yang tidak murni, murni bersih dan tidak ternoda. Ananda, adalah bagaikan sebuah permata diletakkan di atas kain Benares, permata itu tidak mengotori kain tersebut, pula kain Benares itu tidak mengotori permata tersebut. Apa alasan untuk ini? Ini disebabkan karena kemurnian dari kedua-duanya itu. Sekalipun demikian Ananda, ketika Sang Bodhisatta lahir dari rahim sang ibu, Beliau keluar betul-betul tanpa noda .... murni dan tidak ternoda.' Dan sebabnya, Yang Mulia, .... Saya menganggap ini juga sebagai suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah mendengar, bertemu muka dengan saya telah belajar: 'Apabila, Ananda, Bodhisatta lahir dari rahim ibunya, dua aliran air muncul dari langit aliran air yang satu sejuk, yang lain hangat, dengan mana mereka melakukan penuangan air untuk menyulang bagi Sang Bodhisatta beserta ibunya.' Dan sebabnya, Yang Mulia, ... Saya menganggap hal ini juga sebagai suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan muka Sang Tathagata, Yang Mulia, saya telah menden¬gar, bertemu muka dengan saya telah belajar : 'Pada saat, Ananda, Sang Bodhi¬satta terlahir, berdiri di atas kedua kaki-Nya dan mengahadap ke utara, Beliau melangkah tujuh langkah, dan sementara itu tabir penghalang sinar matahari berwarna putih dipegangi di atas Beliau, Beliau menatap ke empat penjurudan mengeluarkan suaru bagaikan suara sampi jantan.: "Aku adalah ketua di dunia, Aku adalah yang terbaik di dunia, Aku adalah yang tertua di dunia. Ini adalah kelahiran terakhir, sekarang sudah tiadak ada kelahiran lagi."' Dan sebabnya, Yang Mulia,... Saya menganggap ini juga sebagai suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata.
Bertemu muka dengan Sang Tathagata, Yang Mulia, Saya telah mendengar, bertemu muka dengan saya telah belajar : 'Ketika, Ananda, Sang Bodhisatta lahir dari rahim ibunya, maka cahaya cemerlang yang tiada ada batas bandingan¬nya, melampaui bahkan keagungan deva dari para devata, muncul di dunia dengan deva-deva-nya, para Mara, para Brahma, diantara generasi-generasi dengan kaum petapa serta kaum brahma, devata dan manusia. (Brahma= ?; brahma= ?) Dan bukan di ruang-ruang diantara dunia-dunia, gelap, tanpa dasar daerah-daerah yang hitam pekat dalam kegelapan, dimana ada rembulan dan matahari, walaupun kuat dan agung mereka itu, tidak bisa membuat tandingan cahaya mereka itu [124] bahkan di sana muncul cahaya terang benderang tanpa batas bandingannya, me-lampaui sekalipun keagungan deva dari para devata. Dan makhluk-makhluk terse¬but yang telah bangkit di sana, mengenali satu sama lain dari cahaya-nya, dan mereka berpikir : "Memang benar di sana terdapat makhluk-makhluk lain yang bangkit atau timbul di sini". Dan sepuluh ribu sistim dunia ini bergetar (bagaikan gempa bumi), bergetar dan bergoyang, dan di sana munculah cahaya cemerlang yang tak ada batas bandingnya melampaui bahkan keagungan-deva dari para devata.' Dan sebabnya, Yang Mulia, ... Saya menganggap ini juga sebagai suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata.""Mengapa kamu, Ananda, menganggap ini juga sebagai suatu yang mentakjub¬kan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata : Untuk ini, Ananda, perasaan yang timbul di dalam Tathagata telah diketahui; diketahui mereka tetap melakukannya; diketahui mereka akan menghancurkannya; persepsi diketa¬hui; pikiran-pikiran yang timbul diketahui; diketahui mereka tetap melakukan¬nya; diketahui mereka akan melakukan penghancuran. Demikian juga kaum, Ananda, menganggap ini juga suatu yang mentakjubkan, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata."
"Sebabnya, Yang Mulia, sebagai perasaan yang timbul di dalam diri Sang Tathagata telah diketahui; diketahui mereka terus saja melakukannya; diketahui mereka akan melakukan penghancuran; persegi diketahui; pikiran-pikiran yang timbul telah diketahui; karena mengetahui mereka terus saja melakukannya; karena mengetahui mereka akan melakukan penghancuran saya menganggap ini juga, Yang Mulia, sebagai suatu ketakjuban, suatu kwalitas yang mengagumkan dari Sang Tathagata."
Demikianlah Ananda berbicara. Sang Tathagata menyetujuinya. Menjadi senang, para bhikkhu ini menjadi girang tentang apa yang diucapkan oleh Ananda itu.
Pembabaran Dhamma tentang kwalitas-kwalitas yang mentakjubkan serta mengagumkan: Ke tiga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar