CERAMAH ATAS SUATU NASEHAT KEPADA PUÑÑA
PUÑÑOVĀDA SUTTA
145
[267] Demikianlah yang telah saya dengar : Pada suatu waktu Sang Buddha berdiam di dekat Savatthi di Hutan Jetta di biara Anatha¬pindika. Kemudian yana mulia Puñña, muncul dari kesunyian medita¬si menjelang sore hari, menghampiri Sang Buddha; setelah mengham¬piri dan memberi salam kepada Sang Buddha, dia duduk dengan jarak yang terhormat. Pada saat dia sudah duduk dengan jarak yang terhormat, yang mulia Puñña berbicara demikian kepada Sang Bud¬dha: " Yang mulia, ini akan menjadi baik, jika Sang Buddha mau menasehati saya dengan nasehat yang singkat sehingga saya, sete¬lah mendengar dhamma dari Sang Buddha, dapat tinggal sendiri, terpencil , tekun, rajin, meneguhkan diri." " Puñña, baiklah jika demikian, dengarkan, perhatikan dengan seksama dan saya akan berbicara." " Baiklah, yang mulia," yana mulia Puñña menjawab Sang Buddha dengan persetujuannya. Sang Buddha berbicara demiki¬an: " Puñña, dalam hal ini adalah bentuk-bentuk materi yang dapat dikenali oleh mata, menyenangkan, menggembirakan, disukai, memi¬kat, yang berhubungan dengan hawa nafsu akan kesenangan, menarik hati. Jika seorang bhikkhu mendapatkan kegembiraan di dalam hal tersebut, sambutlah mereka dan menolak untuk berhenti berkembang di dalamnya, kemudian karena dia mendapatkan kesenangan di dalam mereka, sambutlah mereka dan menolak untuk berhenti berkembang di dalam mereka , mendapatkan kesenangan dengan memuja di dalamnya. Saya berkata, Puñña, adalah berasal dari memuja kesenangan adalah memuja kesedihan yang mendalam. Puñña adalah suara-suara yang dapat dikenali oleh telinga ... bau-bauan yang dapat dikenali oleh hidung ... cita rasa yang dapat dikenali oleh lidah ... sentuhan-sentuhan yang dapat dikenali oleh tubuh ... kondisi kejiwaan yang dapat dikenali oleh pikiran ... Saya berkata, Puñña, adalah berasal dari memuja kesenangan adalah memuja kesed¬ihan yang mendalam. Dan dalam hal ini, Puñña, bentuk-bentuk materi yang dapat dikenali oleh mata ... suara-suara yang dapat dikenali oleh telinga ... bau-bauan yang dapat dikenali oleh hidung ... cita rasa yang dapat dikenali oleh lidah ... sentuhan-sentuhan yang dapat dikenali oleh tubuh ... kondisi kejiwaan yang dapat dikenali oleh pikiran, menyenangkan, menggembirakan, disu¬kai berhubungan dengan hawa nafsu akan kesenangan, [268] menarik
hati. Jika seorang bhikkhu tidak mendapatkan kesenangan di dalam hal-hal tersebut, tidak menyambut mereka atau menolak untuk berkembang di dalam mereka, kemudian, karena dia tidak mendapat¬kan kesenangan di dalam mereka, menyambut mereka atau menolak untuk berkembang di dalam mereka, kesenangan berhenti di dalam¬nya. Puñña, saya berkata, adalah berasal dari menghentikan kese¬nangan adalah menghentikan kesedihan yang mendalam. Puñña, dan di daerah manakah engkau akan berdiam, sekarang setelah engkau dinasehati oleh saya dengan nasehat yang singkat ini ?" " Adalah suatu daerah yang bernama Sunaparanta. Yang Mulia, saya akan berdiam di sana, sekarang setelah saya dinasehati oleh Sang Buddha dengan nasehat yang singkat ini." " Puñña, penduduk Sunaparanta adalah kejam, penduduk Sunaparanta adalah kasar. Jika penduduk Sunaparanta mencaci maki dan menganiaya engkau, Puñña, bagaimana hal ini dapat terjadi padamu di sana, Puñña ?" " Yang mulia, jika penduduk Sunaparanta mencaci maki dan menganiaya saya, ini akan menjadi demikian bagi saya di sana : Saya akan berkata,' Sebenarnya penduduk Sunaparanta adalah baik, sesungguh¬nya penduduk Sunaparanta adalah sangat baik di dalam hal mereka tidak memukul saya dengan pukulan keras tangan mereka.' Ini akan menjadi demikian untuk saya di sini, Yang Mulia, ini akan menjadi demikian untuk saya di sini, Sang Kesejahteraan."
" Punna, tetapi jika penduduk Sunaparanta memukul engkau dengan pukulan keras tangan mereka, bagaimana bila ini terjadi padamu di sini, Puñña ?" " Yang Mulia, jika penduduk Sunaparanta memukul saya dengan pukulan keras tangan mereka, ini akan menjadi demiki¬an untuk saya di sini : Saya akan berkata, ' Sesungguhnya pendu¬duk Sunaparanta ini baik, sesungguhnya penduduk Sunaparanta ini sangat baik di dalam hal mereka tidak memukul saya dengan pukulan dari gumpalan tanah yang keras.' Ini akan menjadi demikian untuk saya di sini, Yang Mulia, ini akan menjadi demikian untuk saya di sini, Sang Kesejahteraan." " Puñña, tetapi jika penduduk Sunapar¬anta memukul engkau dengan pukulan dari gumpalan tanah yang keras, bagaimana bila ini terjadi di sini, Puñña ?" " Jika pendu¬duk Sunaparanta ... Saya akan berkata, ' Sesungguhnya penduduk Sunaparanta ini baik ... di dalam hal mereka tidak memukul saya dengan pukulan dari tongkat yang keras ..." [269] " Tetapi jika penduduk dari Sunaparanta memukul engkau dengan pukulan dari tongkat yang keras ... ?" " Jika penduduk Sunaparanta ... ' ... di dalam hal mereka tidak menikam saya dengan dengan tikaman pisau'..." " Tetapi jika penduduk Sunaparanta menikam engkau dengan tikaman pisau ...?" " Jika penduduk Sunaparanta menikam saya dengan tikaman pisau ... ' ... di dalam hal mereka tidak mencabut hidup saya dengan tikaman pisau yang tajam'..."
" Tetapi jika penduduk Sunaparanta mencabut hidup kamu dengan tikaman pisau yang tajam ...?" " Yang Mulia, jika penduduk Suna¬paranta mencabut hidup saya dengan tikaman pisau yang tajam, ini akan menjadi demikian untuk saya di sini : Saya akan berkata,
' Dalam hal ini ada para pengikut Yang Mulia yang mana, merasa jijik oleh tubuh dan prinsip hidup dan malu akan mereka, mencari sebilah pisau ( yang mana digunakan untuk membunuh diri mereka sendiri ). Saya sudah menemukan secara kebetulan hal yang sangat tajam ini tanpa mencarinya.' Ini akan menjadi demikian untuk saya di sini, Yang Mulia, ini akan menjadi demikian untuk saya di sini Sang Kesejahteraan." " Ini adalah baik, Puñña, ini adalah baik Puñña. Kamu akan dapat berdiam di daerah diantara penduduk Suna¬paranta dikendalikan seperti kamu karena kejinakan dan kelembutan ini. Puñña, sekarang lakukanlah hal ini yang mana engkau anggap waktunya sudah tepat." Kemudian yang mulia Puñña, mendapat kegembiraan di dalam apa yang sudah Sang Buddha katakan dan setelah mengucapkan terima kasih untuk itu, bangkit dari tempat duduknya dan memberikan salam kepada Sang Buddha membiarkan sisi sebelah kanannya menghadapnya, mengemasi tempat tidurnya dan, mengambil mangkuk dan jubahnya, memulai suatu perjalanan ke daerah Sunaparanta. Melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, dia secara perlahan-lahan tiba di daerah Sunaparanta. Ketika sedang berada di sana yang mulia Puñña berdiam di daerah diantara penduduk Sunaparanta. Dan selama masa musim semi yang sama yang mulia Puñña membina tidak kurang dari lima ratus upasakha, tidak kurang dari lima ratus upasikha, dan dia menyadari tiga pengeta¬huan. Kemudian setelah tiba saatnya yang mulia Puñña mencapai nibbana yang terakhir. Sejumlah bhikkhu mendekati Sang Buddha: setelah mendekati dan memberi salam kepada Sang Buddha, mereka duduk dalam jarak yang terhormat. Pada saat mereka duduk dalam jarak yang terhormat, para bhikkhu ini berkata demikian kepada Sang Buddha :" Tuan Yang Mulia, adalah [270] seorang pria muda dalam suatu keluarga bernama Puñña yang mana telah dinasehati oleh Tuan dengan nasehat yang singkat telah meninggal. Apakah kehidupannya, apakah keadaan masa depannya ?" " Pandai, para bhikkhu, Puñña adalah seorang pria muda di dalam suatu keluarga; dia mengikuti Dhamma menurut beraneka ragam bagian dari dhamma; dan dia tidak mengganggu saya dengan pertanyaan mengenai dhamma. Para bhikkhu, Puñña adalah seorang pria muda di dalam suatu ke¬luarga yang mencapai nibbāna yang terakhir." Demikianlah Sang Buddha berkata . Para bhikkhu sangat senang gembira di dalam apa yang telah Sang Buddha katakan.
Ceramah atas suatu nasehat kepada Puñña
Yang Ketiga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar