Selasa, 16 Maret 2010

GHOTAMUKKHA SUTTA

GHOTAMUKKHA SUTTA
94

1. Demikianlah yang saya dengar.
Pada suatu waktu Bhikkhu Udena sedang berada di Khe-miyambavana, Baranasi.

2. Pada saat itu Brahmana Ghotamukha telah tiba di Baran¬asi untuk beberapa urusan dan hal-hal lainnya. Sementara ia melaksanakan cankamana (meditasi dengan berjalan), ia tiba di Khemiyambavana. Ketika itu Bhikkhu Udena sedang melakukan cankamana di tempat terbuka. Kemudian Brahmana Gotamukha menemui Bhikkhu Udena, lalu mereka saling memberi salam. Kemudian, ketika pembicaraan yang sopan dan ramah ini sele¬sai, ia dan Bhikkhu Udena melanjutkan cankamana, lalu ia berkata kepada Bhikkhu Udena: "Samana, tidak ada petapa pengembara yang sesuai dengan dhamma, begitulah pendapat saya; walaupun tanpa melihat kebaikkan pada dirimu, itu sesuai dengan dhamma."

3. Ketika hal ini dikatakan, Bhikkhu Udena mengalihkan langkahnya dan pergi ke tempat tinggalnya, di sana ia duduk di tempat yang telah tersedia. Ghotamukha juga mengalihkan langkahnya dan pergi ke tempat tinggal itu, di situ ia berdiri di samping. Kemudian Bhikkhu Udena berkata kepada¬nya: "Brahmana, ada banyak tempat duduk, silakan duduk jika anda mau."

"Saya tidak duduk karena saya sedang menunggu Udena (untuk bicara); bagaimana seharusnya orang tidak diundang seperti saya duduk di tempat duduk ?"

4. Kemudian ia duduk di tempat duduk yang lebih rendah yang ada di samping. Setelah duduk, ia berkata: "Petapa, tidak ada petapa pegembaraan yang sesuai dengan dhamma, begitulah pendapat saya, walaupun tanpa melihat kebaikan pada dirimu, itu sesuai dengam dhamma."

"Brahmana, jika kamu pikir ada pernyataan saya yang harus disetujui, setujuilah; jika kamu pikir ada pernyataan yang harus ditentang, tentanglah; jika kamu tidak tahu arti dari pernyataan saya, tanyailah saya lebih banyak tentang hal tersebut: 'Inilah pernyataan Udena, apa artinya?' Dalam hal ini kita dapat membicarakan hal ini."

"Udena, jika saya pikir ada pernyataan Udena yang dapat disetujui, saya akan menyetujuinya; jika saya pikir pernyataan itu harus di tentang, saya akan menentangnya; jika saya tidak tahu arti dari pernyataan Udena, saya akan menanyakannya kepada Udena lebih banyak tentang hal itu: 'Inilah pernyataan Udena, apakah artinya?' Dalam hal ini kita dapat membicarakan hal ini."

5. "Brahmana, ada 4 macam sifat orang dalam dunia ini. Apakah ke empat sifat itu ?

Ada orang yang menyiksa dirinya sendiri, tertarik dalam penyiksaan diri sendiri.

Ada orang yang suka menyiksa orang lain, tertarik dalam penyiksaan orang lain.

Ada orang yang suka menyiksa dirinya sendiri, terta¬rik dalam penyiksaan diri sendiri, juga ia menyiksa orang lain, tertarik dalam penyiksaan orang lain.

Ada orang yang tidak ingin menyiksa dirinya sen¬diri, tidak tertarik dalam penyiksaan dirinya sendiri, ia pun tidak menyiksa orang lain, tidak tertarik dalam penyik¬saan orang lain; karena ia tidak menyiksa diri sendiri maupun orang lain, di sini dan sekarang ia tidak kepana¬san, padam, dingin, ia hidup mengalami kesenangan seperti seseorang yang menjadi brahma dalam dirinya.

Yang mana dari keempat jenis orang ini yang kamu hargai menurut pendapatmu, brahmana ?"

"Bhante, ke tiga sifat pertama menurut pendapatku tidak dapat saya hargai, tetapi yang terakhir dapat saya hargai."

6. "Brahmana, tetapi mengapa menurut pendapatmu, ke tiga jenis sifat orang itu tidak anda hargai?"

"Bhante, orang yang menyiksa diri sendiri, tertarik dalam penyiksaan dirinya sendiri dan menyiksa dirinya, ingin mendapatkan kesenangan dan takut sakit; itulah sebabnya mengapa menurut pendapat saya orang seperti itu tidak saya hargai. Orang yang suka menyiksa orang lain, tertarik menyiksa orang lain, menyiksa dan mengganggu orang lain, ingin kesenangan dan takut sakit; itulah sebabnya mengapa menurut pendapat saya orang seperti itu tidak saya hargai. Orang ketiga yang menyiksa dirinya, tertarik dalam penyik¬saan diri dan menyiksa orang lain, tertarik dalam penyik¬saan lain-lain, juga sifat orang ini ingin mendapat kesenan¬gan dan takut sakit; itulah sebabnya mengapa menurut penda¬pat saya orang seperti ini tidak saya hargai. Tetapi orang yang tidak menyiksa dirinya, tidak tertarik menyiksa diri dan tidak menyiksa orang lain, juga tidak tertarik menyiksa orang-orang lain, karena ia tidak menyiksa dirinya maupun orang lain, orang inilah, di sini dan sekarang ia tidak panas, padam, dingin, menjadi brahma dalam dirinya, ia hidup dengan menyenangkan. Itulah sebabnya mengapa menurut penda¬pat saya orang seperti ini saya hargai.

7. Brahmana, ada 2 macam kelompok (parisa). Apakah dua kelompok itu? Ada kelompok yang ingin permata dan anting-anting, mencari pekerja wanita dan pria, mencari ladang dan tanah, mencari emas dan perak. Tetapi ada kelompok lain yang sama sekali tidak menginginkan permata dan anting-anting, meninggalkan istri dan anak-anak, meninggalkan pekerjaanya, laki dan perempuan, meninggalkan ladang-ladangnya dan tanah¬nya, meninggalkan emas dan perak, meninggalkan kehidupan berumah-tangga menjadi tak berumah-tangga. Juga kelompok ini tidak menyiksa diri mereka, tidak tertarik menyiksa orang lain; kelompok ini, karena mereka tidak menyiksa diri mereka dan orang lain, maka di sini dan sekarang mereka tidak panas, padam, dingin dan telah menjadi brahma dalam dirinya, mereka hidup dengan menyenangkan. Dari dua macam kelompok ini, mana yang sering kamu lihat, brahmana?"

"Saya sering melihat orang-orang dalam kelompok kedua, Udena."

8. "Brahmana, sekarang kami mengerti kata-kata anda: 'Samana, tidak ada petapa pengembara yang sesuai dengan dhamma, begitulah pendapat saya; walaupun tanpa melihat kebaikan pada dirimu, itu sesuai dengan dhamma."

"Udena, tentu saja, agar hal itu untuk dipelajari, bahwa pernyataan itu saya yang lakukan. Ada petapa pengemba¬raan yang sesuai dengan dhamma, begitulah pendapat saya, harap Bhikkhu Udena ingat saya yang mengatakannya. Seka¬rang, adalah tepat bagi Udena untuk menerangkan secara rinci tentang empat macam orang yang telah disebutkan secara singkat tadi."

9. "Brahmana, dengarkan dan perhatikanlah dengan seksama apa yang saya akan katakan."

"Ya,", jawabnya. Selanjutnya, Bhikkhu Udena berkata:

10-31. Brahmana, apakah orang yang suka menyiksa diri¬nya, tertarik dalam penyiksaan diri sendiri ? Ada orang tertentu telanjang ... (seperti dalam Kandaraka Sutta 8-29) ... menjadi brahma dalam dirinya, ia hidup dengan menye¬nangkan.

32. Setelah hal ini telah dikatakan, Brahmana Ghotamukha berkata kepada Bhikkhu Udena: "Mengagumkan, Bhante Udena! Luar biasa, Bhante Udena! Dhamma telah dijelaskan dalam berbagai cara oleh Bhante Udena seolah-olah ia menegakkan apa yang telah terjatuh, memperlihatkan apa yang tersem¬bunyi, menunjukkan jalan bagi mereka yang tersesat, membawa lampu di kegelapan agar orang-orang dapat melihat benda-benda. Saya berlindung pada Bhante Udena, Dhamma dan Bhikkhu Sangha. Mulai hari ini biarlah Bhante Udena mengingat saya sebagai upasaka sepanjang hidupku."

33. "Brahmana, jangan berlindung kepadaku. Pergilah men¬cari perlindungan kepada Sang Bhagava yang juga menjadi pelindungku."

34. "Bhante, di manakah Sang Bhagava, Arahat Samma Sam-buddha berada sekarang ?"

"Brahmana, Sang Bhagava, Arahat Samma Sambuddha telah mangkat (paribbana)."

35. "Jika kami dengar bahwa Sang Buddha ada dalam jarak 10 yojana, kami akan pergi sejauh 10 yojana itu untuk menemui Sang Buddha, Arahat Samma Sambuddha. Jika kami mendengar bahwa Sang Buddha berada dalam jarak 20... 30... 40... 50... 100 yojana, kami akan pergi sejauh 100 yojana itu untuk menemui Sang Buddha, Arahat Samma Sambuddha. Tetapi karena Sang Buddha telah mangkat (parinibbana). Kami berlindung kepada Sang Buddha, Dhamma dan Bhikkhu Sangha. Mulai hari ini biarkan guru Udena mengingat saya sebagai seorang upasa¬ka selama hidupku."

36. "Bhante Udena, sekarang ada seorang raja dari Angga (yang) memberikan saya tunjangan secara teratur tiap hari; dari tunjangan itu saya akan memberikan tunjangan secara teratur kepada bhante."

"Brahmana, dalam bentuk apa raja Angga memberikanmu tunjangan secara teratur setiap hari?"

"Sebanyak 500 kahapanas (uang emas), Bhante."

"Brahmana, kami tidak diijinkan untuk menerima emas dan perak."

"Jika hal itu tidak diijinkan untuk bhante, saya akan membangun sebuah vihara untuk bhante."

"Jika kamu ingin membangun sebuah vihara untuk saya, bangunlah suatu ruangan untuk beribadah (upatthanasala) bagi Sangha di Pataliputta."

"Saya lebih puas dan gembira bahwa bhante menyarankan saya untuk memberikan dana kepada Sangha. Jadi, dengan tunjangan yang teratur ini dan tunjangan teratur lainnya, saya akan membangun sebuah ruangan tempat beribadah untuk sangha di Pataliputta."

Kemudian dengan tunjangan yang teratur itu (yang ia telah tawarkan kepada Bhikkhu Udena) dan tunjangan teratur lain Brahmana Ghotamukha membangun ruangan tempat ibadah bagi Sangha di Pataliputta. Sekarang tempat ini dikenal sebagai Ghotamukhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar