Selasa, 16 Maret 2010

Lomasakangiyabhaddekarattasutta

Lomasakangiyabhaddekarattasutta
(134)


Demikian telah saya dengar: Pada suatu ketika Sang Bhagava menetap di dekat Savatthi di Hutan Jeta di vihāra Anathapindika. Pada saat itu bhante Lomasakangiya 1 juga menetap diantara para suku Sakya di dekat Kapilavatthu di taman Nigrodha. Kemudian, ketika hari larut malam, dewa 2 Candana, menerangi seluruh taman Nigrodha dengan cahayanya yang indah, mendekati bhante Lomasakangiya; dan setelah dekat, dia berdiri di satu sisi. Setelah dia berdiri di satu sisi, dewa Candana berbicara kepada bhante Lomasakangiya demikian:

"Bhikkhu, apakah anda ingat penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan?"

[200] "Saya, kawan, tidak ingat penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan. Tetapi, kawan, apakah anda ingat penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan?"

"Saya juga, bhikkhu, tidak ingat baik penjelasan maupun pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan. Tetapi, bhikkhu, apakah anda ingat tentang ayat-ayat Keberuntungan?"

"Saya, kawan, tidak ingat tentang ayat-ayat Keberuntungan. Tetapi, kawan, apakah anda ingat tentang ayat-ayat Keberuntungan?"

"Saya, bhikkhu, ingat tentang ayat-ayat Keberuntungan".

"Tetapi bagaimana itu 3 bahwa anda, kawan, ingat tentang ayat-ayat Keberuntungan?"

1 MA. v. 6 menerangkan bahwa Orang tua tersebut bernama Anga, tetapi karena tubuhnya sedikit berbulu maka dia dikenal sebagai Lomasakangiya. Cerita mengenai dia ada pada Thag. 27, dan pada Thag A.i.89f. diceritakan bahwa didalam kehidupannya yang lampau dia ingin menceritakan sutta Bhaddekaratta. Lihat Ap.ii.504f. dimana baik cerita pada masa lampau maupun sekarang berbeda di dalam rinciannya.


2 devaputta. Sebagaimana dia dikenal dengan nama yang sama, Candana, sebagai seorang upasaka yang kaya raya di zaman Buddha Kassapa, MA.v.7. Lihat M.L.S.i.183.

3 yathakatham dharesi. Hal ini dapat diterjemahkan sebagai "apakah anda ingat sesuai dengan apa yang telah dikatakan," yaitu apakah anda ingat tentang ayat-ayat Keberuntungan sesuai dengan bagaimana ayat-ayat tesebut diucapkan? Hal ini sungguh penting untuk mengetahui apakah ayat-ayat tersebut telah diucapkan dengan tepat, sebagai bagian yang saling bersambungan, yang dihubungkan dengan satu tujuan. Hal tersebut di atas dapat dibenarkan walaupun kalimat-kalimat berikutnya muncul sebagai jawaban terhadap sebuah pertanyaan di dalam sebuah bentuk tertentu. Cf. yathakatham sandassesi, dll., pada M.iii.190 di atas.


"Pada suatu ketika, bhikkhu, Sang Bhagava menetap diantara alam Tiga Puluh Tiga Dewa di akar Pohon Karang di atas batu 4 berhias. Sementara Ia disana, Sang Bhagava berbicara mengenai penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan kepada para dewa dari alam Tiga Puluh Tiga demikian:

"Yang sudah berlalu janganlah dilanjutkan, dan yang akan datang janganlah diharapkan.
Yang lalu sudah hilang dan yang akan datang belum datang.
Tetapi barang siapa mempunyai pandangan tentang sesuatu persoalan saat ini baik disini maupun disana.
Mengetahui bahwa hal itu tidak berubah, teguh, biarkan dia mengembangkannya.
Kerjakanlah sesuatu dengan keras dan penuh tanggung jawab. Siapa tahu bahwa dia akan meninggal esok hari?
Tidak ada tawar menawar dengan kematian.
Maka lakukanlah dengan tekun, tak merasa lelah baik siang dan malam,
Dia patut disebut "Keberuntungan", yang digambarkan sebagai seorang bijaksana dalam damai."

4 pandukambalasila, biasanya adalah nama singgasana dari Sakka. Pandukambala adalah sebuah selimut wol yang berwarna merah, dalam hal ini seperti warna dari setumpuk kembang jayasumara (kegembiraan atas Kemenangan). Menurut MA.v.7 Sang Buddha pergi menetap di alam Tiga Puluh Tiga Dewa tujuh tahun setelah mencapai Penerangan Sempurna dan setelah beliau menunjukkan keajaiban kembar, dan menetap disana selama satu tahun.


Demikianlah saya, bhikkhu, ingat ayat-ayat Keberuntungan. Apakah anda, bhikkhu, belajar 5 mengenai penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan; apakah anda, bhikkhu, menguasai 6 penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan; apakah anda, bhikkhu, ingat 7 penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan. Penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan, bhikkhu, dihubungkan dengan suatu tujuan, yang mana sangat mendasar dalam kehidupan Brahma."

5 Duduk dengan tenang sambil mendengarkan berarti "dia belajar," MA.v.8.

6 Berlatih secara keras berarti "dia menguasainya."

7 Berbicara kepada yang lainnya berarti "dia mengingatnya."


Demikian pembicaraan dewa Candana; setelah pembicaraan selesai, dia menghilang seketika itu juga. Kemudian bhante Lomasakangiya menjelang larut malam itu, setelah mempersiapkan tempat tinggalnya, berangkat menuju ke Savatthi, membawa mangkuk dan jubahnya. [201] Dengan berjalan kaki, dia mendekati Savatthi, Hutan Jeta, vihara Anathapindika dan Sang Bhagava; setelah mendekati dan memberi salam Sang Bhagava, dia duduk pada suatu jarak dengan hormatnya. Selagi dia duduk pada suatu jarak dengan hormatnya bhante Lomasakangiya berbicara demikian kepada Sang Bhagava:

"Pada suatu ketika, Yang Mulia, saya menetap diantara para suku Sakya dekat Kapilavatthu di taman Nigrodha. Kemudian, Yang Mulia, ketika hari larut malam seorang dewa, menerangi seluruh taman Nigrodha dengan cahayanya yang indah, mendekati saya dan, setelah dekat, dia berdiri di satu sisi. Setelah dia berdiri di satu sisi, dewa itu berbicara kepada saya demikian: "Bhikkhu, apakah anda ingat penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan? 'Setelah perkataan itu saya, Yang Mulia, berkata demikian kepada dewa tersebut: "Saya, kawan, tidak ingat penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan. Tetapi, kawan, apakah anda ingat penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan? "Saya juga, bhikkhu ... Penjelasan maupun pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan, bhikkhu, dihubungkan dengan tujuan, yang mana sangat mendasar dalam kehidupan Brahma.' Setelah dewa itu berkata demikian, Yang Mulia, dia menghilang seketika itu juga. Sangatlah baik, Yang Mulia, jika Sang Bhagava mengajarkan saya penjelasan dan pemeriksaan yang terperinci tentang Keberuntungan."

"Tetapi apakah anda, bhikkhu, tahu dewa ini?"

"Saya, Yang Mulia, tidak tahu dewa itu."

"Dewa ini, bhikkhu, disebut Candana. Dewa Candana, bhikkhu, setelah menerapkan, setelah menjaga, dan setelah meng-konsentrasikan semua pikirannya, mendengarkan Dhamma dengan kuping 8) yang siap sedia. Baiklah, bhikkhu, dengarkan, ikuti dengan baik-baik karena Saya akan berbicara."

8 Seperti pada M.i.325., yang dapat dilihat untuk referensi lebih lanjut.


"Baik, Yang Mulia," jawab bhante Lomasakangiya. Sang Bhagava berbicara demikian:

"Yang sudah berlalu janganlah dilanjutkan, dan yang akan datang janganlah diharapkan.
'... (seperti di atas) ...
Dia patut disebut "Keberuntungan", yang digambarkan sebagai seorang bijaksana dalam damai."

Dan bagaimana, bhikkhu, seseorang melanjutkan sesuatu yang sudah berlalu? Dia berpikir: 'Demikianlah bentuk jasmaniah saya dikehidupan yang lampau ... demikianlah perasaan saya ... pandangan ... kecenderungan-kecenderungan kebiasaan ... demikianlah kesadaran saya dikehidupan yang lampau dan disanalah mencari kesenangan. Demikianlah, bhikkhu, seseorang melanjutkan sesuatu yang sudah berlalu.

[202] Dan bagaimana, bhikkhu, seseorang tidak melanjutkan sesuatu yang sudah berlalu? ...

Dan bagaimana, bhikkhu, seseorang mengharapkan yang akan datang? ... (seperti di dalam Percakapan No. 131) ... Demikianlah, bhikkhu, seseorang yang tidak melarikan diri dari saat-saat sekarang.

"Yang sudah berlalu janganlah dilanjutkan, dan yang akan
datang janganlah diharapkan.
'... ... ...
Dia patut disebut "Keberuntungan", yang digambarkan sebagai seorang bijaksana dalam damai."

Demikianlah apa yang dikatakan oleh Sang Bhagava. Bhante Lomasakangiya merasa gembira dengan apa yang telah dikatakan oleh Sang Bhagava.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar