Selasa, 16 Maret 2010

MADHURASUTTA

MADHURASUTTA
84


Demikian telah kudengar :
Pada suatu ketika Maha Kaccana, sedang berdiam di dekat Madhura di hutan Gunda(1). Avantiputta(2), raja Madhura, telah mendengar bahwa pertapa Kaccana sedang berdiam di dekat Madhura di hutan Gunda dan bahwa Bhikkhu Kaccana menyampaikan dengan menarik demikian:'Dia pandai , berpengalaman , bijaksana, seseorang yang banyak mendengar, berinteligensi yang cemerlang, 'senior' sebagai¬mana sang Tathagata. Kebaikan adalah pandangan dari seseorang yang sempurna seperti ini.'Kemudian Avantiputta, raja Madhura, yang mempunyai banyak kendaraan megah, berangkat dari Madhura dengan kendaraan kebesarannya untuk menjumpai bhante Kaccana. Dia pergi dengan kendaraannya selama jalan dapat dilalui oleh kendaraannya, kemudian turun dari kendaraannya dan berjalan kaki menuju bhante Kaccana; setelah dekat [84] dia saling bertukar sapa dengan bhante Kaccana; dan terlibat percakapan dengan ramah dan sopan, dia duduk pada jarak yang penuh hormat, Avantiputta, raja Madhura, berkata demikian pada bhante Kaccana :
"Bhikkhu Kaccana, para Brahmana berkata demikian :'hanya para Brahmana merupakan kasta terbaik , lainnya adalah kasta rendah, hanya para Brahmana yang berupa kasta yang suci, lainnya adalah kasta yang kotor; hanya para Brahmana yang suci, tidak selain Brahmana; para Brahmana adalah anak-anak laki dari Brahma, lahir dari mulutnya, terlahir dari Brahma, terbentuk dari Brahma, pewaris Brahma.'(3) Apa yang diucapkan bhante Kaccana mengenai ini?"
"Baginda, ini hanya merupakan suara dunia, bahwa' hanya para Brahmana yang berupa kasta terbaik... pewaris Brahma'.Ini adalah cara yang dapat dikatakan, baginda, bahwa ini hanya merupakan suara dunia, dimana' hanya para Brahmana berupa kasta terbaik.... pewaris Brahma'. Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda? Bahkan apabila seorang bangsawan yang bergelimang dalam kekayaan atau emas atau perak, dapatkah dia menjadi sebagaimana pelayannya yang patuh untuk bangun lebih awal daripada yang dia biasa lakukan, waktu bekerja yang lebih lama , melakukan kesenangannya, berbicara dengan ramah (1), atau dapatkah dia menjadi seorang brahmana, atau dapatkah dia menjadi seorang pedagang atau dapatkah dia menjadi seorang pekerja untuk bangun lebih awal daripada yang dia biasa lakukan, waktu kerja yang lebih lama, melakukan kesenangannya, berbicara dengan ramah?"
"Bhikkhu Kaccana, apabila seorang bangsawan yang bergelimang dalam kekayaan atau emas atau perak dia dapat menjadi sebagaimana seorang pelayan bangsawan yang patuh ... seorang brahmana .... seorang pedagang .... seorang pekerja untuk bangun lebih awal daripada yang dia lakukan, waktu bekerja yang lebih lama melakukan kesenangannya, berbicara dengan ramah."
"Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda? Apabila seo¬rang brahmana bergelimang dalam kemakmuran .... dapatkah dia menja¬di seorang Brahmana lain..... atau seorang pedagang atau dapatkah dia menjadi seorang pekerja [85] atau dapatkah dia memiliki kemu¬liaan: .... berbicara dengan ramah ?"
"Bhikkhu Kaccana, apabila Brahmana bergelimang dalam kemak¬muran .... dia dapat menjadi sebagaimana pelayan yang patuh... pedagang... pekerja bangsawan yang bangun lebih awal daripada yang telah dia lakukan ...."
"Bagaimana pendapatmu mengenai ini , baginda? Apabila pedagang bergelimang dalam kemakmuran .... dapatkah dia menjadi pedagang lain .... pekerja atau dapatkah dia menjadi bangsawan atau dapatkah dia menjadi Brahmana .... berbicara dengan ramah ?"
"Bhikkhu Kaccana , apabila pedagang berada dalam kemakmuran .... dia dapat menjadi sebagaimana pelayan pedagangnya yang patuh.... pekerja .... bangsawan .... Brahmana .... berbicara dengan ramah."
"Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda? Apabila pekerja berada dalam kemakmuran .... dapatkah dia mempunyai pekerja lain ... atau bangsawan atau dapatkah dia memiliki Brahmana atau dapatkah dia memiliki pedagang ... berbicara dengan ramah?"
"Bhikkhu Kaccana, apabila pekerja berkembang dalam kemakmu¬ran atau corn atau emas atau perak dia dapat menjadi sebagaimana pelayan pekerja lainnya yang patuh untuk bangun lebih awal daripada yang dia lakukan, untuk pergi bekerja lebih lama , melakukan kese¬nangannya, berbicara dengan ramah ; dan dia dapat memiliki kemakmu¬ran dan dia dapat menjadi Brahmana dan dia dapat menjadi pedagang sebagaimana pelayannya yang patuh; untuk bangun lebih awal daripada yang telah dilakukannya, pergi bekerja lebih lama, melakukan kese¬nangan, berbicara dengan ramah."
"Bagaimana pendapatmu mengenai ini , baginda ? Jika demiki¬an , apakah keempat kasta tersebut benar-benar sama ; saya tidak melihat adanya perbedaan diantara mereka dalam hal penghormatan.
"Ini adalah cara yang dapat dikatakan, baginda, bahwa ini sesungguhnya suara di dunia, bahwa 'hanya Brahmana yang berbentuk kasta terbaik... pewaris Brahmana."Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda? Apabila bangsawan telah melakukan penganiayaan pada mahluk hidup disini, mengambil apa yang belum diberikan, menikmati kesenangan panca indera secara salah , berbicara dengan kasar, gosip, serakah, jahat dalam pikiran, berpandangan salah. Akankah dia bertumimbal lahir dialam yang penuh penderitaan, terlahir dialam yang buruk, jatuh kealam Neraka Niraya ? atau tidak ? atau bagaimana ini menurut pandanganmu?"
Apabila bangsawan, Bhikkhu Kaccana, telah membuat penderitaan pada mahluk hidup, mengambil apa yang belum diberikan .... setelah tumimbal lahir dia akan terlahir di Neraka Niraya. Ini adalah yang nampak olehku; dan demikian telah kudengar dari Sang Tathagata."
"Bagus, bagus baginda; bagus bahwa itu telah nampak olehmu, dan bagus kau telah mendengar ini dari Sang Tathagata. Bagaimana menurutmu mengenai ini, baginda ? Apabila Brahmana, apabila seorang pedagang, apabila seorang pekerja telah membuat penderitaan pada mahluk hidup disini .... setelah tumimbal lahir akan timbul di ...Neraka Niraya ? atau tidak ? atau bagaimana ini nampak oleh¬mu?"
"Jika (Brahmana,pedagang), pekerja Bhikkhu Kacccana, telah membuat penderitaan pada mahluk hidup,.... dia akan bertumimbal lahir di ....Neraka Niraya [Ini adalah yang nampak olehku] (1) dan demikian telah kudengar dari Sang Tathagata."
"Bagus, bagus baginda; bagus bahwa itu telah nampak demikian olehmu, baginda dan baik sekali bahwa engkau telah mendengar ini dari Sang Tathagata. Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda? Jika demikian, apakah keempat kasta tersebut benar-benar sama atau tidak ? atau bagaimana ini menurutmu?" [87]" Sesungguhnya, Bhikkhu Kaccana, jika demikian halnya, keempat kasta ini benar-benar sama ; saya tidak melihat adanya perbedaan diantaranya, dalam hal penghor¬matan."
"Ini adalah cara yang dapat dikatakan, baginda, bahwa ini hanyalah suara dunia, dimana' hanya Brahmana merupakan kasta ter¬baik .... pewaris Brahma'. Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda? Apabila bangsawan dapat menahan diri (refrained) dari penganiayaan pada mahluk hidup, dari pengambilan apa yang belum diberikan, dengan menikmati kesenangan panca indera secara salah, dengan menjadi pembohong, dari ucapan-ucapan fitnah, ucapan kasar, gosip, tidak serakah, kebaikan (kemurahan) dalam pikiran dan pandangan benar - akankah dia setelah meninggal terlahir pada kelahiran yang baik, alam surga ? atau tidak? atau bagaimana menu¬rut anda?"
"Apabila bangsawan, Bhikkhu Kaccana telah menahan diri (refrained) dari penganiayaan terhadap mahluk hidup .... pada saat Tumimbal lahir, dia akan terlahir dialam yang baik, alam surga. Ini adalah yang nampak olehku dan demikian telah kudengar dari Sang Tathagata."
"Bagus, bagus baginda; adalah baik bahwa itu telah nampak demikian olehmu, baginda dan bagus bahwa kau telah mendengar ini dari Sang Tathagata. Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda? Apabila Brahmana, pedagang, pekerja dapat menahan diri dari penga¬niayaan terhadap mahluk hidup ... Akankah dia bertumimbal lahir dialam yang baik, alam surga ? Atau tidak? Atau bagaimana menurut¬mu?".
"Bhikkhu Kaccana, apabila (Brahmana, pedagang), pekerja telah menahan diri dari penganiayaan pada mahluk hidup.... dia akan bertumimbal lahir dialam yang baik, alam surga. Inilah yang nampak olehku dan demikian telah kudengar dari Sang Tathagata."
"Bagus, bagus baginda dan baik bahwa itu telah nampak demi¬kian olehmu, baginda, dan baik bahwa kau telah mendengar dari Sang Tathagata. Bagaimana pendapatmu mengenai ini baginda ? Jika demiki¬an halnya, apakah keempat kasta ini benar-benar sama atau tidak ? atau bagaimana ini menurutmu?"
[88]Sesungguhnya, Bhikkhu Kaccana, jika demikian halnya, keempat kasta ini benar-benar sama; saya tidak melihat adanya perbedaan diantaranya dalam hal penghormatan."
"Ini adalah cara yang dapat dikatakan, baginda, bahwa ini sebenarnya suara dunia, bahwa' hanya Brahmana merupakan kasta ter¬baik .... pewaris Brahmana'. Bagaimana pendapatmu mengenai ini baginda? Apabila bangsawan memasuki rumah (tanpa ijin) atau membawa rampokan, atau melakukan perampokan, melakukan perbuatan asusila dan apabila orang-orang yang telah menangkapnya menunjukkan pada anda dan mengatakan :"Ini, bagindamu adalah pencuri yang sedang melakukan kejahatan padamu, putuskan hukuman apa yang anda sukai ? Apa yang akan anda lakukan padanya?"
"Bhikkhu Kaccana, kita sebaiknya membunuhnya atau mengusirnya atau melakukan apa saja sesuka kita (2). Apa sebab dari ini? Bhikk¬hu Kaccana, anggapan' bangsawan yang pernah dia sandang telah hilang dan dia dianggap sebagai'pencuri'."
"Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda ? Apabila (Brahma, pedagang), pekerja memasuki rumah (tanpa ijin) ... apa yang akan anda lakukan padanya ?"
"Bhikkhu Kaccana, kita sebaiknya membunuhnya ... dia dianggap sebagai pencuri'."
"Bagaimana pendapatmu mengenai ini baginda ? Jika demikian halnya, apakah keempat kasta-kasta tersebut benar-benar sama atau tidak? Atau bagaimana menurutmu ?
"Sesungguhnya, Bhikkhu Kaccana jika demikian halnya, keempat kasta-kasta ini benar-benar sama; saya tidak melihat adanya perbe¬daan dalam hal penghormatan."
"Ini adalah cara yang dapat dikatakan, baginda, bahwa ini sesungguhnya suara di dunia, bahwa, 'hanya para Brahma merupakan kasta terbaik [89]... pewaris Brahmana.'Bagaimana pendapatmu menge¬nai ini, baginda ? Apabila bangsawan, yang telah memotong rambut dan janggutnya (1), mengenakan jubah kuning jingga, beralih dari memiliki rumah ke gelandangan dan seseorang yang menahan diri dari penganiayaan terhadap mahluk hidup, dari penerimaan apa yang tidak diberikan dari kebohongan ucapan, merupakan "one meal man" Brahma farer, berbudi luhur, berwatak menarik,-"Apa yang akan kau lakukan padanya ?"
"Bhikkhu Kaccana, kita sebaiknya menghormatinya atau bangun sebelum dia, menawarkannya duduk atau menawarkannya untuk keperluan bahan jubah, dana makanan, pemondokan dan obat-obatan untuk (mengo¬bati) sakit atau kita sebaiknya memiliki jam yang benar dan ruang tempat perawatan dengan penjaga diberikan untuknya (2). Apa sebab¬nya? Bhikkhu Kaccana, gelar "bangsawan" sekarang telah hilang darinya dan dia diangggap sebagai "pertapa".
"Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda ? Apabila Brah¬mana, pedagang, pekerja, memotong rambut dan janggutnya disini ..... apa yang akan kau lakukan padanya ?"
"Bhikkhu Kaccana, kita menghormatinya.... dan dia dianggap sebagai "pertapa".
"Bagaimana pendapatmu mengenai ini, baginda?Jika demikian halnya, apakah keempat kasta benar-benar sama atau tidak? Atau bagaimana ini nampak olehmu?"

"Sesungguhnya, Bhikkhu Kaccana, jika demikian halnya, keem¬pat kasta-kasta ini adalah persis sama; saya tidak melihat adanya perbedaan diantaranya dalam hal kehormatan."
"Ini adalah cara yang dapat dikatakan, baginda, bahwa ini sesungguhnya suara di dunia, bahwa 'hanya para Brahmana berupa kasta terbaik; kasta lain adalah rendah ; hanya para Brahma dari kasta yang suci, kasta lain adalah kotor; hanya para Brahma yang suci; tidak selain para Brahma; para Brahmana adalah anak dari Brahma, terbentuk oleh Brahma, pewaris Brahma.'"
[90]Ketika ini telah diucapkan, Avantiputta, raja Madhura, berkata kepada maha Bhante Kaccana; "Luar biasa, Bhikkhu Kaccana, luar biasa, Bhikkhu Kaccana. Ini adalah sebagaimana jika seseorang mendudukan dengan benar apa yang telah membuatnya kebingungan, atau membuka apa yang ditutupi, atau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat , atau membawakan lampu minyak kedalam kegelapan sehingga bentuk dari suatu benda dapat terlihat - demikian halnya gambaran Dhamma telah dibuat jelas oleh Bhikkhu Kaccana. Demikian aku meng¬hampiri Bhikkhu Kaccana untuk tempat berlindung, ke Dhamma, dan ke Sangha. Semoga Bhikkhu Kaccana menerimaku sebagai 'lay-disciple'un¬tuk berlindung mulai hari ini hingga akhir hidup."
"Tetapi bukan engkau, baginda, pergi kepadaku untuk berlin¬dung, kau harus pergi kepada Sang Buddha di mana aku telah pergi untuk berlindung."
"Tetapi dimana ?, Bhikkhu Kaccana, apakah Sang Buddha, Yang Maha suci, yang telah mencapai penerangan sempurna berada di sini ?"
"Baginda, Sang Buddha, yang maha suci, yang telah mencapai penerangan sempurna telah mencapai Nibbana"
"Bhikkhu Kaccana, apabila kita mendengar bahwa Sang Bhagava berada pada jarak sepuluh ..... duapuluh .... tigapuluh .... empat¬puluh .... limapuluh yojana kita akan pergi sejauh 50 yojana untuk menjumpainya dan Bhikkhu Kaccana, juga apabila kita mendengar bahwa Sang Bhagava berjarak seratus yojana, kita akan pergi seratus yojana untuk menjumpai Sang Bhagava, yang maha sempurna, yang telah mencapai penerangan sempurna, tetapi, Bhikkhu Kaccana , karena Sang Bhagava telah mencapai Nibbana, kita akan berlindung kepada Buddha, yang telah mencapai Nibbana, Dhamma dan Sangha. Mudah-mudahan Bhante Kaccana menerimaku sebagai "lay-disciple" untuk berlindung dari hari ini untuk selam hidupku."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar