Selasa, 16 Maret 2010

SEVITABBA ASEVITABBA SUTTA

SEVITABBA ASEVITABBA SUTTA
(Berbicara Mengenai Apa yang Untuk Diikuti dan Tidak Untuk Diikuti)
(114)

Demikian telah kudengar : Pada suatu ketika Sang Guru sedang berdiam di dekat Savatthi di hutan Jeta di Vihāra Anathapindika. Selagi Beliau di sana, Sang Guru kepada para bhikkhu mengatakan:" Bhikkhu sekalian".'Yang Mulia," sahut para para bhikkhu serempak. Sang Guru berkata demikian :"Aku akan mengajarkan kalian disquisition pada Dhamma berdasarkan pada apa yang untuk diikuti dan apa yang tidak untuk diikuti. Dengarkan, perhatikan dengan baik dan Aku akan berbicara."Ya, Yang Mulia". Para bhikkhu ini menjawab dengan serempak. Sang Guru berkata demikian :
"Aku,wahai para bhikkhu, mengatakan bahwa perilaku tubuh ada dua jenis,satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti; dan terdapat perbedaan pada perilaku tubuh ini. Dan Aku, bhikkhu, mengatakan bahwa perilaku ucapan ....... perilaku mental ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti;dan terdapat perbedaan pada perilaku ucapan ......perilaku mental ini. Dan Aku, bhikkhu, mengatakan bahwa keberadaan pikiran ada dua jenis , satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti; dan terdapat perbedaan [46] pada keberadaan pikiran ini.Dan Aku, bhikkhu, mengatakan bahwa anggapan pendapat .... anggapan pandangan .... anggapan individualis(3) ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti; dan terdapat perbedaan pada anggapan pendapat ...... anggapan pandangan...... anggapan individualis."
Ketika ini telah diucapkan, Bhante Sariputta mengatakan demikian pada Sang Guru :" Aku, Yang Mulia, telah mengerti arti dari apa yang telah diucapkan sepintas oleh Sang Guru , tetapi apa yang belum diterangkan secara menyeluruh :"Aku, bhikkhu, mengatakan bahwa perilaku tubuh ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti; dan terdapat perbedaan pada perilaku tubuh ini .'Ini telah dikatakan oleh Sang Guru.Mengacu pada apa yang telah diucapkan Yang Mulia, apabila jenis tertentu dari perilaku tubuh diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat, keadaan pikiran yang terkendali berkurang, jenis perilaku tubuh ini tidak untuk diikuti.Yang Mulia, apabila jenis tertentu dari perilaku tubuh diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat, jenis perilaku tubuh ini adalah untuk diikuti.
Dan perilaku tubuh apa, Yang Mulia, seseorang ikuti di mana keadaan piki¬ran yang tidak terkendali berkembang pesat padanya, keadaan pikiran yang terkendali berkurang (menurun)? Untuk menjawab ini(1), Yang Mulia, seseorang melakukan penganiayaan pada mahluk-mahluk hidup , dia seseorang yang kejam, haus darah, sangat berkeinginan untuk menyakiti dan membunuh, tanpa belas kasihan pada kehidupan mahluk-mahluk lain .Dia adalah pengambil dari apa yang tidak diberikan, benda apapun yang tidak diberikan padanya ,yang merupakan milik orang lain, didesa atau dihutan akan dia ambil dengan mencurinya.Dia adalah seseorang yang tidak bermoral hanya memperhatikan kesenangan-kesenangan panca indera; ia bersetubuh dengan (wanita) yang masih di bawah pengawasan ibu; masih di bawah pengawasan ayah .... orang tua .... saudara laki-laki .... saudara perempuan.... teman-teman (wanita-wanita) yang mempunyai suami dan yang menggunakan involves punishment dan juga dengan yang terhias dengan karangan bunga perkawinan.Apabi¬la perilaku tubuh ini diikuti, Yang Mulia, keadaan pikiran yang tidak terken¬dali berkembang pesat ,keadaan pikiran yang terkendali menurun (berkurang).
Dan perilaku tubuh apakah , yang mulia , seseorang ikuti dimana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang padanya , keadaan pikiran yang terk¬endali berkembang pesat ?Untuk menjawab ini, Yang Mulia, seseorang melupakan penganiayaan pada mahluk-mahluk hidup , menahan diri dari penganiayaan terhadap mahluk-mahluk hidup, meletakkan jauh-jauh tongkat , menyingkirkan jauh-jauh pedang , dia hidup berhati-hati , penuh kedamaian , ramah dan penuh belas kasihan pada seluruh mahluk-mahluk-hidup .Melupakan pengambilan apa yang tidak diberikan , menahan diri dari pengambilan apa yang tidak diberikan; dia tidak mengambil dengan mencuri barang-barang di desa atau di hutan yang tidak diberikan padanya.Melupakan immoral yang berdasarkan kesenangan/kenikmatan panca indera; ia tidak bersetubuh dengan (wanita) yang dilindungi oleh ibu .... atau juga dengan perhiasan-perhiasan dengan karangan bunga perkawinan.Jika sikap perilaku tubuh ini diikuti , Yang Mulia , keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang , keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat. Ketika Sang Guru berkata :”Saya, wahai para bhikkhu, mengatakan bahwa perilaku tubuh ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti dan terdapat perbedaan didalam perilaku tubuh ini," itu telah diucapkan sebagai acuan terhadap pertanyaan ini.
'Saya,wahai para bhikkhu , menyatakan bahwa perilaku ucapan ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti dan terdapat perbedaan padanya," ini telah diucapkan oleh Yang Mulia sebagai acuan pada apa yang telah diucapkan, jika sikap tertentu dari perilaku ucapan ini diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat, keadaan pikiran yang terkendali berkurang/menurun, perilaku ucapan ini tidak untuk diikuti.Apabila perilaku ucapan tertentu diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat, perilaku ucapan ini adalah untuk diikuti.
Maka sikap ucapan seperti apa, seseorang ikuti di mana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat padanya, keadaan pikiran yang terkenda¬li berkurang/menurun? Untuk menjawab ini, Yang Mulia, seseorang mengucapkan kebohongan[48]: ketika ia diajukan dan ditanya sebagai saksi, sebelum penasehat atau company atau di antara saudara-saudaranya atau di antara rekan-rekan sejawat atau keluarga dan dikatakan :" Sahabatku,katakan apa yang anda ketahui , meskipun dia tidak tahu,dia mengata¬kan ,'saya tahu'dan meskipun dia tahu, dia mengatakan,'saya tidak tahu', meski¬pun dia belum melihat, dia mengatakan ,'saya telah melihat', dan meskipun dia telah melihat, dia mengatakan,'saya belum melihat'.Demikianlah ucapannya menja¬di suatu kebohongan yang terencana demi kebohongannya sendiri atau demi lainnya atau demi beberapa benda, dan dia merupakan penggosip , mendengarkan sesuatu, pada suatu tempat, dia akan membuat (hal tersebut) diketahui di tem¬pat lain atau menyebabkan terjadinya penyimpangan berita di antara orang-orang tersebut.Dalam hal ini dia menjadi penyebab ketegangan atau konflik di antara mereka yang sedang dalam keadaan harmonis. Konflik adalah kesenangannya, kenikmatannya, motif dari ucapannya dan ia merupakan satu dari orang yang mempunyai ucapan yang jelek. Apapun ucapannya (terasa) kasar, keras dan menya¬kitkan orang lain , pemarah, tidak membantu untuk berkonsentrasi. Dia adalah seorang pembicara yang tidak mempunyai tujuan , seseorang yang berbicara pada waktu yang tidak tepat, tidak sesuai dengan kenyataan , seseorang yang berbica¬ra apa yang bukan menjadi tujuan, bukan mengenai Dhamma, bukan (mengenai) disiplin.Dia sama sekali berbicara yang tidak berharga, disebabkan karena keberadaannya pada waktu yang tidak tepat, ia merupakan ketidakharmonisan/ketidakcocokan, tidak mempunyai tujuan, tidak dihubungkan dengan tujuan. Apabila perilaku ucapan seperti ini diikuti, keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat dan keadaan pikiran yang terkendali menurun/berkurang.
Dan perilaku ucapan manakah, yang mulia, seseorang (mesti) ikuti, di mana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang padanya dan keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat.?
Untuk menjawab ini, seseorang yang tidak melakukan kebohongan , menahan diri dari ucapan bohong. Ketika dia diajukan dan ditanya sebagai saksi sebelum penasehat atau 'company' atau di antara saudara-saudaranya atau di antara ke-luarganya dan ditanya ;" sekarang, sahabatku katakan apa yang kau ketahui,"jika dia tidak tahu dia mengatakan ,'saya tidak tahu' dan jika dia mengetahui dia mengatakan,'saya tahu', jika dia tidak melihat, dia mengatakan,'saya tidak melihat', dan jika dia telah melihat, dia mengatakan [49]'saya telah melihat'.
Demikianlah ucapannya tidak membohongi siapapun demi kepentingannya atau atau demi lainnya atau demi kepentingan untuk memiliki barang atau lainnya. Menghentikan ucapan kasar, menahan (diri) dari ucapan kasar. Mendengarkan sesuatu pada suatu tempat, dia tidak akan mengulanginya ditempat lain yang dapat menimbulkan perselisihan di antara orang-orang tersebut; atau mendengar¬kan sesuatu di tempat lain dia tidak akan mengulanginya di antara orang-orang ini sehingga menyebabkan terjadinya perselisihan di antara mereka. Dalam hal ini dia sebagai pendamai dari mereka yang berselisih dan seseorang yang menyatukan seluruh mereka yang berteman. Kedamaian adalah kebahagiaannya, kenikmatannya, kesenangannya, dasar dari ucapannya. Tidak melanjutkan ucapan kasar , dia menahan (diri) dari ucapan kasar. Apapun ucapannya adalah penuh dengan kedamaian, menyenangkan untuk didengar , penuh cinta kasih , sopan menyenangkan untuk banyak orang , bisa diterima oleh banyak orang , demikian¬lah semua ucapannya. Tidak melakukan hal yang tidak ada gunanya, dia menahan (diri) dari hal-hal yang tidak berguna. Dia adalah seseorang yang berbicara pada saat yang tepat, sesuai dengan kenyataan, mengenai tujuan, mengenai Dhamma , mengenai disiplin . Dia benar-benar mengucapkan yang berguna , oppor¬tune similes, penuh dengan tujuan (baik) , berhubungan dengan tujuan (baik) . Apabila perilaku ucapan ini diikuti , yang mulia, keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat , ketika (Sang Guru berkata : ' Aku, wahai para Bhikkhu, mengatakan bahwa perila¬ku ucapan ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti; dan terdapat perbedaan pada perilaku ucapan ini ', ini diucapkan sebagai acuan untuk (menjelaskan) ini.
"Aku, wahai para Bhikkhu, mengatakan bahwa perilaku pikiran ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti ; dan terdapat perbedaan pada perilaku mental ini '. Ini dikatakan oleh Sang Guru. Berdasarkan pada apa yang telah dikatakan oleh Yang Mulia, apabila sikap mental tertentu diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat, keadaan pikiran yang terkendali berkurang, sikap mental seperti ini tidak untuk diikuti . Yang Mulia , apabila perilaku mental tertentu diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat , perilaku mental seperti ini adalah untuk diikuti.
Jadi perilaku mental apakah , Yang Mulia , seseorang (mesti) ikuti di mana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat padanya, keadaan piki¬ran yang terkendali berkurang? Menjelaskan ini , Yang Mulia, seseorang yang serakah : dia mengangkangi sesuatu yang merupakan milik orang lain , berpiki¬ran : O mungkin itu merupakan milikku lainnya ; ia jahat dalam pikirannya , busuk dalam pikiran dan tujuannya , dan berpikir : Biarkanlah ini dibunuh atau dicincang atau dibasmi atau dimusnahkan atau mungkin mereka tidak ada benar-benar. Apabila jenis perilaku mental seperti ini diikuti , yang mulia, keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat, keadaan pikiran yang terkenda¬li berkurang .
Jadi perilaku mental seperti apa, yang mulia, seseorang (mesti) ikuti dimana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang padanya, keadaan piki¬ran yang terkendali berkembang pesat. Menjelaskan ini, seseorang tidak sera¬kah; dia tidak mengangkangi milik orang lain, berpikir:'O .. itu mungkin milikku yang lain'dia tidak serakah dalam pikiran , tidak jahat dalam pikiran dan tujuan,tetapi berpikir :'Biarlah seperti adanya, bebas dari permusuhan,damai , aman dan bahagia, berharap seperti dirinya'.Apabila perila¬ku mental ini diikuti,keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat. Ketika Sang Guru berkata :"Aku, Bhikkhu sekalian, mengatakan bahwa perilaku mental ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti; dan terdapat perbedaan padanya,'ini telah diucapkan untuk menjelaskan hal tersebut.
'Aku, wahai para Bhikkhu, mengatakan bahwa timbulnya pikiran ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti;dan terdapat perbedaan pada timbulnya pikiran ini.'Ini telah dikatakan oleh Sang Guru sebagai acuan pada apa yang telah diucapkan.Yang Mulia, apabila sikap tertentu dari timbulnya pikiran diikuti dan .....keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang ,keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat , timbulnya pikiran seperti ini adalah untuk diikuti.
Maka timbulnya pikiran manakah , yang mulia , seseorang (mesti) ikuti dimana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat padanya, keadaan pikiran yang terkendali berkurang? Untuk menjelaskan ini , seseorang yang serakah seseorang yang serakah , hidup dengan pikirannya yang dihentikan dari keserakahan ; ia adalah seseorang yang jahat dan hidup dengan pikirannya yang given over pada kejahatan ; dia adalah seseorang yang suka menganiaya, kejam dan hidup dengan pikirannya given over pada kekejaman .Apabila jenis dari keberadaan pikiran seperti ini diikuti, Yang Mulia, keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat , keadaan pikiran yang terkendali berkurang.
Dan timbulnya pikiran seperti apakah , Yang Mulia, seseorang (mesti) ikuti di mana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang padanya, [51] keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat ? Untuk menjelaskan ini, Yang Mulia, seseorang tidak serakah dan tidak hidup dengan pikirannya given over pada keserakahan ; dia tidak jahat.... dia tidak kejam dan tidak hidup dengan pikirannya given over pada kekejaman. Jika keberadaan pikiran seperti ini diikuti , yang mulia, keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat.Ketika Sang Guru berkata :" Aku, wahai para Bhikkhu, mengatakan bahwa keberadaan pikiran ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti ; dan terdapat perbedaan pada keberadaan pikiran ini ', ini dikatakan untuk menjelaskan (pertanyaan) ini.
'Aku, wahai para Bhikkhu,mengatakan bahwa anggapan pendapat ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti; dan terdapat perbedaan pada assumsi pendapat ini .Ini telah dikatakan oleh Sang Guru sebagai acuan pada apa yang telah diucapkan .Yang Mulia, apabila asumsi pendapat tertentu diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang,keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat , jenis anggapan pendapat seperti ini adalah untuk diikuti.
Dan anggapan pendapat apakah ,Yang Mulia, seseorang (mesti) ikuti, di mana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat padanya, keadaan piki¬ran yang terkendali berkurang? Untuk mengacu ini ,Yang Mulia , seseorang yang serakah dan hidup dengan persepsinya given over pada keserakahan ; ia adalah seseorang yang jahat dan hidup dengan persepsinya given over pada kejahatan ; ia adalah kejam dan hidup dengan persinya given over pada kekejaman .Apabila asumsi pendapat seperti ini diikuti, yang mulia, keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat , keadaan pikiran yang terkendali berkurang.
Asumsi pendapat seperti apa, Yang Mulia, seseorang (mesti) ikuti di mana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang padanya,keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat? Untuk mengacu ini , Yang Mulia, seseorang tidak serakah dan tidak hidup dengan persepsinya given over pada keserakahan .Dia tidak jahat .... dia tidak kejam dan tidak hidup dengan persepsinya given over pada kekejaman .Apabila asumsi persepsi seperti ini diikuti, Yang Mulia, keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terken¬dali berkembang pesat.Ketika Sang Guru berkata;"Aku,wahai para Bhikkhu , menga¬takan bahwa anggapan persepsi ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti dan terdapat perbedaan pada anggapan persepsi ini , ini telah diucapkan sebagai acuan terhadap penjelasan ini.
[52]Aku, wahai para Bhikkhu, mengatakan bahwa anggapan sudut pandang ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti; dan terdapat perbedaan pada anggapan sudut pandang ini.
Ini telah diucapkan oleh Sang Guru sebagai acuan pada apa yang telah dikata¬kan . Yang Mulia , apabila anggapan sudut pandang tertentu diikuti dan ... keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terken¬dali berkembang pesat, anggapan sudut pandang seperti ini adalah untuk diiku¬ti.
Dan asumsi pandangan apa, Bhante, seseorang ikuti di mana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat padanya, keadaan pikiran yang terkenda¬li berkurang ?Untuk menjelaskan ini, seseorang seperti pandangan ini : " Tidak ada hasil dari pemberian(1) , tidak ada (hasil dari) penawaran, tidak ada (hasil dari) pengorbanan ; tidak ada buah atau hasil dari tindakan yang dilak¬ukan dengan baik atau dilakukan dengan lebih buruk ; bukan di dunia ini , bukan di luar dunia; tidak ada (keuntungan dari pelayanan) ibu, tidak ada (keuntungan dari pelayanan) ayah ; tidak ada keberadaan yang spontan; tidak ada dunia yang terisolasi dan Brahman-brahman yang faring rightly,tindakan dengan benar, dan yang memberitahukan dunia ini dan dunia luar, telah menyadarkan mereka dengan maha pengetahuannya." Apabila asumsi pandangan seperti ini diikuti, Yang Mulia, keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat, keadaan pikiran yang terkendali berkurang.
Dan asumsi pandangan apakah , Yang Mulia, seseorang (mesti) ikuti , dimana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang padanya, keadaan piki¬ran yang terkendali berkembang pesat.? Untuk menjelaskan ini seseorang yang merupakan sudut pandang ini adalah : ' terdapat (hasil dari) pemberian .... terdapat kesunyian duniadan brahmana-brahmana ... yang memberitahukan dunia ini dan luar dunia , telah menyadarkan mereka dengan maha pengetahuannya'.Apabila asumsi pandangan seperti ini diikuti , Yang Mulia, keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang , keadaan pikiran yang terken¬dali berkembang pesat. Ketika Sang Guru berkata :" Aku, wahai para Bhikkhu, mengatakan bahwa asumsi pandangan ada dua jenis, dan terdapat perbedaan pada asumsi pandangan ini.; ini telah diucapkan sebagai acuannya" Aku, wahai para Bhikkhu, mengatakan bahwa anggapan pribadi ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti, dan terdapat perbedaan pada anggapan pribadi ini". Ini telah diucapkan oleh Sang Guru sebagai acuan pada apa yang telah diucapkan.Yang Mulia, apabila asumsi individualitas tertentu (53) diikuti dan .... keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang , keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat, anggapan pribadi seperti ini adalah untuk diikuti.
Anggapan pribadi seperti apakah , seseorang ikuti, di mana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat padanya, keadaan pikiran yang terkenda¬li berkurang. Apabila disana terdapat anggapan pribadi yang merugikan (1) , Yang Mulia, karena uncompleted state of production,(2), keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat , keadaan pikiran yang terkendali berkurang.
Anggapan pribadi seperti apa, Yang Mulia, seseorang (mesti) ikuti , dimana keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang padanya,keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat? Apabila terdapat anggapan pribadi yang lemah lembut(3), Yang Mulia, karena uncompleted state of production,pikiran yang tidak terkendali berkurang, pikiran yang terkendali berkembang pesat. Ketika Sang Guru berkata:"Aku, wahai para Bhikkhu, mengatakan bahwa anggapan pribadi ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti, dan terda¬pat perbedaan pada anggapan pribadi ini, ini diucapkan untuk menjelaskan pertanyaan ini. Aku, Yang Mulia, telah mengerti ini arti sepenuhnya dari apa yang telah diucapkan sepintas oleh Sang Guru, tetapi yang mana arti yang belum diterangkan secara penuh.
" Bagus, Sariputta, bagus. Bagus, bahwa kau,Sariputta, telah mengerti ini, menjadi arti sepenuhnya dari apa yang telah Kuucapkan sepintas, tetapi yang mana arti yang belum diterangkan sepenuhnya."
"Aku,wahai Bhikkhu sekalian, mengatakan bahwa perilaku tubuh ada dua macam, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti; terdapat perbedaan pada perilaku tubuh ini.' Ini telah dikatakan olehKu.Sebagai acuan pada apa yang telah dikatakan? Sariputta, apabila sikap tertentu dari perilaku tubuh diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat, keadaan pikiran yang terkendali berkurang, perilaku tubuh seperti ini adalah tidak untuk diikuti... (seperti diatas, dari perilaku tubuh keasumsi individualitas, dengan perubahan-perubahan yang perlu dari Sariputta untuk Yang Mulia dan dikatakan olehKu untuk dikatakan oleh Sang Guru.... [54]...[55].... ketika aku berkata : "Aku, wahai para Bhikkhu, mengatakan bahwa asumsi individualitas ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti ; dan terdapat perbedaan pada anggapan pribadi ini,'ini diucapkan untuk menjelaskan ini.Demikianlah ,Sariputta, seharusnya mengerti dalam arti yang sepenuhnya apa yang telah diucapkan olehku sepintas.
Dan Aku, wahai Sariputta, mengatakan bahwa bentuk material yang dapat dikenali lewat mata ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti, Dan Aku, Sariputta, mengatakan bahwa suara yang dapat dikenali melalui telinga... bau yang bisa dikenali melalui hidung.... rasa yang bisa dikenali melalui lidah... obyek-obyek nyata yang dapat dirasakan/dikenali melalui tubuh.... keadaan mental yang dapat dikenali melalui pikiran ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti."
Ketika ini telah (selesai) diucapkan ,Bhante Sariputta berkata kepada Sang Guru :"Aku, Yang Mulia, telah mengerti ini sepenuh arti mengenai apa-apa yang telah Sang Guru ucapkan sepintas, tetapi arti yang mana yang belum diter¬angkan sepenuhnya :'Aku, Sariputta, mengatakan bahwa bentuk material yang dapat dikenali melalui mata ada dua jenis,[56] satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti.'Ini telah diucapkan oleh Sang Guru. Mengacu pada apa yang telah diucapkan? Yang Mulia, apabila bentuk material tertentu yang dapat dikenali melalui mata diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat, keadaan pikiran yang terkendali berkurang,bentuk material yang dapat dikenali melalui mata ini tidak untuk diikuti.Akan tetapi apabila , bentuk material tertentu yang dapat dikenali melalui mata diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat, bentuk material yang dapat dikenali melalui mata seperti ini adalah untuk diikuti. Ketika Sang Guru berkata:'Aku, Sariputta, mengatakan bahwa bentuk material yang dapat dikenali melalui mata ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti,'ini telah diucapkan untuk menjelaskan ini.
(Berulang untuk suara.... bau....[57].... rasa... obyek-obyek nyata.... keadaan-keadaan pikiran)....[58]... ketika Sang Guru berkata: Aku, Sariputta, mengatakan bahwa keadaan batin yang dapat dikenali melalui pikiran ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti,'Ini telah diucapkan untuk mengacu ini.Aku, Yang Mulia, telah mengerti sepenuh arti ini pada apa-apa yang telah diucapkan sepintas oleh Sang Guru, tetapi arti yang mana yang belum diterangkan sepenuhnya."
"Bagus, Sariputta, Bagus. Bagus bahwa kau,Sariputta, telah mengerti ini menjadi arti sepenuhnya pada apa yang telah sepintas kuucapkan, tetapi yang mana yang belum diterangkan sepenuhnya... (Ulangan diatas dari bentuk material kekeadaan batin yang dapat dikenali melalui pikiran)... ketika aku mengatakan:'Aku, Sariputta, mengatakan bahwa keadaan batin yang bisa dikenali melalui pikiran ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti,'ini telah diucapkan untuk mengacu ini. Demikianlah Sariputta,sebaik¬nya mengerti pada apa-apa yang telah sepintas Kuucapkan.
Dan Aku, wahai Sariputta, mengatakan bahwa bahan pakaian ada dua jenis, satu untuk diikuti dan lainnya tidak untuk diikuti, dan aku, wahai Sariputta , mengatakan bahwa sedekah... penginapan.... desa.... market town .... kota ..... country district..... orang ada dua jenis, satu untuk dicontoh dan lainnya tidak untuk dicontoh."
[59] Ketika ini telah diucapkan, Bhante Sariputta berkata pada Sang Guru :"Aku, wahai Yang Mulia, telah mengerti ini sepenuh arti dari apa yang telah sepintas diucapkan oleh Sang Guru, tetapi arti yang mana yang belum diucapkan sepenuhnya:"Dan Aku, wahai Sariputta, mengatakan bahwa bahan pakaian..... sedekah ..... penginapan... desa .... market town .... kota .... country district ... orang ada dua jenis, satu untuk dicontoh dan lainnya tidak untuk dicontoh.' Hal ini telah diucapkan oleh Sang Guru.Mengacu pada apa yang telah diucapkan? Yang Mulia, apabila jenis tertentu dari bahan pakaian... sedekah ... penginapan .... desa... market town ... kota .... country district ... orang, diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkem¬bang pesat, keadaan pikiran yang terkendali menurun, sedekah ... orang terse-but tidak untuk dicontoh, akan tetapi jika, bahan pakaian ... orang tertentu diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali menurun, keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat , sedekah ... orang tersebut adalah untuk diikuti. Ketika Sang Guru berkata :"Aku, wahai Sariputta, mengatakan bahwa bahan pakaian... orang ada dua jenis, satu untuk dicontoh dan lainnya tidak untuk dicontoh",ini telah dikatakan untuk mengacu pada ini. Aku, wahai Yang Mulia , telah mengerti ini sepenuh arti mengenai apa yang telah dikatakan sepintas oleh Guru, tetapi arti yang mana , yang belum diterangkan sepenuhnya."
"Bagus, Sariputta, bagus. Adalah baik untukmu, Sariputta, telah mengerti arti ini sepenuhnya mengenai apa yang telah sepintas Aku terangkan,tetapi yang mana yang belum dijelaskan sepenuhnya."
"Aku, wahai Sariputta, mengatakan bahwa bahan pakaian .... [60].... sede¬kah.... penginapan..... desa ..... market town .... kota.... country district .... manusia... ada dua jenis, satu untuk dicontoh dan lainnya tidak untuk dicontoh."Ini telah Kuucapkan. Mengacu pada apa yang telah diucapkan, Sariputta, apabila jenis tertentu dari robe material ...... orang , diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkembang pesat, keadaan pikiran yang terkendali berkurang, jenis robe material... orang tersebut tidak untuk diikuti. Akan tetapi, wahai Sariputta, jenis tertentu dari robe material... orang diikuti dan keadaan pikiran yang tidak terkendali berkurang, keadaan pikiran yang terkendali berkembang pesat, robe material ... orang tersebut adalah untuk diikuti.Ini telah Kuucapkan , wahai Sariputta, diucapkan untuk menjelaskan ini..Demikianlah , Sariputta, sebaiknya mengerti sepenuh arti apa yang telah sepintas Kuucapkan.
Kemudian, wahai Sariputta, apabila seluruh nobles, ....seluruh Brahman...seluruh pedagang dapat mengerti sepenuh arti mengenai apa yang telah sepintas Kuucapkan, untuk waktu yang lama itu akan menjadi kemakmuran dan kebahagiaan baginya.Dan, wahai Sariputta, apabila dunia dengan dewa-dewa, dengan Mara, Brahma, dan apabila generations of recluses dan Brahman-brahman, dewa-dewa, dan manusia dapat mengerti sepenuhnya apa yang telah sepintas Kuucapkan, untuk waktu yang lama itu akan menjadi kemakmuran dan kebahagiaan bagi mereka."
[61] Demikian ucapan Sang Guru. Menyenangkan, Bhante Sariputta rejoiced pada apa yang telah diucapkan Sang Guru. Pembicaraan mengenai apa yang untuk diikuti dan tidak untuk diikuti Ke empat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar