Selasa, 16 Maret 2010

ANANDABHADDEKARATTA SUTTA

ANANDABHADDEKARATTA SUTTA
( 132 )

Demikianlah telah saya dengar:
Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang menetap di dekat Savatthi di Jetavana di vihara Anathapindika. Pada kesempatan itu bhante Ananda menggembirakan, membangkitkan, mendorong dan menyenangkan para bhikkhu dengan percakapan mengenai Dhamma di dalam sebuah ruang pertemuan; [190] dan beliau berbicara tentang ciri-ciri dan uraian Yang Beruntung. Lalu Sang Bhagava, bangkit dari meditasi-Nya menjelang sore, mendatangi ruang pertemuan tersebut; kemudian Beliau duduk pada tempat yang telah disediakan. Setelah Beliau duduk Sang Bhagava menyapa para bhikkhu, dengan mengatakan: "Sekarang, para bhikkhu, siapakah yang menggembirakan, membangkitkan, mendorong dan menyenangkan para bhikkhu dengan pembicaraan mengenai Dhamma di ruang pertemuan? Dan apakah ia berbicara mengenai ciri-ciri dan uraian dari yang Beruntung?'

"Bhante Ananda, bhante, menggembirakan ... menye-nangkan para bhikkhu dengan pembicaraan tentang Dhamma di ruang pertemuan; dan beliau berbicara mengenai ciri-ciri dan uraian dari Yang Beruntung."

Kemudian Sang Bhagava menyapa bhante Ananda, dengan mengatakan: "Tetapi bagaimana sehingga engkau, Ananda, menggembir¬akan, membangkitkan, mendorong dan menyenangkan para bhikkhu dengan pembicaraan mengenai Dhamma? Apakah engkau mengatakan ciri-ciri dan uraian dari Yang beruntung?"

Saya, bhante, menggembirakan ... menyenangkan para bhikkhu dengan pembicaraan mengenai Dhamma demikian. Aku berbi¬cara mengenai ciri-ciri dan uraian dari Yang Beruntung:

'Masa yang lampau dikejar, masa depan jangan diharapkan. ... (seba¬gaimana pada khotbah yang terdahulu)...
Ia sesungguhnya yang disebut "Yang Beruntung", yang digambarkan sebagai seorang petapa yang damai.'

Dan bagaimana, para bhante, seseorang mengejar masa lampau? Ia berpikir bahwa ia mempunyai bentuk demikian ... perasaan demikian ... penyerapan demikian ... kecenderungan kebiasaaan demikian ... kesa¬daran jauh di masa lampau, dan mencari kesenangan di sana ... (seba¬gaimana pada khotbah terdahulu) ... Demikian pula, bhante, seseorang jangan terseret di antara hal-hal di masa sekarang.

[191] 'Masa lampau janganlah dikejar, masa yang akan datang janganlah diharapkan.

... (sebagaimana pada khotbah terdahulu) ... Ia sesungguhnya yang disebut "Yang Beruntung", yang digambarkan sebagai seorang petapa yang damai.'

Demikianlah, bhante, saya menggembirakan, membangkitkan, mendo¬rong dan menyenangkan para bhikkhu dengan pembicaraan mengenai Dhamma dan berbicara mengenai ciri-ciri dan uraian dari Yang Berun¬tung."

Baik sekali, Ananda, baik sekali; adalah baik bahwa engkau, Ananda, menggembirakan ... menyenangkan para bhikkhu dengan pembicaraan mengenai Dhamma dan berbicara mengenai ciri-ciri dan uraian dari Yang Beruntung:


'Masa lampau janganlah dikejar, masa depan jangan diharapkan...
Ia sesungguhnya yang disebut 'Yang Beruntung", Yang digambarkan sebagai seorang petapa yang damai.'

Dan bagaimana, Ananda, seseorang mengikuti masa lampau? ... Demi¬kianlah, Ananda, seseorang mengikuti masa lampau. Dan bagaimana, Ananda, seseorang tidak mengikuti masa lampau? ... Demikianlah, Ananda, seseorang tidak mengikuti masa lampau. Dan bagaimana, Ananda, seseorang mengharapkan masa depan? ... Demikianlah, Anan¬da, seseorang mengharapkan masa depan. Dan bagaimana, Ananda, seseorang tidak mengharapkan masa depan? ... Demikianlah, Ananda, seseorang tidak mengharapkan masa depan. Dan bagaimana, Ananda seseorang terseret pada saat-saat sekarang?... Demikianlah, Ananda, seseorang terseret pada saat-saat sekarang. Dan bagaimana, Ananda, seseorang tidak terseret pada saat-saat sekarang? ... Demikianlah, Ananda seseorang tidak terseret pada saat-saat sekarang.


'Masa lampau janganlah dikejar, masa depan jangan diharapkan. ... (sebagaimana pada khotbah terdahulu) ...
Ia sesungguhnya yang disebut "Yang Beruntung", yang digambarkan sebagai seorang petapa yang damai.'"

Demikianlah, Sang Bhagava berkata. Merasa puas, bhante Ananda bergembira dalam apa yang dikatakan Sang Bhagava.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar