Selasa, 16 Maret 2010

BHUMIJASUTTA

BHUMIJASUTTA
126

Demikianlah yang saya dengar : Pada suatu waktu Sang Bhagava sedang berdiam dekat Rajagaha dalam Hutan Bambu pada tempat makanan tupai. Kemudian yang mulia Bhumija setelah berpakaian di pagi hari, membawa mangkuknya dan jubah, menuju ke tempat kedia¬man Pangeran Jayasena; setelah sampai, dia duduk pada tempat duduk yang telah disediakan. Dan Pangeran Jayasena mendekati yang mulia Bhumija; setelah sampai, Pangeran Jayasena bertukar salam dengan yang mulia Bhumija; setelah bercakap-cakap dalam persahabatan dan dengan cara yang sopan, Pangeran Jayasena duduk dalam suatu jarak penghormatan, Pangeran Jayasena berkata demi¬kian kepada yang mulia Bhumija :

"Bhumija yang baik, ada beberapa para pertapa dan para brahmana yang berkata demikian dan mereka berpandangan : Sean¬dainya seseorang memberikan makanan Brahma dengan suatu penghara¬pan, seseorang tidak mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya seseorang memberikan makanan Brahma dengan tanpa suatu penghara¬pan, seseorang tidak mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya seseorang memberikan makan Brahma bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, seseorang tidak mampu mendapatkan hasil.' Apa yang dikatakan oleh guru Bhumija yang baik mengenai hal ini, apa yang beliau jelaskan ?"

"Pangeran, saya tidak mendengarkan langsung dengan Sang Bhagava, saya juga tidak mempelajarinya langsung. Tetapi situasi ini adalah nyata, sehingga Sang Bhagava dapat menjelaskan hal ini demikian : Seandainya dengan suatu pengharapan, seseorang mem¬berikan makanan Brahma dengan kurang memperhatikan, seseorang tidak mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya, dengan suatu pengharapan ... dengan suatu pengharapan dan dengan bukan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, seseorang memberikan makanan brahma dengan kurang memperhatikan, seseorang mampu mendapatkan hasil. Pangeran, saya tidak mendengarkan langsung dari Sang Bhagava saya tidak memperlajarinya langsung. Tetapi situasi ini adalah nyata, sehingga Sang Bhagava dapat menjelaskan hal ini demikian."

"Seandainya guru Bhumija yang baik berkata demikian, menje¬laskan demikian, kelihatannya bagi saya, guru Bhumija yang baik menegakkan kepala dan bahunya di atas seluruh para pertapa dan para brahmana yang biasa." Kemudian Pangeran Jayasena memberikan hidangan nasi yang dimasak dengan susu miliknya kepada yang mulia Bhumija.

Kemudian yang mulia Bhumija, kembali dari berpindapatta, setelah menyantapnya, berangkat menuju tempat Sang Bhagava; setelah mendekati dan memberikan penghormatan kepada Sang Bhaga¬va, di duduk dalam suatu jarak penghormatan. Ketika dia duduk dalam jarak penghormatan, yang mulia Bhumija berkata demikian kepada Sang Bhagava :

"Yang Mulia Bhante, pada saat ini, saya setelah berpakaian di pagi hari ... menegakkan kepala dan bahunya dia atas seluruh para pertapa dan para brahmana yang biasa.' Yang Mulia Bhante, saya berharap pertanyaan yang demikian dan jaraban yang demikian, saya menyatakan dengan jujur, bahwa saya tidak salah dalam menge¬mukakan ajaran Sang Bhagava dengan apa yang bukan kenyataannya, tetapi menjelaskan dhamma yang sesuai dengan dhamma dan yang bukan sebagai laki-laki pengajar Dhamma, sebagai pemegang pan¬dangan-pandangan saya, menjadi posisi yang menimbulkan kesala¬han ?"

[140] "Bhumija, sesungguhnya pada saat pertanyaan demikian dan jawaban demikian, kamu telah menyatakan dengan jujur, kamu tidak salah dalam mengemukakan ajaran Sang Bhagava dengan apa yang bukan kenyataannya, kamu menjelaskan dhamma yang sesuai dengan dhamma dan yang bukan sebagai laki-laki pengajar dhamma, sebagai pemegang pandangan-pandangan kamu, menjadi posisi yang menimbulkan kesalahan ?

Bhumija, seandainya para pertapa dan para brahmana berpan¬dangan yang salah, beraspirasi yang salah, ucapan yang salah, cara dan kehidupan yang salah, usaha keras yang salah, kesadaran yang salah, konsentrasi yang salah, memberikan makanan brahma dengan suatu pengharapan, mereka tidak mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya mereka memberikan makanan brahma tanpa suatu pengharapan, mereka tidak mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya mereka memberikan makanan brahma dengan suatu pengharapan dan dengan bukan suatu pengharapan .. bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, mereka tidak mampu mendapatkan hasil. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, hal ini adalah bukan cara untuk mendapatkan hasil.

Bhumija, seperti seorang laki-laki berjalan ke sana-sini yang menginginkan minyak, mencari minyak, melihat-lihat siapa yang memiliki minyak, setelah menumpuk pasir ke dalam bak, harus menekannya sambil memercikinya terus menerus dengan air. Sekali¬pun dia mempunyai suatu pengharapan, dia akan tidak mampu menda¬patkan minyak dengan menumpuk pasir ke dalam bak, harus mene¬kannya sambil memercikinya terus menerus dengan air. Dan sekali¬pun dia tidak mempunyai suatu pengharapan ... dengan suatu pengharapan dan dengan bukan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, dia tidak akan mampu mendapatkan minyak dengan menumpuk pasir ke dalam bak, harus menekannya sambil memercikinya terus menerus dengan air. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah bukan cara untuk mendapatkan minyak. Bhumija, dengan cara yang sama, seandainya para pertapa dan para brahmana berpandangan salah ... konsentrasi yang salah, memberikan makanan brahma dengan suatu pengharapan ... tanpa suatu pengharapan ... dengan suatu pengharapan dan dengan bukan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, mereka tidak mampu mendapatkan hasil. [141] Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah bukan cara untuk menda¬patkah hasil.

Bhumija, seperti seorang laki-laki berjalan ke sana-sini yang menginginkan susu, mencari susu, melihat-lihat siapa yang memiliki susu, yang harus menarik susu dari sapi muda pada tan-duknya. Sekalipun dia mempunyai suatu pengharapan, dia tidak akan mampu mendapatkan susu dengan menarik susu dari sapi muda pada tanduknya. Dan sekalipun dia tidak mempunyai suatu pengharapan ... dengan suatu pengharapan dan dengan bukan suatu pengharapan ... baik dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak demgam suatu pengharapan, dia tidak akan mampu mendapatkan susu dengan menarik susu dari sapi muda pada bagian tanduknya. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah bukan cara untuk mendapatkah susu. Bhumija, dengan cara yang sama, seandainya para pertapa dan para brahmana berpandangan yang salah ... mereka tidak mampu mendapatkan hasil. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah bukan cara untuk mendapatkan hasil.

Bhumija, seperti seorang laki-laki berjalan ke sana-sini yang menginginkan mentega, mencari mentega, melihat-lihat siapa yang memiliki mentega, harus mengaduk-putar dadih susu itu dengan tongkat pengaduk. Sekalipun dia mempunyai suatu pengharapan, dia tidak akan mampu mendapatkan mentega dengan memerciki air ke dalam buli-buli dan mengaduk-putar dengan tongkat pengaduk. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah bukan cara untuk mendapatkan mentega. Bhumija, dengan cara yang sama, seandainya para pertapa dan para brahmana berpandangan yang salah ... mereka tidak mampu mendapatkan hasil. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah bukan cara untuk mendapatkan hasil.

Bhumija, seperti seorang laki-laki berjalan ke sana-sini yang menginginkan api, mencari api, melihat-lihat siapa yang memiliki api, membawa kayu bakar, harus menggosok-gosok dengan tongkat bagus yang basah (bersama dengannya). [142] Sekalipun dia mempunyai suatu pengharapan, dia tidak akan mamapu mendapat api dengan membawa kay bakar dan menggosok-gosok dengan tongkat bagus yang basah (bersama dengannya). Dan sekalipun dia di sini tidak mempunyai suatu pengharapan ... dengan suatu pengharapan dan bukan dengan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu oengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, dia tidak akan mampu mnedapatkan api dengan membawa kayu bakar dan menggosok-gosok dengan tongkat bagus yang basah (bersama den¬gannya). Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah bukan cara untuk mendapatkan api. Bhumija, dengan cara yang sama, seandainya para pertapa dan para brahmana berpandangan salah ... mereka tidak mampu mendapatkan hasil. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah bukan cara untuk mendapatkan hasil.

Tetapi Bhumija, seandainya para pertapa atau para brahmana berpandangan yang benar, aspirasi yang benar, ucapan yang benar, perbuatan yang benar, cara kehidupan yang benar, usaha keras yang benar, kesadaran yang benar, konsentrasi yang benar, memberikan makan brahma dengan suatu pengharapan, mereka mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya mereka memberikan makanan brahma dengan tanpa suatu peng harapan, mereka mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya mereka memberikan makanan brahma dengan suatu pengharapan dan bukan dengan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, mereka mampu mendapatkan hasil. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkan hasil.

Bhumija, seperti seorang laki-laki berjalan kesana-sini, yang menginginkan minyak, mencari minyak, melihat-lihat siapa yang memiliki minyak, setelah menumpuk benih minyak ke dalam bak, harus menekannya sambil memercikinya terus menerus dengan air. Seandainya dia mempunyai suatu pengharapan, dia akan mampu menda¬patkan minyak dengan menumpuk benih minyak ke dalam bak dan harus menekannya sambil memercikinya terus menerus dengan air. Apakah alsan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkan minyak. Dan sendainya dia tanpa dengan suatu pengharapan ... dengan suatu pengharapan dan bukan dengan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, dia akan mampu mendapatkan minyak dengan menumpuk benih minyak ke dalam bak dan harus menekannya sambil memerci-kinya terus menerus dengan air. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkan minyak. Bhumija, dengan cara yang sama, seandainya para pertapa atau para brahmana dengan pandangan yang benar ... konsentrasi yang benar, memberi¬kan makanan brahma dengan suatu pengharapan, [143] mereka mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya mereka memberikan makanan brahma tanpa dengan suatu pengharapan ... dengan suatu penghara¬pan dan bukan dengan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, mereka mampu mendapatkan hasil. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkan hasil.

Bhumija, seperti seorang laki-laki berjalan ke sana-sini yang menginginkan susu, mencari susu, melihat-lihat siapa yang memiliki susu, yang harus menarik susu dari sapi muda pada tan-duknya. Seandainya dia mempunyai suatu pengharapan, dia akan mampu mendapatkan suatu susu dengan menarik susu dari sapi muda pada puting susunya. Dan seandainya dia tanpa suatu pengharapan ... dengan suatu pengharapan dan bukan dengan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, dia akan mampu mendapatkan susu dengan menarik susu dari sapi muda pada puting susunya. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkan susu. Bhumija, dengan cara yang sama, seandainya para pertapa atau para brahma berpandangan yang benar ... memberikan makanan brahma dengan suatu pengharapan ... tanpa dengan suatu penghara¬pan ... dengan suatu pengharapan dan bukan dengan suatu penghara¬pan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, mereka mampu mendapatkan hasil. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkan hasil.

Bhumija, seperti seorang laki-laki berjalan ke sana-sini yang menginginkan mentega, mencari mentega, melihat-lihat siapa yang memiliki mentega, setelah memerciki dadih susu ke dalam buli-buli, harus mengaduk-putar dengan tongkat pengaduk. Sean-dainya dia mempunyai suatu pengharapan, dia akan mampu mendapat¬kan mentega dengan memerciki dadih susu ke dalam buli-buli dan mengaduk-putar dadih susu itu dengan tongkat pengaduk. Dan sean¬dainya dia tanpa suatu pengharapan ... dengan suatu pengharapan dan bukan dengan suatu pengharapan ... bukan denga suatu penghar¬apan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, dia akan mampu mendapatkan mentega dengan memerciki dadih susu ke dalam buli-buli dan mengaduk-putar dadih susu itu dengan tongkat penga¬duk. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkan mentega. Bhumija, dengan cara yang sama, seandainya para pertapa dan para brahmana berpandangan yang benar ... mem-berikan makanan brahma tanpa dengan suatu pengharapan ... dengan suatu pengharapan dan bukan dengan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, mereka mampu mendapatkan hasil. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkah hasil.

Bhumija, seperti seorang laki-laki berjalan ke sana-sini yang menginginkan api, mencari api, melihat-lihat siapa yang memiliki api, membawa kayu api, harus menggosok-gosok dengan tongkat bagus yang kering (bersama dengannya). Dan seandainya dia mempunyai suatu pengharapan, dia akan mampu mendapatkan api dengan membawa kayu api dan menggosok-gosok dengan tongkat kayu yang kering (bersama dengannya). Dan sendainya dia tanpa suatu pengharapan, dia akan mampu mendapatkan api dengan membawa kayu api dan menggosok-gosok dengan tongkat bagus yang kering (bersama dengannya). [144] Dan seandainya dia dengan suatu pengharapan dan bukan dengan suatu pengharapan ... bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak dengan suatu pengharapan, dia akan mampu mendapatkan api dengan membawa kayu baik dan dengan menggosok-gosok tongkat bagus yang kering (bersama dengannya). Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkan api. Bhumija, dengan cara yang sama, seandainya para pertapa atau para brahmana berpandangan yang benar ... konsentarsi yang benar, memberikan makanan brahma dengan suatu pengharapan, mereka mampu untuk mendapatkan hasil. Dan seandainya mereka memberikan makanan brahma tanpa suatu pengharapan, mereka mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya mereka memberikan makanan brahma dengan suatu pengharapan dan bukan dengan suatu pengharapan, mereka mampu mendapatkan hasil. Dan seandainya mereka memberikan makanan brahma bukan dengan suatu pengharapan dan juga bukan tidak demgan suatu pengharapan, mereka mampu mendapatkan hasil. Apakah alasan dari hal ini ? Bhumija, ini adalah cara untuk mendapatkan hasil.

Bhumija, seandainya empat perumpamaan ini terjadi padamu karena Pangeran Jayasena, Pangeran Jayasena tentu saja memper¬cayai kamu dan, setelah percaya, akan telah bertindak dengan perbuatan dari seseorang yang telah mendapatkan kepercayaan kepada kamu.

"Tetapi bagaimana dapat dengan empat perumpamaan bagi Pan¬geran Jayasena dapat terpikir oleh saya, Yang Mulia Bhante, melihat semua itu secara spontan, yang telah dikatakan oleh Sang Bhagava, dan belum pernah didengar sebelumnya ?

Demiikianlah yang Sang Bhagava katakan. Dalam kegembiraan, yang mulia Bhumija, senang dengan apa yang Sang Bhagava telah katakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar