Selasa, 16 Maret 2010

Dakkhinavibhangasutta

PERCAKAPAN MENGENAI ANALISA DANA

Dakkhinavibhangasutta
( 142 )
[253] Begitulah yang saya dengar : Pada suatu waktu Sang Buddha sedang tinggal di tengah Suku Sakya di Vihāra Nigrodha dekat Kapilavatthu. Kemudian Mahāpajapati Gotami membawa seperangkat jubah baru, mendekati Sang Buddha, setelah mendekati dan memberi salam kepada Sang Buddha, ia duduk di kejauhan dengan sikap penuh hormat. Sambil duduk dengan sikap penuh hormat, Mahāpaja¬pati Gotami berkata demikian kepada Sang Buddha : "Yang Mulia Guru; seperang¬kat jubah ini dipotong dan ditenun oleh saya khusus untuk Yang Mulia; Yang Mulia Guru, sudikah Yang Mulia berkenan menerima seperangkat jubah baru ini dari saya.
Setelah mendengar perkataan ini, Sang Buddha berkata demikian kepada Mahāpajapati Gotami :
"Berikanlah seperangkat jubah baru itu kepada Sangha, Gotami. Seandainya kamu memberikan seperangkat jubah baru itu kepada Sangha, saya akan menghor¬matinya dan begitu juga dengan Sangha." Dan untuk ke dua kalinya ... Dan untuk ke tiga kalinya Sang Buddha berkata demikian kepada Mahāpajapati Gotami : "Berikanlah seperangkat jubah baru itu kepada Sangha, Gotami. Seandainya kamu memberikan seperangkat jubah baru kepada Sangha saya akan menghormatinya dan begitu juga dengan Sangha."
Setelah mendengar perkataan ini, yang mulia Ananda berkata demikian kepada Sang Buddha :
"Yang Mulia Guru, perkenankan Yang Mulia menerima seperangkat jubah baru itu dari Mahāpajapati Gotami. Yang Mulia Guru, Mahāpajapati Gotami telah banyak memberikan jasa untuk Yang Mulia. Ia adalah seorang bibi yang keibuan, seorang yang telah membesarkan, seseorang yang telah merawat dan memberikan susu untuk Yang Mulia, ketika ibu kandung Yang Mulia meninggal ia menyusui Yang Mulia. Dan, Yang Mulia Guru, Yang Mulia telah banyak memberikan pelayanan untuk Mahāpajapati Gotami. Yang mulia Guru, adalah karena Yang Mulia maka Mahāpajapati Gotami berlindung kepada Sang Buddha, berlindung kepada Dhamma, berlindung kepada Sangha. Yang Mulia Guru, adalah karena Yang Mulia maka Mahāpajapati Gotami menahan diri dari menganiaya makhluk hidup, menahan diri dari pengambilan barang-barang yang tidak diberikan, menahan diri dari perbua¬tan tidak benar diantara kesenangan indrawi, menahan diri dari berbicara bohong, menghindari kesempatan untuk bermalas-malasan yang disebabkan oleh minuman keras. Yang Mulia Guru, adalah karena Yang Mulia maka Mahāpajapati Gotami memiliki kepercayaan yang tidak ragu-ragu kepada Sang Buddha, memiliki kepercayaan yang tidak ragu-ragu kepada Dhamma, memiliki kepercayaan yang tidak ragu-ragu kepada Sangha, [254] memiliki kebiasaan moral yang menyenang¬kan dari Suku Aria. Yang Mulia Guru, adalah karena Yang Mulia maka Mahāpaja¬pati Gotami tidak ragu-ragu terhadap adanya penderitaan, tidak ragu terhadap sumber dari penderitaan, tidak ragu terhadap jalan utama untuk mengakhiri adanya penderitaan. Begitulah, Yang Mulia Guru, Yang Mulia telah banyak mem¬berikan pertolongan untuk Mahāpajapati Gotami.
Begitulah, Ananda, begitulah, Ananda. Dan seandainya dikarenakan orang tersebut adalah orang yang berlindung kepada Sang Budhha, berlindung kepada Dhamma, berlindung kepada Sangha, Saya katakan untuk orang ini, Ananda, untuk ini tak diperlukan kebutuhan yang biasa yang berhubungan dengan orang itu, hal itu dikatakan demikian berhubungan dengan penghormatan, bangkit, bersikap anjali, melakukan apa yang sesuai (untuk dilakukan olehnya), dan mengenai memberikan dia dana seperti dalam pemenuhan jubah, dana makanan, pemondokan dan obat-obatan bagi yang sakit. Dan seandainya dikarenakan orang tersebut adalah orang yang menahan diri dari menganiaya makhluk hidup, dari pengambilan barang-barang yang tidak diberikan, dari perbuatan tidak benar di tengah kese-nangan indrawi, dari berbicara bohong, menghindari dari kesempatan untuk bermalas-malasan yang disebabkan oleh minuman keras, Saya katakan untuk orang ini, Ananda, untuk ini tak diperlukan kebutuhan yang biasa yang berhubungan dengan orang itu, hal ini dikatakan demikian berhubungan dengan penghormatan ... Obat-obatan bagi yang sakit. Seandainya dikarenakan orang tersebut adalah orang yang memilki kepercayaan yang tidak ragu-ragu kepada Sang Buddha, Dhamma dan Sangha dan kebiasaan moral yang menyenangkan dari Suku Aria, Saya katakan untuk orang ini, Ananda, untuk ini tak diperlukan kebutuhan yang biasa yang berhubungan dengan orang itu, hal ini dikatakan demikian berhubungan dengan penghormatan ... Obat-obatan bagi yang sakit. Seandainya dikarenakan orang tersebut adalah orang yang tidak ragu-ragu terhadap adanya penderitaan, sumber dari penderitaan, akhir dari penderitaan, dan jalan utama untuk mengakhiri penderitaan, Saya katakan untuk orang ini, Ananda, untuk ini tak diperlukan kebutuhan yang biasa yang berhubungan dengan orang ini, hal ini dikatakan demikian berhubungan dengan penghormatan ... Obat-obatan bagi yang sakit.
Adapun, Ananda, ada empatbelas jenis dana yang bertingkat yang dapat dilakukan oleh orang-orang. Orang yang memberikan dana untuk Tathagata, Yang Sempurna, Samma Sambuddha - ini adalah dana yang pertama yang bertingkat yang dapat dilakukan oleh orang-orang. Orang yang memberikan dana untuk Pacceka Buddha - ini adalah dana yang ke dua ... Orang yang memberikan dana untuk murid-murid Tathagata yang telah mencapai kesempurnaan (Arahatta Magga) - ini adalah dana yang ke tiga ... Orang yang memberikan dana untuk ia yang sudah mencapai buah dari kesempurnaan (Arahatta Phāla) - ini adalah dana yang ke em¬pat ... Orang yang memberikan dana untuk ia yang tidak kembali (Anagami Magga) - ini adalah dana yang ke lima ... [255] Orang yang memberikan dana untuk ia yang sudah mencapai buah dari tidak kembali (Anagami Phāla) - ini adalah dana yang ke enam ... Orang yang memberikan dana untuk yang kembali sekali (Sakadagami Magga) - ini adalah dana yang ke tujuh ... Orang yang mem¬berikan dana untuk ia yang sudah mencapai buah dari yang kembali sekali (Sakadagami Phāla) - ini adalah dana yang ke delapan ... Orang yang memberikan dana untuk pemenang arus (Sottapati Magga) - ini adalah dana yang ke sembilan ... Orang yang memberikan dana untuk ia yang sudah mencapai buah dari pemenang arus (Sottapati Phāla) - ini adalah dana yang ke sepuluh ... Orang yang memberikan dana untuk ia yang sudah lepas atau tanpa kemelekatan akan kesenangan indrawi - ini adalah dana yang ke sebelas ... Orang yang akan memberikan dana untuk orang yang memiliki kebiasaan moral yang baik - ini adalah dana yang ke duabelas ... Orang yang memberikan dana untuk orang yang memiliki kebiasaan moral yang buruk - ini adalah dana yang ke tigabelas ... Orang yang akan memberikan dana untuk binatang - ini adalah dana yang keempat¬belas yang bertingkat yang dapat dilakukan oleh orang-orang.
Dalam hal ini, Ananda, ketika dana diberikan kepada binatang, adalah diharapkan dana itu akan menghasilkan keuntungan seratus kali, ketika dana diberikan kepada orang yang memiliki kebiasaan moral yang buruk, adalah diharapkan dana itu akan menghasilkan keuntungan seribu kali. Ketika dana diberikan kepada orang yang memiliki kebiasaan moral yang baik, adalah diha¬rapkan dana itu akan menghasilkan keuntungan seratus ribu kali. Ketika dana diberikan kepada ia yang sudah lepas atau tanpa kesenangan indrawi , adalah diharapkan dana itu akan menghasilkan keuntungan seratus ribu kali sepuluh milion. Ketika dana itu diberikan kepada ia yang sudah mencapai buah dari pemenang arus (Sottapati Phāla), adalah diharapkan dana itu akan menghasilkan keuntungan yang tak dapat diperhitungkan dan tak dapat diukur. Jadi apa yang dapat dikatakan untuk pemenang arus (Sottapati Magga) ? Jadi apa yang dapat dikatakan untuk ia yang sudah mencapai buah dari yang kembali sekali (Sakadag¬ami Phāla) ... Untuk yang kembali sekali (Sakadagami Magga) ... Untuk ia yang sudah mencapai buah dari yang tidak kembali (Anagami Phāla) ... Untuk yang tidak kembali (Anagami Magga) ... Untuk ia yang sudah mencapai buah dari kesempurnaan (Arahatta Phāla) ... Untuk murid-murid Tathagata yang telah mencapai kesepurnaan (Arahatta Magga) ... Untuk Pacceka Buddha ? Jadi apa yang dapat dikatakan untuk Tathagata, Yang Sempurna, Samma Sambuddha ?
Dan ini adalah tujuh macam dana untuk Sangha, Ananda : Orang yang akan memberikan dana untuk Sangha Bhikkhu dan Sangha Bhikkhuni dengan Sang Buddha sebagai pemimpin - ini adalah dana yang pertama untuk Sangha. Orang yang akan memberikan dana untuk Sangha Bhikkhu dan Sangha Bhikkhuni setelah Sang Buddha parinibbana - ini adalah dana yang kedua untuk Sangha. Orang yang akan memberikan dana untuk Sangha Bhikkhu - ini adalah dana yang ketiga untuk Sangha. Orang yang akan memberikan dana untuk Sangha Bhikkhuni - ini adalah dana yang keempat untuk Sangha. Orang yang memberikan dana, berkata , "Barang¬kali ada beberapa Bhikkhu dan Bhikkhuni [256] dari Sangha yang khusus untuk saya" - ini adalah dana yang kelima untuk Sangha. Orang akan yang memberikan dana berkata, "Barangkali ada beberapa Bhikkhu dari Sangha yang khusus untuk saya" - ini adalah dana yang keenam untuk Sangha. Orang yang akan memberikan dana berkata, "Barangkali ada beberapa Bhikkhuni dari Sangha yang khusus untuk saya" - ini adalah dana yang ketujuh untuk Sangha.
Tetapi, Ananda, pada masa yang akan datang, ada beberapa dari Suku Aria, yang mengenakan jubah kuning, yang memiliki moral yang buruk dan karakter yang tidak baik, dan dana yang akan diberikan kepada Sangha, khususnya untuk mereka yang memiliki moral yang buruk. Tetapi , Ananda, saya katakan bahwa dana kepada Sangha yang tidak terhitung dan tidak diukur lebih baik untuk pemberian dana bertingkat untuk orang-orang yang memiliki hasil yang besar dibandingkan dana untuk Sangha.
Ini ada empat penyucian karena dana, Ananda. Apakah keempat itu ? Ini¬lah, Ananda, dana yang disucikan oleh pemberi tetapi bukan oleh penerima. Inilah, Ananda, dana yang disucikan oleh penerima tetapi bukan oleh pemberi. Inilah, Ananda, dana tidak yang disucikan oleh pemberi dan begitu juga oleh penerima. Inilah, Ananda, dana yang disucikan oleh pemberi dan penerima.
Dan dana yang bagaimana, Ananda, adalah disucikan oleh pemberi tetapi bukan oleh penerima ? Mengenai hal ini, Ananda, pemberi memiliki moral yang baik dan sifat yang baik, penerima memiliki moral yang buruk dan sifat yang jahat. Beginilah, Ananda, adalah dana disucikan oleh pemberi tetapi bukan oleh penerima.
Dan dana yang bagaimana, Ananda, adalah disucikan oleh penerima tetapi bukan oleh pemberi ? Mengenai hal ini, Ananda, pemberi memiliki moral yang buruk dan sifat yang jahat, penerima memiliki moral yang baik dan sifat yang baik. Beginilah Ananda, adalah dana ...
Dan dana yang bagaimana, Ananda, adalah disucikan bukan oleh pemberi dan begitu juga oleh penerima ? Mengenai hal ini, Ananda, pemberi memiliki moral yang buruk dan sifat yang jahat dan penerima juga memiliki moral yang buruk dan sikap yang jahat. Beginilah, Ananda, adalah dana ...
Dan dana yang bagaimana, Ananda, adalah disucikan oleh pemberi dan oleh penerima ? Mengenai hal ini, Ananda, pemberi memiliki moral yang baik dan sifat yang baik dan penerima memiliki moral yang baik dan sifat yang baik, Beginilah, Ananda, ada empat penyucian dalam pemberian dana.
Setelah Sang Buddha berkata, Yang Sempurna selesai mengatakan demikian, Yang Mulia Guru berkata lebih lanjut :
Siapa, yang bermoral baik, berdana bagi yang bermoral buruk
Dana didapat dengan benar, pikiran yang menyenangkan
Sungguh percaya akan hasil guna dari kamma -
Inilah dana yang disucikan oleh pemberi.
Siapa, yang bermoral buruk, berdana bagi yang bermoral baik
Dana tidak didapat dengan benar, pikiran tidak menyenangkan
Tidak percaya akan hasil guna dari kamma -
Inilah dana yang disucikan oleh penerima.
Siapa, yang bermoral buruk, berdana bagi yang bermoral buruk
Dana tidak didapat dengan benar, pikiran tidak menyenangkan
Tidak percaya akan hasil guna dari kamma -
Inilah dana yang tidak disucikan oleh mereka.
Siapa, yang bermoral baik, berdana kepada yang bermoral baik
Dana didapat dengan benar, pikiran yang menyenangkan
Sungguh percaya akan hasil guna dari kamma -
Saya nyatakan dana ini berlimpah hasilnya.
Siapa, yang tak melekat, berdana bagi yang tak melekat
Dana didapat dengan benar, pikiran yang menyenangkan
Sungguh percaya akan buah yang dihasilkan dari kamma -
Saya nyatakan dana ini berlipat ganda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar