Selasa, 16 Maret 2010

Nalakapanasutta

Nalakapanasutta
(68)

Demikianlah telah saya dengar :
Pada suatu ketika Sang Bhagava tinggal disekitar kosalan dekat Nalakapa¬na2 pada semak pohon-judas.3 Pada saat itu banyak pemuda dari keluarga terkenal telah pergi selamanya dari rumah menjadi sederhana dengan ber¬keyakinan kepada Sang Bhagava: Y.A. Anuruddha4 dan Y.A. Nandiya dan Y.A. Kimbila dan Y.A. Bhagu5 dan Y.A. Kundadhana6 dan Y.A. Revata dan Y.A. Ananda, dan masih banyak pemuda dari keluarga terkenal yang lain. Pada saat itu Sang Bhagava [463] sedang duduk ditempat terbuka dikelilingi oleh segolongan bhikkhu. Kemudian Sang Bhagava berbicara kepada para bhikkhu mengenai pemuda dari keluarga ini, mengatakan: "Pemuda dari keluarga itu, bhikkhu, yang telah pergi selamanya dari rumah menjadi sederhana dengan berkeyakinan kepada Saya, - Saya harap, bhikkhu, bahwa bhikkhu-bhikkhu itu menemukan kesenangan dalam Brahma-Faring ?" Ketika Ia telah mengatakan demikian, bhikkhu-bhikkhu ini menjadi terdiam. Dan beberapa saat kemudian ... dan selanjutnya Sang Bhagava berbicara kepada para bhikkhu mengenai pemuda dari keluarga ini, mengatakan: "Pemuda dari keluarga itu, bhikkhu, yang telah pergi selamanya dari rumah menjadi sederhana dengan berkeyakinan kepada Saya, --Saya harap, bhikkhu, bahwa bhikkhu-bhikkhu itu menemukan kesenangan dalam Brahma-Faring?" Dan selanjutnya para bhikkhu ini menjadi terdiam.
Lalu terpikir oleh Sang Bhagava: "Sekarang, andaikata Saya menan¬yakan pemuda dari keluarga itu sendiri?" Lalu Sang Bhagava berbicara kepada Y.A. Anuruddha, mengatakan: "Saya harap anda, Anuruddha7, menemu¬kan kesenangan dalam Brahma-Faring?"
"Tentu saja, Bhanthe, (saya) menemukan kesenangan dalam Brahma-Faring."
"Bagus, bagus, Anuruddha. Ini sesuai dengan anda, Anuruddha, pemuda dari keluarga yang telah pergi selamanya dari rumah menjadi sederhana dengan berkeyakinan, anda pasti menemukan kesenangan dalam Brahma-Faring. Sementara itu anda, Anuruddha, keranjingan akan pencerahan pada masa muda, dalam usia anda yang bagus, dengan rambut yang hitam, yang mungkin menikmati kesenangan indria, anda, Anuruddha, walaupun keranjingan akan pencerahan pada masa muda, dalam usia anda yang bagus, dengan rambut yang hitam, meskipun begitu pergi selamanya dari rumah menjadi sederhana. Tetapi anda, Anuruddha, tidak benar bahwa telah pergi selamanya dari rumah menjadi sederhana atas saran dari raja8 Juga tidak yang telah pergi selamanya dari rumah menjadi sederhana atas saran dari pencuri ... juga tidak karena hutang ... juga tidak karena ketakutan9, juga tidak anda yang telah yang telah pergi selamanya dari rumah menjadi sederhana karena kehilangan pekerjaan. Sampai saat ini tidak dengan pikiran: 'Walaupun saya terimpit oleh kelahiran, usia tua, kematian, duka cita, kesedihan, penderitaan, keluhan dan keputus-asaan, terimpit oleh kesedihan yang mendalam, tertimpa kesedihan yang mendalam. Hingga saat ini mungkin akhir dari seluruh kesedihan yang mungkin terlihat, bahwa anda, Anurud¬dha, yang telah pergi selamanya dari rumah menjadi sederhana dengan berkeyakinan?"
"Ya, Bhante."
"Dan ketika, Anuruddha, pemuda dari keluarga yang telah pergi selamanya, apa yang harus dikerjakan olehnya? Anuruddha, menjauhkan dari kesenangan indria, menjauhkan dari keadaan pikiran yang tidak mahir, jika ia tidak memenangkan kesenangan dan kebahagiaan atau sesuatu yang lebih tenang dari itu10, lalu dambaan akan ketidakkekalan menggoda pikirannya, dan berhati dengki menggoda pikirannya, dan kemalasan dan kelambanan ... dan keresahan dan ketakutan ... dan keragu-raguan ... [464] dan perasaan tidak senang ... dan apatis menggoda pikirannya. Menjauhlah, Anuruddha, dari kesenangan indria, menjauhlah dari keadaan pikiran yang tidak mahir, ia tidak memenangkan kesenangan dan kebahagiaan atau sesuatu yang lebih tenang dari itu. Anuruddha, menjauhlah dari kesenangan indria, menjauh¬lah dari keadaan pikiran yang tidak mahir, jika ia memenangkan kesenangan dan kebahagiaan dan sesuatu yang lebih tenang dari itu, lalu lalu dambaan akan ketidakkekalan menggoda pikirannya, dan berhati dengki .... dan kemalasan dan kelambanan .... dan keresahan dan ketakutan .... dan kera¬gu-raguan .... dan perasaan tidak senang .... dan apatis tidak menggoda pikirannya. Menjauhlah, Anuruddha, dari kesenanangan indria, menjauhlah dari keadaan pikiran yang tidak mahir, ia memenangkan kesenangan dan kebahagiaan atau sesuatu yang lebih tenang dari itu.
Apa yang anda pikirkan tentang saya, Anuruddha, bahwa kebusukan itu yang berhubungan dengan kekotoran11, juga menjadi, yang menakutkan, yang menghasilkan kesedihan yang mendalam, menuju kelahiran, usia tua dan kematian pada masa yang akan datang bahwa ini belum dibuang oleh Tatha¬gata, dan maka dari itu Tathagata, mempertimbangkan12, mengikuti sesuatu, mempertimbangkan, memikul sesuatu yang lain, mempertimbangkan, menghind¬ari hal yang lain, mempertimbangkan, mengawasi hal yang lain ?"13
"Kami, Bhante, Tidak memikirkan ini Bhagava, bahwa kebusukan itu yang berhubungan dengan kekotoran, yang menjadi ... menuju kelahiran, usia tua dan kematian pada masa yang akan datang bahwa ini belum dibuang oleh Tathagata, dan maka dari itu Tathagata, mempertimbangkan, mengikuti sesuatu ; mempertimbangkan, memikul sesuatu yang lain, mempertimbangkan, menghindari hal yang lain, mempertimbangkan, mengawasi hal yang lain. Kami, Bhante, memikirkan ini Bhagava, bahwa kebusukan itu yang berhubun¬gan dengan kekotoran, yang menjadi ... menuju kelahiran, usia tua & kematian pada masa yang akan datang bahwa ini belum dibuang oleh Tathaga¬ta, dan maka dari itu Tathagata, mempertimbangkan, mengikuti sesuatu, mempertimbangkan, memikul sesuatu yang lain, mempertimbangkan, menghind¬ari hal yang lain, mempertimbangkan, mengawasi hal yang lain."

?????
Bagus, bagus, Anuruddha,14 Kebusukan itu dari Tathagata yang berhubungan dengan kekotoran, juga menjadi, yang menakutkan, yang mengha¬silkan kesedihan yang mendalam, menuju kelahiran, usia tua & kematian pada masa yang akan datang --- bahwa ini belum dibu-ang, diputuskan sampai keakarnya, dibuat seperti ujung pohon-palm yang dapat terjadi pada ketidakberadaannya lagi pada masa yang akan datang. Walaupun, Anuruddha, sebagai pohon-palm yang puncaknya diputuskan dapat terjadi pada ketidak¬beradaannya, lalu, Anuruddha, bahwa kebusukan itu dari Tathagata yang berhubungan dengan kekotoran ... dapat terjadi pada ketidakberadaannya pada masa yang akan datang. Oleh karena itu Tathagata, mempertimbangkan, memikul sesuatu yang lain, mempertimbangkan, menghindari hal yang lain, mempertimbangkan, mengawasi hal yang lain."
Apa yang anda pikirkan tentang ini, Anuruddha ? Melihat apa yang menjadi tujuan khusus yang Tathagata terangkan tentang pem¬berontakan di mana murid-murid yang telah mati dan meninggal dunia, mengatakan: 'Seperti sesuatu yang telah memberontak pada sesuatu, seperti sesuatu yang telah memberontak pada sesuatu hal yang lain ?'15
[465] "Sesuatu bagi kita, Bhante, berakar pada Sang Bhagava, dimana Sang Bhagava sebagai saluran, Sang Bhagava sebagai pene¬ngah. Ini sungguh-sungguh sangat baik, Bhante, jika arti dari sabda ini yang telah Sang Bhagava jelaskan: Mendengarkan Sang Bhagava, para bhikkhu akan mengingatnya.16
Anuruddha, Tathagata tidak mempunyai tujuan17 untuk menipu orang juga tidak mempunyai tujuan membujuk orang juga tidak mem¬punyai tujuan memperoleh keuntungan, kehormatan, kemasyhuran dan menggunakan barang-barang, juga tidak dengan pikiran: 'Biarkan orang-orang mengetahui saya demikian18' Ketika ia menjelaskan pemberontakan di mana murid-murid yang telah mati dan meninggal dunia, mengatakan: 'Seperti sesuatu yang telah memberontak pada sesuatu, seperti sesuatu yang telah memberontak pada sesuatu hal yang lain ?' Tetapi Ada, Anuruddha, pemuda dari keluarga yang berkeyakinan dan berantusias19 yang besar, yang penuh dengan kegembiraan dan yang, telah mendengarkan ini, memusatkan pikiran¬nya pada hal seperti itu20. Anuruddha, ini untuk kebaikan dan kebahagiaan untuk waktu yang lama.
Pada kasus ini, Anuruddha, seorang bhikkhu mendengarkan: 'Bhikkhu itu telah meninggal dunia ; Ini diberitakan oleh Sang Bhagava bahwa Ia membuat pernyataan dengan pengetahuan yang bes¬ar.' Jika seorang Yang Arya telah melihat sendiri atau telah mendengar desas-desus bahwa seorang Yang Arya seperti itu kebia¬saan moralnya dan seorang Yang Arya seperti itu mentalnya21 dan seoran yang mulia seperti itu kebijaksanaannya dan seorang Yang Arya seperti itu kepatuhannya dan seorang Yang Arya seperti itu kebebasannya, Ia, ketika mengingat kembali keyakinannya dan kebi¬asaan moralnya dan belajar dan pengorbanan dan kebijaksanaannya, memusatkan pikirannya pada hal seperti itu. Demikianlah, Anurud¬dha, bahwa ada kepatuhan dalam kesenangan untuk seorang bhikkhu.
Pada kasus ini, Anuruddha, seorang bhikkhu mendengarkan: 'Bhikkhu itu telah meninggal dunia ; Ini diberitakan oleh Sang Bhagava bahwa dengan membinasakan sama sekali dari lima belenggu yang mengikat merendahkan ini (menopang), Ia seorang generasi yang spontan, seorang yang telah mencapai nibbana, besar kemung¬kinan tidak kembali dari bumi.' Jika seorang Yang Arya sendiri melihat atau telah mendengar desas-desus bahwa seorang Yang Arya seperti itu kebiasaan moralnya .... seperti itu mentalnya .... seperti itu kebijaksanaannya .... seperti itu kepatuhannya .... seperti itu kebebasannya, Ia, ketika mengingat kembali keyakinan¬nya dan .... kebijaksanaannya, memusatkan pikirannya pada hal seperti itu. Demikianlah, Anuruddha, bahwa ada kepatuhan dalam kesenangan untuk seorang bhikkhu.
Pada kasus ini, Anuruddha, seorang bhikkhu mendengarkan: 'Bhikkhu itu telah meninggal dunia ; Ini diberitakan oleh Sang Bhagava bahwa dengan membinasakan sama sekali dari tiga belenggu, dengan mengurangi alat pelengkap, keengganan dan kekacauan, Ia adalah seorang yang kembali sekali, hanya sekali kembali ke dunia ini, akan membuat akhir dari kesedihan.' Jika seorang Yang Arya sendiri melihat atau telah mendengar desas-desus bahwa seorang Yang Arya seperti itu kebiasaan moralnya .... seperti itu kebe¬basannya, Ia, ketika mengingat kembali keyakinannya dan .... kebijaksanaannya, memusatkan pikirannya pada hal seperti itu. [466] Demikianlah, Anuruddha, bahwa ada kepatuhan dalam kesenang¬an untuk seorang bhikkhu.
Pada kasus ini, Anuruddha, seorang bhikkhu mendengarkan: 'Bhikkhu itu telah meninggal dunia ; Ini diberitakan oleh Sang Bhagava bahwa dengan membinasakan sama sekali dari tiga belenggu ia seorang yang mencapai-aliran, besar kemungkinan tidak mencapai kehancuran, percaya, menuju pencerahan.' Jika seorang Yang Arya sendiri melihat atau telah mendengar desas-desus bahwa seorang Yang Arya seperti itu kebiasaan moralnya .... seperti itu men¬talnya .... seperti itu kebijaksanaannya .... seperti itu kepatu¬hannya .... seperti itu kebebasannya, Ia, ketika mengingat kemba¬li keyakinannya dan kebiasaan moralnya dan belajar dan pengorban¬an dan kebijaksanaannya, memusatkan pikirannya pada hal seperti itu. Demikianlah, Anuruddha, bahwa ada kepatuhan dalam kesenangan untuk seorang bhikkhu.
Pada kasus ini, Anuruddha, seorang bhikkhuni mendengarkan: 'Bhikkhuni itu telah meninggal dunia ; Ini diberitakan oleh Sang Bhagava bahwa Ia membuat pernyataan dengan pengetahuan yang bes¬ar.' Jika bhikkhuni itu telah melihat sendiri atau telah mende¬ngar desas-desus bahwa bhikkhuni itu seperti itu kebiasaan moral¬nya .... mentalnya .... kebijaksanaannya .... kepatuhannya .... kebebasannya, Ia, ketika mengingat kembali keyakinannya dan kebi¬asaan moralnya dan belajar dan pengorbanan dan kebijaksanaannya, memusatkan pikirannya pada hal seperti itu. Demikianlah, Anurud¬dha, bahwa ada kepatuhan dalam kesenangan untuk seorang bhikkhu¬ni.
Pada kasus ini, Anuruddha, seorang bhikkhuni mendengarkan: 'Bhikkhuni itu telah meninggal dunia ; Ini diberitakan oleh Sang Bhagava bahwa dengan membinasakan sama sekali dari lima belenggu yang mengikat merendahkan ini (menopang), Ia seorang generasi yang spontan, seorang yang telah mencapai nibbana, besar kemung¬kinan tidak kembali dari bumi .... Ini berita tentang bhikkhuni itu oleh Sang Bhagava bahwa dengan membinasakan sama sekali dari tiga belenggu, dengan mengurangi alat pelengkap, keengganan, kekacauan, Ia adalah seorang yang kembali sekali, hanya sekali kembali ke dunia ini, akan membuat akhir dari kesedihan .... Ini berita tentang bhikkhuni itu oleh Sang Bhagava bahwa dengan mem¬binasakan sama sekali dari tiga belenggu ia seorang yang menca¬pai-aliran, besar kemungkinan tidak mencapai kehancuran, percaya, menuju pencerahan.' [467] Jika Bhikkhuni itu sendiri melihat atau telah mendengar desas-desus bahwa Bhikkhuni itu seperti itu kebiasaan moralnya .... kebebasannya, Ia, ketika mengingat kemba¬li keyakinannya .... dan kebijaksanaannya, memusatkan pikirannya pada hal seperti itu. Demikianlah, Anuruddha, bahwa ada kepatuh¬an dalam kesenangan untuk seorang Bhikkhuni.
Pada kasus ini, Anuruddha, seorang brahmacari mendengarkan: 'Brahmacari itu telah meninggal dunia ; Ini berita tentang brah¬macari itu oleh Sang Bhagava bahwa dengan membinasakan sama seka¬li dari lima belenggu yang mengikat merendahkan ini (menopang), Ia seorang generasi yang spontan, seorang yang telah mencapai nibbana, besar kemungkinan tidak kembali dari bumi .... [468] dengan membinasakan sama sekali dari tiga belenggu, dengan mengu¬rangi alat pelengkap, keengganan, kekacauan, Ia adalah seorang yang kembali sekali, hanya sekali kembali ke dunia ini, akan membuat akhir dari kesedihan .... Ini berita tentang brahmacari itu oleh Sang Bhagava bahwa dengan membinasakan sama sekali dari tiga belenggu, ia seorang yang mencapai-aliran, besar kemungkinan tidak mencapai kehancuran, percaya, menuju pencerahan.' Jika Bhikkhuni itu sendiri melihat atau telah mendengar desas-desus bahwa Bhikkhuni itu seperti itu kebiasaan moralnya dan bahwa bhikkhuni seperti itu mentalnya dan bahwa bhikkhuni seperti itu kebijaksanaannya dan bhikkhuni seperti itu kepatuhannya dan bahwa bhikkhuni seperti itu kebebasannya. Ia, ketika mengingat kembali keyakinannya dan kebiasaan moralnya dan belajar dan pengorbanan dan kebijaksanaannya, memusatkan pikirannya pada hal seperti itu. Demikianlah, Anuruddha, bahwa ada kepatuhan dalam kesenangan untuk seorang brahmacari.
Tathagata, Anuruddha, tidak mempunyai tujuan untuk menipu orang juga tidak mempunyai tujuan membujuk orang juga tidak mem¬punyai tujuan memperoleh keuntungan, kehormatan, kemasyhuran dan menggunakan barang-barang, juga tidak dengan pikiran: 'Biarkan orang-orang mengetahui saya demikian' Ketika ia menjelaskan pemberontakan di mana murid-murid yang telah mati dan meninggal dunia, mengatakan: 'Seperti sesuatu yang telah memberontak pada sesuatu, seperti sesuatu yang telah memberontak pada sesuatu hal yang lain.' Tetapi ada, Anuruddha, pemuda dari keluarga yang berkeyakinan dan berantusias yang besar, yang penuh dengan kegem¬biraan, dan yang, mendengarkan ini, memusatkan pikirannya pada hal seperti itu. Anuruddha, ini untuk kebaikan dan kebahagiaan untuk waktu yang lama.
Demikianlah ceramah Sang Bhagava. Menyenangkan, Yang Arya Anuruddha gembira dengan apa yang Sang Bhagava telah katakan.

Ceramah di Nalakapana:
Kedelapan

---------------
1) Bandingkan, Ja. No. 20 yang menjelaskan bagaimana Bodhisatta, sebagai seekor kera, mengajarkan para pengikutnya meminum air melalui buluh palsu ; penjelasan pada MA. iii. 178.
2) Bandingkan A. v. 122, 125.
3) Palasavana. MA. iii. 180 mengatakan bahwa palasa adalah kimsuka, "aneh." PED memberikan Butea frondosa. Palasajataka ada pada Ja. iii. 23. Bandingkan juga kiasan dari kinsuka pada S.iv.193.
4) Untuk beberapa nama pengikut lihat M.i.205,212,iii. 155;Vin.ii.128.
5) Syairnya pada Thag.271-274. Lihat Vin.i.350.
6) Syairnya pada Thag.15. Ia mempunyai tempat sekitar etad aggas pada A.i.24.
7) Untuk penggunaan bentuk plural, Anuruddha, lihat M.L.S.i.257,n.4.
8) Bandingkan Iti. 91 ; S.iii.93 ; Miln.32. Jika raja atau pencuri pada siapa yang telah melakukan salah menangkapnya, mereka mengatakan: 'Jika anda akan pergi terus, anda dapat bebas,' MA.iii.180.
9) Jika ia takut pada resiko tertentu atau takut (bhaya) --- akan raja dan seterusnya, ia pergi seterusnya. SA.ii.302 memberi "resiko" yang mengenai raja, pencuri, kelaparan, kesakitan dan hutang.
10)MA.iii.181 mengatakan bahwa jika pada tingkat ini ia tidak memenangkan kegembiraan dan seterusnya, kemudian ia tidak memenangkan kebahagiaan akan perdamaian dari dua jhana berikut dan jalan keempat.
11)Seperti pada M.i.250.
12)Sankhaya, seperti pada A.ii.143.
13)Bandingkan M.i.7 untuk cara ini dalam berhubungan dengan kebusukan. Empat ungkapan ini digunakan dengan menghubungkan dengan empat apassena pada D.iii.224.
14)Paragraf ini juga pada M.i.250.
15)Bandingkan D.ii.200.
16)Seperti pada M.i.310.
17)Bandingkan.Iti.35, 36 ; A.ii.26.
18)MA.iii.182, "Banyak orang akan tahu saya demikian, sebuah laporan yang benar tentang saya akan sampai pada banyak orang."
19)Ularaveda, MA.iii.182 mengatakan mahandatutthino.
20)Tathattaya, keadaan menjadi demikian ; tetapi arti disini bahwa mereka meniru bhikkhu yang telah meninggal.
21)Evamdhammo. Disini dhamma, antara sila dan panna, tampaknya mengambil tempat pada yang lebih biasa samadhi atau enta, dan artinya mempunyai (kebenaran) obyek mental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar