VEKHANASSA SUTTA
(80)
[40] Demikian telah saya dengar: Pada suatu ketika Sang Bhagava menetap di Savatthi di Hutan Jeta di vihara Anathapindika. Lalu pengelana Vekhanassa1 mendekati Sang Bhagava; setelah dekat, dia menyapa Sang Bhagava; dan setelah bertutur sapa dengan penuh persahabatan dan sopan santun, dia berdiri pada satu sisi. Setelah itu, pengelana Vekhanassa berkata dengan serius atas keb¬eradaan Sang Bhagava: "Ini adalah kemuliaan tertinggi, ini adalah kemuliaan tertinggi."
"Tetapi mengapa anda, Kaccana2, berkata demikian: 'Ini adalah kemuliaan tertinggi, ini adalah kemuliaan tertinggi?' Yang manakah kemuliaan tertinggi?"
"Gotama Yang Mulia, tidak ada kemuliaan lain yang lebih tinggi dari atau lebih unggul daripada kemuliaan ini, ini adalah kemuliaan yang tertinggi."
"Tetapi Kaccana, kemuliaan yang manakah yang lebih tinggi atau lebih unggul dari kemuliaan lainnya?"
1 MA.iii.277. menyebutkan bahwa dia dahulu adalah guru dari Sakuludayin (dari Sutta 77 dan 79). Dia pergi sejauh empatpuluh-lima yojana dari Rajagaha ke Savatthi dengan harapan dapat mengetahui mengapa murid-muridnya ditaklukkan oleh Sang Gotama dan untuk mengalahkan Sang Gotama dengan pertanyaan mengenai kemuliaan tertinggi.
2 Kaccana atau Kaccayana adalah nama dari sebuah gotta yaitu sebuah keluarga atau suku.
Rupanya Vekhanassa termasuk di dalam suku tersebut. "Gotama Yang Mulia, tidak ada kemuliaan lain yang lebih tinggi dari atau lebih unggul daripada kemuliaan ini, ini adalah kemuliaan yang tertinggi."
"Kaccana, anda akan semakin berpanjang-lebar dalam hal ini. Anda berka¬ta: 'Gotama Yang Mulia, tidak ada kemuliaan lain yang lebih tinggi dari atau lebih unggul daripada kemuliaan ini, ini adalah kemuliaan yang tertinggi.' Tetapi anda tidak menjelaskan kemuliaan ini. Kaccana, hal ini seperti seseo¬rang yang berkata: 'Siapapun wanita cantik di daerah ini, saya membutuhkannya, saya menginginkannya' ...3 [41] ... [42] Lebih besar daripada hal-hal tersebut adalah banyak dewa yang tidak dapat menandingi kecemerlangan cahaya daripada bulan-bulan dan matahari-matahari yang Saya ketahui. Tetapi lalu Saya tidak berkata demikian: 'Tidak ada kemuliaan lain yang lebih tinggi dari atau lebih unggul daripada kemuliaan ini.' Tetapi Kaccana, meskipun kemuliaan ini terang¬nya lebih lemah dan remang-remang seperti terangnya seekor ulat kelip-kelip atau seekor kunang-kunang, hal ini dikatakan kemuliaan tertinggi. Dan Kaccana, anda tidak menjelaskan kemuliaan itu.
3 Tepat seperti didalam percakapan yang terdahulu, halaman 230.
"Kaccana, kelima hal ini adalah kesenangan-kesenangan indria.4 Yang manakah kelima itu ? Bentuk-bentuk jasmaniah dapat diketahui melalui mata, disetujui, menyenangkan, disukai, menarik, yang dihubungkan dengan kesenangan-kesenangan hawa nafsu, yang memikat. Suara-suara dapat diketahui melalui kuping '... Wangi-wangian dapat diketahui melalui hidung ... Rasa selera dapat diketahui melalui lidah ... Sentuhan-sentuhan dapat diketahui melalui tubuh, [43] disetujui, menyenangkan, disukai, menarik, dihubungkan dengan kesenangan-kesenangan hawa nafsu, yang memikat. Kebahagiaan apapun, Kaccana, kesenangan apapun yang timbul sebagai akibat daripada kelima hal dari kesenangan-kesenan¬gan indria, hal ini disebut kebahagiaan di dalam kesenangan-kesenangan indria. Jadi, karena adanya kesenangan-kesenangan indria maka ada kebahagiaan di dalam kesenangan-kesenangan indria; dari kebahagiaan di dalam kesenangan-kesenangan indria maka kebahagiaan yang tertinggi adalah kebahagiaan di dalam kesenangan-kesenangan indria5."
4 Seperti didalam M.i.85.
5 MA.iii.277. menyebutnya sebagai nibbana.
Ketika hal ini dibicarakan, pengelana Vekhanassa berkata demikian kepada Sang Bhagava: "Luar biasa, Gotama Yang Mulia, mengagumkan, Gotama Yang Mulia. Sejauh ini hal ini telah dijelaskan secara sangat baik oleh Gotama Yang Mulia: 'Karena adanya kesenangan-kesenangan indria maka ada kebahagiaan di dalam kesenangan-kesenangan indria; dari kebahagiaan di dalam kesenangan-kesenangan indria maka kebahagiaan yang tertinggi adalah kebahagiaan di dalam kesenangan-kesenangan indria.'"
"Hal ini sulit untuk dimengerti olehmu Kaccana-kesenangan-kesenangan indria, atau kebahagiaan di dalam kesenangan-kesenangan indria, atau kebaha¬giaan tertinggi di dalam kesenangan-kesenangan indria - karena anda yang berada di bawah bimbingan seorang guru6 yang berbeda maka berpandangan lain, berpikiran lain, bertujuan lain, dan beribadat lain. Tetapi Kaccana, para bhikkhu tersebut adalah para bhikkhu yang sempurna, yang telah menghancurkan kebusukan-kebusukan, yang telah menghidupkan kehidupan, yang telah mengerjakan apa yang harus dikerjakan, yang bertahan dalam beban, yang telah mencapai tujuan mereka sendiri, yang benar-benar telah menghancurkan belenggu-belenggu, dan yang telah terbebas karena pengetahuan yang sangat sempurna - mereka akan mengetahui tentang: kesenangan-kesenangan indria, atau kebahagiaan di dalam kesenangan-kesenangan indria, atau kebahagiaan tertinggi di dalam kesenangan-kesenangan indria."
6 Seperti didalam M.i.487.
"Ketika hal tersebut telah dibicarakan, pengelana Vekhanassa menjadi marah dan tidak senang bahkan mencaci-maki dan memandang rendah Sang Bhagava, dan berkata7 demikian: "Pertapa Gotama harus dipermalukan," lalu dia berkata demikian kepada Sang Bhagava: "Tetapi disini ada beberapa pertapa dan brahmana yang, tidak mengetahui masa lampau, tidak melihat masa yang akan datang, tetapi menyatakan: 'Penghancuran adalah kelahiran, yang mendekatkan kepada kehidupan Brahma, mengerjakan apa yang harus dikerjakan, tidak ada lagi kea¬daan seperti atau serupa itu.' Pembicaraan ini hanya membuktikan bahwa mereka adalah tak masuk akal, tak bernilai, kosong, dan tidak berlaku8."
"Celaan ini, Kaccana, hanya untuk para pertapa dan brahmana, yang tidak mengetahui masa lampau, [44] tidak melihat masa yang akan datang, tetapi menyatakan: 'Penghancuran adalah kelahiran '... tidak ada lagi keadaan seperti atau serupa itu.' Tetapi, Kaccana, biarlah masa lampau berlalu, biarlah masa yang akan datang terjadi.9 Kemudian datanglah seorang manusia yang
7 vadamano. Bagian ini juga ditemukan pada M.ii.200, D.i.90; pada bacaan terakhir yaitu upavadamano berarti yang menghina.
8 Cf.D.i.240.
9 Seperti pada M.ii.32. MA.iii.278. yang menyebutkan bahwa Sang Gotama berkata demikian karena si pengelana tidak mempunyai pengetahuan tentang kehidupan terdahulu yang membuatnya pantas untuk berbicara tentang masa lalu; dan tidak mempunyai pengetahuan tentang penglihatan dewa yang membuatnya pantas untuk berbicara masa yang akan datang.
pandai, terus-terang, jujur, lurus, dan yang berkata: 'Saya melatih, Saya mengajar dhamma.10 Menjalankan kehidupan sebagaimana diperintahkan tidak akan lama sebelum (untuk beberapa pria) dirinya sendiri mengetahui dan memahami.' Meskipun demikian hal tersebut sesungguhnya, adalah pembebasan dari belenggu yang sangat kuat yaitu dari belenggu kebodohan. Kaccana, hal ini diibaratkan seperti seorang bayi laki-laki yang berbaring diatas punggungnya dan lehernya ditutupi dengan kain-kain bedung sebanyak lima kali lilitan. Ketika dia dewasa dan kemampuannya berkembang dia akan terbebas dari kain-kain bedung tersebut, dan dengan terlepasnya dari kain-kain bedung dia mengetahui bahwa: 'Saya telah bebas.' Meskipun demikian, Kaccana, kemudian datanglah seorang manusia yang pandai, terus-terang, jujur, lurus '... Meskipun demikian hal tersebut sesung¬guhnya adalah pembebasan dari belenggu yang sangat kuat - yaitu dari belenggu kebodohan."
Ketika hal ini telah dikatakan, pengelana Vekhanassa berkata demikian kepada Sang Bhagava: "Luar biasa, Gotama Yang Mulia, luar biasa, Gotama Yang Mulia ... semoga Gotama Yang Mulia menerima saya sebagai umat awam (upasaka) yang berlindung sejak hari ini dan seterusnya, sepanjang hidup.
10 Seperti pada Vin.i.9. dimana kalimat tersebut dihubungkan kepada Sang Gotama sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar