ANAPANASATI SUTTA
118
Demikianlah telah aku dengar :
Pada suatu ketika Sang Buddha sedang tinggal di dekat Savatthi di vihara Timur didalam istana dari ibunda Migara, bersama-sama dengan sejumlah para tetua serta siswa : yang mulia Sariputta, yang mulia Moggalana si besar, yang mulia Kappina si besar, yang mulia Cinda si besar, yang mulia [79] Anurudha, yana mulia Revata, yang mulia Ananda dan dengan tetua-tetua lain yang terkenal serta siswa-siswa. Pada waktu itu para bhikkhu yang menjadi senior/tetua menasehati serta memberikan intruksi kepada bhikkhu-bhikkhu yang baru saja ditahbis. Beberapa bhikkhu senior memberikan nasehat serta intruksi kepada seluruh bhikkhu, dan beberapa bhikkhu yang menjadi tetua/senior member¬ikan nasehat serta intruksi kepada duapuluh ... tiga puluh...empat puluh bhikkhu. Dan bhikkhu-bhikkhu yang baru saja ditahbiskan ini, ketika sedang diberikan nasehat/peringatan serta instruksi oleh bhikkhu-bhikkhu senior, menjadi sadar atau waspada tentang (aware= sadar=insaf) pencapaian-pencapaian terus menerus yang bermutu itu.
Pada waktu itu pada hari peringatan uposatha? (observasi day), tanggal limabelas pada malam bulan sempurna sesudah adanya "Undangan" Sang Buddha sedang duduk di udara terbuka di kelilingi oleh bhikkhu sangha. Kemudian Sang Buddha, sesudah mengamati/melihat kesegenap sangha yang menjadi sunyi, menyapa para bhikkhu dan berkatalah : "Aku sangat puas para bhikkhu, dengan ajaran ini (with this course), aku menjadi puas didalam pikiran, para bhikkhu, dengan pelajaran ini. Mengapa kamu, para bhikkhu, membangkitkan energi ke suatu tingkatan yang lebih besar untuk mencapai apa yang tidak tercapai, untuk memenangkan apa yang tidak dimenangkan, untuk merealisasi apa yang tidak terealisir. Sekarang aku akan menunggu disini di Savatthi sendiri untuk komudi, (vestifal) pada bulan keempat. Para bhikkhu yang tinggal didesa mendengar bahwa Sang Tathagata telah mengatakan bahwasanya beliau akan menung¬gu di Savatthi sendiri untuk Komudi, pada bulan ke empat. Dan para bhikkhu itu yang tinggal di desa mengambil istirahat menuju Savatthi untuk melihat Sang Buddha. Dan bhikkhu-bhikkhu senior sedang memberikan nasehat serta instruksi kepada para bhikkhu yang baru saja ditahbiskan itu dengan giatnya. Beberapa bhikkhu senior sedang memberikan nasehat serta intruksi kepada sepuluh bhikk¬hu-bhikkhu yang baru ditahbiskan itu dan beberapa bhikkhu senior sedang mem-berikan nasehat serta instruksi kepada duapuluh ... tigapuluh...empat puluh bhikhu-bhikkhu yang baru saja ditahbis. Dan para bhikkhu yang baru ditahbiskan itu, ketika sedang diberi nasehat dan instruksi oleh bhikkhu-bhikkhu senior, [80] menjadi sadar tentang pencapaian-pencapaian berturut-turut yang amat bermutu baik itu.
Pada waktu itu pada hari uposatha, tangal limabelas, pada malam hari bulan purnama pada waktu (waktu dari) komudi, (suatu perayaan/seftifal di bulan ke empat, Sang Buddha sedang duduk di udara terbuka dikelilingi oleh para bhikkhu sangha. Kemudian, Sang Buddha, setelah mengamati sekeliling pada bhikkhu sangha itu yang telah menjadi sunyi, menyapa para bhikkhu, dan berka¬ta:
"Sidang ini, para bhikkhu, adalah bukan kata-kata tanpa arti (without idle words), sidang ini para bhikkhu, tidak mempunyai kata-kata yang terbuang sia-sia (has no idle words), ia dibentuk atas dasar inti sari murni. Para bhikkhu, suatu bhikkhu sangha semcam kelompok ini adalah yang patut dimulia¬kan, di hormat, diberi hadiah, disapa dengan rangkapan kedua tapak tangan, (dengan pikiran) : 'Ia adalah bidang jasa yang tiada bandingnya bagi dunia.' Para bhikkhu, bhikkhu sangha semcam kelompok ini adalah suatu kelompok kepada mana apabila diberikan sesuatu yang sedikit akan berubah menjadi banyak, apabila banyak diberikan akan menjadi lebih banyak lagi. Para bhikkhu, bhikkhu sangha semacam kelompok ini adalah sangat sukar dilihat didunia ini. Para bhikkhu, demi untuk melihat suatu bhikkhu sangha seperti kelompok ini, adalah cocok untuk pergi banyak (waktu) yojana dengan membawa kantong makanan dipun¬dak orang. Demikianlah, para bhikkhu, adalah bhikkhu sangha ini; demikian¬lah, para bhikkhu, adalah kelompok ini.
Para bhikkhu, terdapatlah beberapa bhikkhu didalam sangha para bhikkhu yang telah sempurna, kanker-kanker mereka telah dihancurkan, yang telah men¬jalani hidup, melakukan apa-apa yang harus dilakukan, telah menurunkan beban, mencapai tujuan mereka sendiri, dimana penggoda-penggoda tentang kelahiran mereka telah dihancurkan sama sekali, yang telah dibebaskan oleh pengetahuan agung yang benar. Terdapatlah, para bhikkhu, bhikkhu-bhikkhu seperti itu didalam bhikkhu sangha ini. Para bhikkhu, terdapatlah beberapa bhikkhu didalam bhikkhu sangha ini didalam diri mana kelima penggoda-penggoda yang mengikat pada (pantai) lebih rendah telah sama sekali dihancurkan, yang adalah merupa¬kan kebangkitan secara spontan, pencapai nibbana disana, tidak bertanggung jawab lagi untuk kembali dari dunia itu. Terdapatlah, para bhikkhu, bhikkhu-bhikkhu seperti yang ada dalam bhikkhu sangha ini., Para bhikkhu, terdapatlah bhikkhu-bhikkhu didalam sangha ini, didalam diri mana tiga buah penggoda telah lama sekali dihancurkan, didalam diri mana kemelekatan, keengganan/keseganan dan kebinggungan telah dikurangi; mereka adalah para orang yang hanya kembali sekali saja yang, setelah kembali satu kali lagi didalam dunia ini, [81] akan membuat akhir dari penderitaan. Terdapatlah, para bhikkhu, bhikkhu-bhikkhu semacam itu didalam bhikkhu sangha ini. Para bhikkhu, terdapatlah bhikkhu-bhikkhu didalam bhikkhu sangha ini. Para bhikkhu, terdapatlah bhikkhu-bhikkhu dalam bhikkhu sangha ini didalam diri mana tiga buah penggoda telah dihancur-kan sama sekali dihancurkan ; mereka itu adalah pencapai arus, tidak lagi bertanggung jawab terhadap kejatuhan, tetapi dipastikan, terikat untuk kebang¬kitan atau awakening. Terdapatlah, para bhikkhu, bhikkhu-bhikkhu semcam ini didalam bhikkhu sangha ini. Para bhikkhu, terdapatlah bhikkhu-bhikkhu didalam bhikkhu sangha ini yang hidup dengan tekun pada pratek tentang pengembangan (pikiran) dari empat buah aplikasi/pengetrapan dari kesadaran/kewaspaan/mind¬fulness. Terdapatlah, para bhikkhu, bhikkhu-bhikkhu semacam ini didalam bhikk¬hu sangha ini. Para bhikkhu, terdapatlah bhikkhu-bhikkhu sangha ini yang hidup tekun atas pelaksanaan pratek dari pengembangan (pikiran) dari empat usaha-usaha benar ... dari empat dasar-dasar kekuatan psigis... dari lima fakulti/daya kemampuan pengontrol .... dari lima kekuatan-kekuatan .... dari tujuh hubungan/ikatan/links da;am kebangkitan/kesadaran/awakening. Terdapat¬lah, para bhikkhu, bhikkhu-bhikkhu semacam ini didalam bhikkhu sangha ini. Para bhikkhu, terdapatlah bhikkhu-bhikkhu didalam bhikkhu sangha ini yang hidup tekun terhadap pelaksanaan dari perkembangan (pikiran) dari delapan jalan mulia arya. Terdapatlah para bhikkhu, bhikkhu-bhikkkhu semcam ini dida¬lam bhikkhu sangha ini. Para bhikkhu, terdapatlah bhikkhu-bhikkhu didalam bhikkhu sangha ini yang hidup tekun terhadap pelaksana pengembangan (pikiran) yang merupakan keramah-tamahan/friendliness..[82] ... kasih sayang,...kesenangan simpati ...keseimbangan (batin). Terdapatlah, para bhikk¬hu, bhikkkhu-bhikkhu semcam ini didalam bhikkhu sangha ini. Para bhikkhu, terdapatlah bhikkhu-bhikkhu didalam sangha ini yang hidup tekan terhadap pratek pelaksanaan pengembangan (pikiran) yang berada pada kecurangan atau keburukan ....tekun terhadap pengembangan (pikiran) yang merupakan persopsi/pemahaman tentang ketidak kekekalan. Terdapatlah, para bhikkhu, bhikkhu-bhikkhu semacam itu didalam bhikkhu sangha ini. Para bhikkhu, terda-patlah bhikkhu-bhikkhu didalam bhikkhu sangha ini yang hidup tekun terhadap pelaksana/pratek tentang pengembangan (pikiran) yang merupakan kesadaran tentang bernafsu masuk dan bernafas keluar.
Kesadaran dalam bernafas masuk dan keluar, para bhikkhu, telah dikem¬bangkan dan dibuat banyak dari, adalah merupakan hasil buah-buahan besar, keuntungan besar. Kesadaran tentang bernafas masuk dan keluar, para bhikkhu, apabila dikembangkan dan dibuat banyak, mendatangkan ke pemenuhan dari empat pengetrapan dari kesadaran; empat pengetrapan kesadaran, apabila dikembangkan dan dibuat banyak, mendatangkan pemenuhan dari ke tujuh hubungan atau ikatan didalam kebangkitan/awakening; ke tujuh ikatan kebangkitan, apabila dikembang¬kan dan dibuat banyak, mendatangkan pemenuhan dari kesadaran melalui pengeta¬huan. Dan bagaimana, para bhikkhu, kesadaran tentang bernafas masuk dan keluar itu dikembangan? Bagaimana ia dibuat banyak (diperbanyak) itu? Bagaimana ia bisa menjadi buah yang besar (hasil yang besar)?, menjadi keuntungan besar? Bagaimana ia bisa menjadi buah yang besar (hasil yang besar)?, menjadi keun¬tungan besar? Yang dimaksud disini, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang telah pergi masuk kedalam hutan atau yang pergi ke akar-akar pohon atau pergi ke tempat kosong, duduk bersila, dengan punggung tegak, membangkitkan kesadaran didepan dirinya. Dengan sadar ia bernafas masuk, dengan sadar ia bernafas keluar. Apakah ia mengambil nafas panjang (ketika ia bernafas itu) ia meng¬hayati, 'Aku sedang menarik nafas panjang'; atau apakah ia sedang mengeluarkan nafas panjang ia menghayati, 'Aku sedang mengeluarkan nafas panjang'; atau apakah ia sedang mengambil nafas pendek ia menghayati, 'Aku sedang atau apakah aku mengeluarkan nafas pendek menghayati, 'Aku sedang mengeluarkan nafas pendek.' Ia melatih sendiri sambil berpikir,' Aku akan menarik nafas mengala¬mi/experiencing seluruh badan.' Ia melatih diri sendiri sambil berpikir,' Aku akan mengeluarkan nafas mengalami seluruh badan'Ia melatih diri sendiri, sambil berpikir, 'Aku akan bernafas keluar mengalami seluruh badan.' Ia mela¬tih diri sendiri, sambil berpikir, 'Aku akan menarik nafas menenangkan aktivi¬tas badan.' Ia melatih diri sendiri, sambil berpikir, 'Aku akan mengeluarkan nafas menenangkan aktivitas badan.' Ia melatih diri sendiri, sambil berpikir, 'Aku akan menarik nafas .... mengeluarkan nafas mengalami rasa gembira.' Ia melatih diri sendiri, sambil berpikir, 'Aku akan menarik nafas.... mengeluar¬kan nafas mengalami kesenangan.' [83] Ia melatih diri sendiri, sambil berpi¬kir, 'Aku akan menarik nafas... mengeluarkan nafas mengalami aktivitas dari pikiran .....menenangkan aktivitas dari pikiran....mengalami pikiran ...menye¬nangi/kegerirangan dalam pikiran...... konsentrasi pikiran...membebaskan pikiran.' Ia melatih diri sendiri, sambil berpikir, 'Aku akan menarik nafas...mengeluarkan nafas melihat tidak kekekalan....melihat kemelekatan...melihat penghentian.... melihat kemanusiaan.' Para bhikkhu, kesadaran tentang menarik dan mengeluarkan nafas apabila dikembangkan demiki¬an, dibuat banyak secara demikian, adalah merupakan buah besar, merupakan manfaat besar.
Dan bagaimana, para bhikkhu, apabila kesadaran dari menarik dan menge¬luarkan nafas itu dikembangkan, apabila ia diperbanyak (dibuat banyak), apakah ia dapat membawa empat pengetrapan/aplikasi dari kesadaran menjadi kekabulan (fulfilment)? Pada waktu, para bhikkhu, apabila seorang bhikkhu sedang menarik nafas...mengeluarkan nafas panjang...(nafas) pendek menghayati memahami, 'Aku sedang menarik nafas...mengeluarkan nafas panjang....(nafas) pendek'; apabila ia melatih diri sendiri, dan berpikir, 'Aku akan menarik nafas... mengeluarkan napas mengalami seluruh tubuh....menenangkan aktivitas dari badan,' pada waktu itu, para bhikkhu, sang bhikkhu sedang berkelana sepanjang sambil menghayati badan didalam badan, penuh gairah, sadar dengan jelas (darinya), waspada (darinya) sedemikian seperti mengontrol sifat iri hati serta kekesalan dunia. Aku mengatakan, para bhikkhu, bahwa tentang badan-badan itu adalah cuma satu (this is one), yaitu apa yang dikatakan menarik napas dan mengeluarkan nafas. Mengapa, para bhikkhu, pada waktu ketika seorang bhikkhu sedang berkelana sepanjang jalan sambil menghayati atau memahami badan didalam badan, penuh ketekunan, benar-benar sadar (tentang ianya), waspada (tentang ianya) sedemi¬kian seperti mengontrol ketamakan serta kekesalan didunia, pada waktu itu, para bhikkhu, [84] bhikkhu itu melatih diri sendiri, sambil berpikir, 'Aku akan menarik nafas untuk mengalami rasa terpesona/kegembiraan luar biasa .. aku akan mengeluarkan napas mengalami rasa terpesona ...aku akan mena¬rik napas....mengeluarkan napas mengalami kesenangan/joy ....aku akan menarik napas.....mengeluarkan napas mengalami aktivitas pikiran ....aku akan menarik napas ....mengeluarkan napas menenangkan aktivitas pikiran'; pada waktu itu, para bhikkhu, sang bhikkhu sedang berkelana sepanjang jalan sambil memahami perasaan-perasaan didalam perasaan, tekun/semangat, benar-benar sadar (tentang mereka), mindful/waspada (tentang mereka) sedemikian seperti untuk mengontrol ketamakan serta kekesalan didalam dunia ini. Aku mengatakan, para bhikkhu, bahwa perasaan-perasaan tentang ini adalah satu, yaitu perhatian yang layak/pantas terhadap menarik mengeluarkan napas. Mengapa, para bhikkhu, pada waktu ketika sang bhikkhu sedang berkelana sambil memahami perasaan-perasaan didalam perasaan-perasaan itu, tekun, benar-benar sadar, (tentang mereka), waspada (tentang mereka) sedemikian seperti untuk mengontrol tentang ketamakan serta kekesalan didalam dunia, pada waktu itu, para bhikkhu melatih diri sendiri, sambil berpikir, 'Aku akan menarik napas....mengeluarkan pikiran ...menarik napas...mengeluarkan napas bergembira didalam pikiran....menarik napas....mengeluarkan napas mengkonsentrasikan pikiran ....menarik napas....mengeluarkan napas membebaskan pikiran'; pada waktu itu, para bhikkhu, sang bhikkhu sedang berkelana sambil menghayati atau memahami pikiran didalam pikiran, tekun, benar-benar sadar (tentang ianya), waspada (tentang ianya) sedemikian seperti untuk mengontrol ketamakan serta kekesalan didalam dunia,. Aku, para bhikkhu, mengatakan bahwa pengembangan (pikiran) yakni kesadaran tentang menarik dan mengeluarkan napas adalah bukan untuk seseorang yang kesadarannya kacau balau, bukan untuk seseorang yang tidak benar-benar sadar. Mengapa, para bhikkhu, apabila seorang bhikkhu sedang berkelana sambil memahami pikiran didalam pikiran, tekun, benar-benar sadar, (tentang ianya) waspada (tentang ianya) sedemikian seperti untuk mengontrol ketamakan serta kekesalan didalam dunia, pada waktu itu, para bhikkhu, sang bhikkhu melatih dirinya sendiri, sambil berpikir, 'Aku akan menarik napas....mengeluarkan napas sambil melihat tidak kekekalan.....melihat kemele¬katan .... melihat penghentian....melihat pembuangan (mencampakkan)'; pada waktu itu, para bhikkhu, sang bhikkhu sedang berkelana memahami keadaan-kea¬daan mental, tekun benar-banar sadar (tentang mereka), waspada (tentang mere¬ka) sedemikian seperti untuk mengontrol ketamakan serta kekesalan didalam dunia itu. Ia, dengan melanyapkan mereka yang merupakan ketamakan serta penyesalan, [85] dengan telah melihatnya secara kebijaksanaan, adalah seseorang yang melihat dengan perhatian/cara yang pantas. Mengapa, para bhikkhu, pada waktu ini seorang bhikkhu sedang berkelana sambil memahami keadaan-keadaan mental, tekun, benar-benar sadar (tentang mereka), waspada (tentang mereka) sedemikian seperti untuk mengontrol ketamakan serta kekesalan didalam dunia ini.
Para bhikkhu, kesadaran tentang menarik napas dan mengeluarkan napas apabila dikembangkan demikian, mendatangkan pemenuhan terhadap ke empat aplik¬asi dari kesadaran.
Dan bagaimana, para bhikkhu, apabila ke empat aplikasi dari kesadaran telah dikembangkan, bagaimana apabila mereka telah diperbanyak, apakah mereka membawa ke pemenuhan dari tujuh ikatan-ikatan didalam kebangkitan itu? Pada waktunya, para bhikkhu, apabila seorang bhikkhu sedang berkelana sambil meng¬hayati badan didalam badan, tekun benar-benar sadar (tentang darinya), waspa¬da/mindful (darinya) sedemikian seperti mengontrol ketamakan serta kekasalan didalam dunia ini, pada waktu itu kesadaran yang baik kacau balau dibangkitkan didalam dirinya. Pada waktunya, para bhikkhu, ketika kesadaran yang tidak kacau balau telah dibangkitkan/ditimbulkan didalam bhikkhu tersebut, pada waktu itu ikatan atau hubungan dalam kebangkitan yakni kesadaran/mindfulness telah di timbulkan atau dibangkitkan didalam diri bhikkhu itu; pada waktu sang bhikkhu mengembangkan hubungan atau ikatan didalam kebangkitan yaitu kesada¬ran; pada waktu itu hubungan dalam kebangkitan yang merupakan kesadaran itu sampai ke pemenuhan dari perkembangan/kemajuan dari sang bhikkhu. Ia, dengan berkelana penuh kesadaran/kewaspadaan demikian, menyelidiki, menanyai, membawa hal ini kedepan untuk diselidiki dengan cara kebijaksanaan. Pada waktunya, para bhikkhu, apabila seorang bhikkhu, sambil berkelana penuh waspada/mindful demikian, menyelidiki, menanyai, membawa hal ini kedepan untuk penyelidikan dengan cara kebijaksanaan, pada waktu itu ikatan dalam kebangkitan yaitu yang merupakan penyelidikan kedalam hal-hal telah dibangkitkan didalam diri bhikkhu itu; pada waktu itu sang bhikkhu mengembangkan ikatan dalam kebangkitan yaitu penyelidikan terhadap hal-hal; pada waktu ikatan dalam ikatan dalam kebangki¬tan yang merupakan penyelidikan terhadap hal-hal sampai pada pemenuhan dari kemajuan didalam diri bhikkhu itu. Sementara ia sedang mengadakan penyelidi¬kan, menanyai, mengemukakan hal-hal ini kedepan untuk diselidiki dengan cara kebijaksanaan, energi yang melempam dibangkitkan didalam dirinya. Pada waktu¬nya, para bhikkhu, ketika energi yang melempam (kurang gairah) itu dibangkit¬kan didalam diri sang bhikkhu yang sedang mengadakan penyelidikan, menanyai, membawa hal-hal ini kedepan untuk diselidiki dengan cara kebijaksanaan, pada waktu itu ikatan-ikatan dalam kebangkitan yaitu energi itu; pada waktu ikatan dalam kebangkitan yang merupakan energi kepada pemenuhan dari pengembangan didalam diri bhikkhu itu. Apabila ia sudah membangkitkan (stirred up) energi, maka timbulah rasa senang luar biasa yang tiada ada cacadnya itu. Pada waktu, para bhikkhu, apabila timbul rasa senang luar biasa yang tiada cacadnya itu timbul didalam diri sang bhikkhu yang terdiri dari energi yang dibangkitkan, [86] pada waktu itu ikatan dalam kebangkitan yang merupakan rasa senang luar biasa (rapture) telah dibangkitkan didalam diri sang bhikkhu; pada waktu itu sang bhikkhu mengembangkan ikatan dalam kebangkitan yang adalah merupakan rasa senang luar biasa itu; pada waktu itu ikatan dalam kebangkitan yang merupakan rasa senang luar biasa itu sampai pada pemenuhan dari kemajuan atau pengemban¬gan didalam diri sang bhikkhu. Badan dari seorang yang pikirannya dipenuhi oleh rasa kegembiraan atau senang luar biasa, telah ditenangkan dan pikiran telah ditenangkan pula. Pada waktu itu, para bhikkhu, ketika kedua-duanya badan dari sang bhikkhu yang mana pikirannya diliputi rasa senang atau gembira telah ditenangkan dan pikiran ditenangkan pula, pada waktu itu ikatan dalam kebangkitan, yakni keadaan ketenangan telah dibangkitkan didalam diri sang bhikkhu; pada waktu itu sang bhikkhu mengembangkan ikatan dalam kebangkitan yang adalah merupakan ketenangan itu; pada waktu itu ikatan dalam kebangkitan yang merupakan ketenangan sampai kepada pemenuhan dari kemajuan atau perkem¬bangan dari sang bhikkhu itu. Pikiran dari seseorang yang mana badannya adalah tenang dan mudah tenang dan mudah terkonsentrasikan. Pada waktu, para bhikkhu, apabila pikiran telah terkonsentrasi didalam diri sang bhikkhu dimana badannya telah tenang dan enak/ease, pada waktu ikatan dalam kebangkitan yang adalah merupakan konsentrasi telah dibangkitkan didalam diri sang bhikkhu itu; pada waktu itu sang bhikkhu mengembangkan ikatan dalam kebangkitan yang berupa konsentrasi; pada waktu ikatan dalam kebangkitan yang berupa konsentrasi sampai kepada pemenuhan dari pengembanan didalam diri bhikkhu itu. Ia adalah seorang yang melihat dengan perhatian pantas pada pikiran yang dikonsentrasi¬kan demikian. Pada waktu itu, para bhikkhu, apabila seorang bhikkhu melihat dengan perhatian yang cukup memadai/pantas pada pikiran yang dikonsentrasikan demikian, pada waktu itu ikatan dalam kebangkitan yang berupa keseimbangan (batij) telah dibangkitkan didalam diri bhikkhu itu; pada waktu sang bhikkhu mengembangkan ikatan dalam kebangkitan yang berupa keseimbangan (batin) itu; pada waktu itu ikatan dalam kebangkitan yang berupa keseimbangan (batin) sampai kepada pemenuhan dari kemajuan didalam diri sang bhikkhu.
Pada waktu, para bhikkhu, apabila seorang bhikkhu sedang melakukan kelana sambil memahami perasaan-perasaan didalam perasaan-perasaan....pikiran didalam pikiran....keadaan-keadaan mental didalam keadaan-keadaan mental, tekun benar-benar sadar (tentang mereka) waspada (tentang mereka) sedemikian seperti mengontrol keadaan ketamakan dan kekesalan dibunia ini, pada waktu itu kesadaran yang tidak kacau balau telah ditimbulkan didalam dirinya.....(seper¬ti di atas)...[87]...Pada waktu itu ikatan dalam kebangkitan yang berupa keseimbangan (batin) sampai kepada pemenuhan dari pengembangan atau kemajuan (development) didalam diri bhikkhu itu.
Para bhikkhu, ke empat aplikasi/pengetrapan dari kesaran, apabila dikem¬bangkan demikian, diperbanyak demikian, mendatangkan/membawa ke pemenuhan dari ketujuh buah ikatan didalam kebangkitan.
[88] Dan bagaimana, para bhikkhu, apabila ketujuh ikatan dalam kebangki¬tan (awakening) telah dikembangkan, bagaimana apabila mereka itu diperbanyak, apakah mereka akan membawa ke pemenuhan/penyelesaian (fulfitment) melalui pengetahuan? Di dalam hal ini, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengembangkan ikatan alam kebangkitan yang berupa kesadaran dan yang tergantung pada penga¬singan diri/aloofness bergantung pada pelepasan/detachment, bergantung pada penghentian/cessation, berakhir dalam pembuangan/abandoning; ia mengembang¬kan ikatan dalam kebangkitan yang berupa energi....ikatan dalam kebangkitan yang berupa rasa kegembiraan...ikatan dalam kebangkitan yang berupa ketenangan ...ikatan dalam kebangkitan yang berupa konsentrasi ....ikatan dalam kebangkitan yang berupa keseimbangan (batin) yang bergantung kepada keadaan pengasingan/menyendiri, bergantung pada pelepasan, bergantung pada penghentian, bergantung pada pelenyapan atau meninggalkannya. Para bhikkhu, apabila ketujuh ikatan didalam kebangkitan telah dikembangkan demikian, diper¬banyak demikian, mereka akan membawa ke pemenuhan kebebasan melalui pengeta¬huan."
Demikian kata dari Sang Bhagava. Menjadi gembira, para bhikkhu ini sangat suka pada apa yang telah dikatakan oleh Sang Tathagata itu. Pemababaran dhamma tentang kesadaran apabila menarik dan mengeluarkan napas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar